alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Meski Dalam Kondisi Terpapar Covid-19, Denny Adukan Kecurangan ke Presiden

BANJARMASIN – Kabar mengejutkan datang dari panggung Pilgub Kalsel. Calon Gubernur Kalsel, Denny Indrayana mengaku dirinya terpapar Covid-19 pada Kamis (6/5)

 

Tak terjawab darimana dia awalnya terjangkit virus corona. Tingginya mobilitas jelang PSU 9 Juni mendatang membuat Denny rentan dan kelelahan. Dari kegiatan subuh keliling hingga bersilaturahmi dengan banyak warga, tak menutup kemungkinan dia terpapar. “Akhirnya ulun (saya) diminta istirahat setelah bekerja dari subuh tanpa henti,” tutur Denny melalui video singkat yang dikirimkannya ke redaksi.

Favehotel Banjarmasin

Diakuinya, pada sore Kamis (6/5), Covid-19 terkonfirmasi di tubuhnya. Meski dinyatakan positif corona, dia menerangkan, dalam kondisi sehat dan bugar. “Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis, saya memutuskan untuk tetap rawat jalan, isolasi mandiri di rumah saja,” katanya.

Sedianya dalam beberapa hari kedepan, dia sudah memiliki banyak agenda yang sudah terjadwal. Lantaran tengah isolasi mandiri, dia pun meminta maaf agenda tersebut dijadwal ulang atau dibatalkan. “Terkait dengan ini, saya juga minta maaf, minta ampun, minta rela, agenda-agenda saya yang sudah terjadwal, saya minta maaf untuk dijadwal ulang atau dibatalkan,” tuturnya.

Atas kondisinya saat ini, dia memohon doa agar dirinya segera sehat dan bisa sehera beraktivitas seperti semula. “Saya minta doa saudara sekalian, terutama di bulan penuh berkah ini,” ucap Denny.

Menariknya, meski dalam kondisi terpapar Covid-19, dia memastikan akan tetap memantau situasi dan kondisi politik saat ini. “Yang paling kita harus jaga dan kita pastikan untuk kita lawan adalah politik uang dan politik yang curang,” katanya.

Dia mendapat masukan ada berbagai pembagian yang terjadi Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. “Kita tentu tetap berharap, meskipun makin tipis, kepada pengawas pemilu, sudah jelas di depan mata kita ada upaya-upaya berbagi uang di daerah-daerah PSU yang pasti berkait dengan upaya untuk menarik suara pemilih. Ulun (saya) tetap meminta ada tindakan-tindakan tegas,” ucapnya.

Menariknya, kemarin dia berkirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi untuk memintas antensi bantuan untuk melawan politik uang dalam Pilgub Kalsel. Dalam suratnya dia melaporkan situasi terakhir menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Kalsel, dan bagaimana makin maraknya praktik politik uang dilakukan.

“Saya sebenarnya melakukan ini sebagai langkah terakhir, karena berbagai saluran lain dalam sistem pemilu kita tidak berjalan ataupun berfungsi sebagaimana seharusnya,” tulisnya.

Dalam surat tersebut, dia juga melaporkan prinsip utama pemilu sudah sejak awal diciderai. Dia memberi contoh terkait bantuan Covid-19 yang diselewengkan dengan gambar gubernur petahana saat itu.

“Upaya kami melaporkan kepada Bawaslu Kalsel, tidak membuahkan hasil. Pengawas pemilu provinsi tersebut kesulitan menjaga independensi dan profesionalitasnya, karena memang sejak proses seleksinya cenderung disiapkan untuk menjadi bagian dari strategi pemenangan petahana. Persoalan yang jamak terjadi, bukan hanya di Kalsel saja,” ujarnya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Kabar mengejutkan datang dari panggung Pilgub Kalsel. Calon Gubernur Kalsel, Denny Indrayana mengaku dirinya terpapar Covid-19 pada Kamis (6/5)

 

Tak terjawab darimana dia awalnya terjangkit virus corona. Tingginya mobilitas jelang PSU 9 Juni mendatang membuat Denny rentan dan kelelahan. Dari kegiatan subuh keliling hingga bersilaturahmi dengan banyak warga, tak menutup kemungkinan dia terpapar. “Akhirnya ulun (saya) diminta istirahat setelah bekerja dari subuh tanpa henti,” tutur Denny melalui video singkat yang dikirimkannya ke redaksi.

Favehotel Banjarmasin

Diakuinya, pada sore Kamis (6/5), Covid-19 terkonfirmasi di tubuhnya. Meski dinyatakan positif corona, dia menerangkan, dalam kondisi sehat dan bugar. “Setelah berkonsultasi dengan dokter spesialis, saya memutuskan untuk tetap rawat jalan, isolasi mandiri di rumah saja,” katanya.

Sedianya dalam beberapa hari kedepan, dia sudah memiliki banyak agenda yang sudah terjadwal. Lantaran tengah isolasi mandiri, dia pun meminta maaf agenda tersebut dijadwal ulang atau dibatalkan. “Terkait dengan ini, saya juga minta maaf, minta ampun, minta rela, agenda-agenda saya yang sudah terjadwal, saya minta maaf untuk dijadwal ulang atau dibatalkan,” tuturnya.

Atas kondisinya saat ini, dia memohon doa agar dirinya segera sehat dan bisa sehera beraktivitas seperti semula. “Saya minta doa saudara sekalian, terutama di bulan penuh berkah ini,” ucap Denny.

Menariknya, meski dalam kondisi terpapar Covid-19, dia memastikan akan tetap memantau situasi dan kondisi politik saat ini. “Yang paling kita harus jaga dan kita pastikan untuk kita lawan adalah politik uang dan politik yang curang,” katanya.

Dia mendapat masukan ada berbagai pembagian yang terjadi Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar. “Kita tentu tetap berharap, meskipun makin tipis, kepada pengawas pemilu, sudah jelas di depan mata kita ada upaya-upaya berbagi uang di daerah-daerah PSU yang pasti berkait dengan upaya untuk menarik suara pemilih. Ulun (saya) tetap meminta ada tindakan-tindakan tegas,” ucapnya.

Menariknya, kemarin dia berkirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi untuk memintas antensi bantuan untuk melawan politik uang dalam Pilgub Kalsel. Dalam suratnya dia melaporkan situasi terakhir menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Kalsel, dan bagaimana makin maraknya praktik politik uang dilakukan.

“Saya sebenarnya melakukan ini sebagai langkah terakhir, karena berbagai saluran lain dalam sistem pemilu kita tidak berjalan ataupun berfungsi sebagaimana seharusnya,” tulisnya.

Dalam surat tersebut, dia juga melaporkan prinsip utama pemilu sudah sejak awal diciderai. Dia memberi contoh terkait bantuan Covid-19 yang diselewengkan dengan gambar gubernur petahana saat itu.

“Upaya kami melaporkan kepada Bawaslu Kalsel, tidak membuahkan hasil. Pengawas pemilu provinsi tersebut kesulitan menjaga independensi dan profesionalitasnya, karena memang sejak proses seleksinya cenderung disiapkan untuk menjadi bagian dari strategi pemenangan petahana. Persoalan yang jamak terjadi, bukan hanya di Kalsel saja,” ujarnya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/