alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Saturday, 25 June 2022

Pergoki Maling Subuh-Subuh, Cucu Mantan Bupati Dibunuh, Begini Kronologinya…

RANTAU – Tujuh hari waktu yang diperlukan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus tewasnya Nor Baiti Rahmah. Cucu mantan Bupati Tapin ke-7 Ahmad Makkie itu ternyata merupakan korban pembunuhan. Sabtu (1/5) siang, sang pelaku berhasil diamankan oleh petugas dari Polres Tapin.

Sebelum mengamankan pelaku, aparat kepolisian terlebih dahulu membongkar makam gadis yang biasa dipanggil Ira itu di kubur muslimin Al Mubarak yang ada pada jalan A Yani RT 4 Kelurahan Kupang Kecamatan Tapin Utara.

Pengelola makam Al-Mubarok, Muin (71) menyaksikan hal itu. Dari Jumat (30/4) sore, pihak kepolisian telah meminta menyiapkan berbagai peralatan yang ada. Seperti menyiapkan tenda, kursi, meja, alat cuci tangan dan listrik. “Sejak puluhan tahun saya sebagai pengelola makam. Baru kali ini pembongkaran mayat dilakukan” ucapnya, memberitahukan.

Favehotel Banjarmasin

Pembongkaran dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Tim dari Polsek Tapin Utara dan Polres Tapin dari pagi sudah di lokasi. Terlihat juga tim INAFIS Polda Kalsel, Biddokes Polda Kalsel dan tim Forensik dari RSUD Ulin Banjarmasin yang membawa peralatan medis langsung. Suasana pembongkaran juga disaksikan oleh orang tua almarhumah.

Kasat Reskrim Polres Tapin Ajun Komisaris Polisi I Kade Dwi Suryawandika, mengungkapkan autopsi ini memang perlu dilakukan, untuk mengungkap kasus ini. “Yang jelas dalam autopsi ini kita ingin mencari penyebab kematiannya,” ucapnya, singkat saat di sekitar makam.

Beberapa jam usai makam dibongkar, terungkap kondisi Nor Baiti Rahmah memang dianiaya hingga menyebabkan kematiannya. Begitu terkonfirmasi, Sat Reskrim Polres Tapin dibantu Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel atau yang dikenal sebagai macan Kalsel, segera bergerak.

Mereka mengejar pelaku bernama Maulid Akbar (Ulis). Pria 33 tahun itu adalah warga Kecamatan Tapin Utara yang tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Ulid ditangkap di Desa Batang Kulur Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pria gempal ini bersembunyi di rumah neneknya. Pada saat diamankan, tersangka berusaha untuk melawan dan melarikan diri. Tim gabungan melepaskan tembakan ke kaki Ulid.

“Tersangka akhirnya berhasil dilumpuhkan, dengan luka tembak di kaki kiri,” ujarI Kade Dwi Suryawandika yang langsung memimpin penangkapan.

Apa yang membuat Ulid tega menghabisi Ira?

Ternyata Ulid hendak melakukan aksi pencurian di rumah Nasrullah, seorang anggota DPRD Tapin, yang merupakan paman Ira. Ira berada di rumah itu sendirian dini hari itu.

Ira kemudian memergoki Ulid yang masuk ke dalam rumah lewat jendela. Ulid yang panik langsung menghantam Ira di kamar yang ada di lantai dua. Dia mengaku memukul dengan tangan.

“Dari keterangan yang didapat, tersangka panik. Lalu mengurungkan niatnya untuk mencuri dan langsung kabur lewat jendela. Karena itu, tidak ada barang yang hilang,” jelasnya.

Alasannya melakukan pencurian, menurut keterangan dari tersangka ia mengaku terlilit hutang. “Dari terlilit hutang, hingga ia nekad melakukan aksi pencurian berujung pembunuhan,” ucap I Kade Dwi Suryawandika.

Sebelumnya keluarga mendapati Ira tewas misterius di dalam kamarnya, Minggu (25/4) pagi. Gadis 17 tahun ini ditemukan tak bernyawa di rumah Nasrullah di Jalan A Yani Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

Irasempat makan sahur bersama keluarga Nasrullah,. Seisi rumah kemudian berangkat ke masjid untuk salat subuh, sementara Ira ditinggal sendiri dalam rumah.

Setelah keluarga pulang ke dalam rumah. Mereka memangil-manggil Ira namun tak ada sahutan. Abdul Hadi, seorang kerabat, kemudian mencoba masuk ke kamar Ira lewat jendela.

Betapa kagetnya ia ketika melihat Ira telah terbujur kaku dengan wajah terlilit seprai. Di wajah Ira yang diperkirakan sudah tewas saat itu terdapat luka lebam. Selain itu, telinganya juga mengeluarkan darah. Ira langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satu Sanggul. Namun, nyawanya tak bisa ditolong. (dly/ran/ema)

RANTAU – Tujuh hari waktu yang diperlukan aparat kepolisian untuk mengungkap kasus tewasnya Nor Baiti Rahmah. Cucu mantan Bupati Tapin ke-7 Ahmad Makkie itu ternyata merupakan korban pembunuhan. Sabtu (1/5) siang, sang pelaku berhasil diamankan oleh petugas dari Polres Tapin.

Sebelum mengamankan pelaku, aparat kepolisian terlebih dahulu membongkar makam gadis yang biasa dipanggil Ira itu di kubur muslimin Al Mubarak yang ada pada jalan A Yani RT 4 Kelurahan Kupang Kecamatan Tapin Utara.

Pengelola makam Al-Mubarok, Muin (71) menyaksikan hal itu. Dari Jumat (30/4) sore, pihak kepolisian telah meminta menyiapkan berbagai peralatan yang ada. Seperti menyiapkan tenda, kursi, meja, alat cuci tangan dan listrik. “Sejak puluhan tahun saya sebagai pengelola makam. Baru kali ini pembongkaran mayat dilakukan” ucapnya, memberitahukan.

Favehotel Banjarmasin

Pembongkaran dimulai sekitar pukul 08.00 Wita. Tim dari Polsek Tapin Utara dan Polres Tapin dari pagi sudah di lokasi. Terlihat juga tim INAFIS Polda Kalsel, Biddokes Polda Kalsel dan tim Forensik dari RSUD Ulin Banjarmasin yang membawa peralatan medis langsung. Suasana pembongkaran juga disaksikan oleh orang tua almarhumah.

Kasat Reskrim Polres Tapin Ajun Komisaris Polisi I Kade Dwi Suryawandika, mengungkapkan autopsi ini memang perlu dilakukan, untuk mengungkap kasus ini. “Yang jelas dalam autopsi ini kita ingin mencari penyebab kematiannya,” ucapnya, singkat saat di sekitar makam.

Beberapa jam usai makam dibongkar, terungkap kondisi Nor Baiti Rahmah memang dianiaya hingga menyebabkan kematiannya. Begitu terkonfirmasi, Sat Reskrim Polres Tapin dibantu Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel atau yang dikenal sebagai macan Kalsel, segera bergerak.

Mereka mengejar pelaku bernama Maulid Akbar (Ulis). Pria 33 tahun itu adalah warga Kecamatan Tapin Utara yang tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Ulid ditangkap di Desa Batang Kulur Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pria gempal ini bersembunyi di rumah neneknya. Pada saat diamankan, tersangka berusaha untuk melawan dan melarikan diri. Tim gabungan melepaskan tembakan ke kaki Ulid.

“Tersangka akhirnya berhasil dilumpuhkan, dengan luka tembak di kaki kiri,” ujarI Kade Dwi Suryawandika yang langsung memimpin penangkapan.

Apa yang membuat Ulid tega menghabisi Ira?

Ternyata Ulid hendak melakukan aksi pencurian di rumah Nasrullah, seorang anggota DPRD Tapin, yang merupakan paman Ira. Ira berada di rumah itu sendirian dini hari itu.

Ira kemudian memergoki Ulid yang masuk ke dalam rumah lewat jendela. Ulid yang panik langsung menghantam Ira di kamar yang ada di lantai dua. Dia mengaku memukul dengan tangan.

“Dari keterangan yang didapat, tersangka panik. Lalu mengurungkan niatnya untuk mencuri dan langsung kabur lewat jendela. Karena itu, tidak ada barang yang hilang,” jelasnya.

Alasannya melakukan pencurian, menurut keterangan dari tersangka ia mengaku terlilit hutang. “Dari terlilit hutang, hingga ia nekad melakukan aksi pencurian berujung pembunuhan,” ucap I Kade Dwi Suryawandika.

Sebelumnya keluarga mendapati Ira tewas misterius di dalam kamarnya, Minggu (25/4) pagi. Gadis 17 tahun ini ditemukan tak bernyawa di rumah Nasrullah di Jalan A Yani Kelurahan Rantau Kanan, Kecamatan Tapin Utara.

Irasempat makan sahur bersama keluarga Nasrullah,. Seisi rumah kemudian berangkat ke masjid untuk salat subuh, sementara Ira ditinggal sendiri dalam rumah.

Setelah keluarga pulang ke dalam rumah. Mereka memangil-manggil Ira namun tak ada sahutan. Abdul Hadi, seorang kerabat, kemudian mencoba masuk ke kamar Ira lewat jendela.

Betapa kagetnya ia ketika melihat Ira telah terbujur kaku dengan wajah terlilit seprai. Di wajah Ira yang diperkirakan sudah tewas saat itu terdapat luka lebam. Selain itu, telinganya juga mengeluarkan darah. Ira langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Satu Sanggul. Namun, nyawanya tak bisa ditolong. (dly/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/