alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 5 July 2022

Pecandu Narkoba Diduga Tewas Gantung Diri

BANJARBARU – Warga di Jalan Peramuan Liang Anggang Banjarbaru pada Minggu (28/3) malam dibuat geger. Seorang pria ditemukan meregang nyawa di sebuah rumahnya di Komp Citra Bangun Persada Blok C No 75 RT 14 RW 003 Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.

Saat ditemukan, pria yang identitasnya diketahui bernama AF (26) ini sudah dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya membiru dan sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Menurut keterangan kepolisian, korban diduga kuat meninggal karena gantung diri. Hal ini dikuatkan dengan adanya kain batik helai dengan posisi bergantung di TKP.

Favehotel Banjarmasin

Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Andri Hutagalung menerangkan berdasarkan data sementara pihaknya, bahwa korban memang diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Benar, berdasarkan kesimpulan dari tim Inafis dan olah TKP bahwa korban karena (diduga kuat) bunuh diri,” kata Kapolsek.

Untuk kronologis, jasad Ahmad pertama kali diketahui oleh dua saksi yang merupakan kerabat korban. Saat itu, kedua saksi ini diminta ibu dari korban untuk mengantarkan makanan.

Saat itu, kedua saksi berangkat dari wilayah Sungai Lulut Banjarmasin. Kebetulan, ibu korban yang biasa tinggal dengan AF saat itu menginap di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.

“Sekira pukul 17.30 Wita, kedua saksi tiba di rumah korban dan mengetok pintu, namun tidak ada respons. Curiga, saksi menuju bagian belakang rumah karena mencium aroma tak sedap dan banyak lalat,” cerita Kapolsek.

Setelah curiga dengan kondisi itu, kedua saksi tak ujug-ujug memeriksa rumah yang terkunci. Mereka kata Kapolsek terlebih dahulu menghubungi kakak ipar korban, sekaligus menginformasikan kepada warga sekitar.

“Sekitar pukul 20.00 Wita, rumah korban didobrak. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia dalam kondisi terlentang di atas ranjang disertai bagian tubuh yang bengkak dan membiru. Tak lama, warga menghubungi kita atas temuan ini,” kata Kapolsek.

Adapun soal mengapa posisi korban ditemukan terlentang di ranjang. Andri mengatakan jika kain batik yang semula digunakan untuk menggantung diri tidak kuat dan putus.

Meski penyebab korban meninggal sudah diketahui yakni diduga kuat gantung diri. Namun motif atau alasan korban sampai gantung diri kata Kapolsek masih tak bisa dipastikan.

“Untuk apa motifnya kita masih dalami dari para saksi. Namun berdasarkan kesaksian keluarga korban, bahwa yang bersangkutan juga seorang pecandu narkoba, soal ada hubungannya atau tidak kita masih dalami,” pungkas Kapolsek. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Warga di Jalan Peramuan Liang Anggang Banjarbaru pada Minggu (28/3) malam dibuat geger. Seorang pria ditemukan meregang nyawa di sebuah rumahnya di Komp Citra Bangun Persada Blok C No 75 RT 14 RW 003 Kelurahan Landasan Ulin Tengah, Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru.

Saat ditemukan, pria yang identitasnya diketahui bernama AF (26) ini sudah dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya membiru dan sudah mengeluarkan aroma tak sedap.

Menurut keterangan kepolisian, korban diduga kuat meninggal karena gantung diri. Hal ini dikuatkan dengan adanya kain batik helai dengan posisi bergantung di TKP.

Favehotel Banjarmasin

Kapolsek Banjarbaru Barat, Kompol Andri Hutagalung menerangkan berdasarkan data sementara pihaknya, bahwa korban memang diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

“Benar, berdasarkan kesimpulan dari tim Inafis dan olah TKP bahwa korban karena (diduga kuat) bunuh diri,” kata Kapolsek.

Untuk kronologis, jasad Ahmad pertama kali diketahui oleh dua saksi yang merupakan kerabat korban. Saat itu, kedua saksi ini diminta ibu dari korban untuk mengantarkan makanan.

Saat itu, kedua saksi berangkat dari wilayah Sungai Lulut Banjarmasin. Kebetulan, ibu korban yang biasa tinggal dengan AF saat itu menginap di wilayah Sungai Lulut Banjarmasin.

“Sekira pukul 17.30 Wita, kedua saksi tiba di rumah korban dan mengetok pintu, namun tidak ada respons. Curiga, saksi menuju bagian belakang rumah karena mencium aroma tak sedap dan banyak lalat,” cerita Kapolsek.

Setelah curiga dengan kondisi itu, kedua saksi tak ujug-ujug memeriksa rumah yang terkunci. Mereka kata Kapolsek terlebih dahulu menghubungi kakak ipar korban, sekaligus menginformasikan kepada warga sekitar.

“Sekitar pukul 20.00 Wita, rumah korban didobrak. Saat dicek, ternyata korban sudah meninggal dunia dalam kondisi terlentang di atas ranjang disertai bagian tubuh yang bengkak dan membiru. Tak lama, warga menghubungi kita atas temuan ini,” kata Kapolsek.

Adapun soal mengapa posisi korban ditemukan terlentang di ranjang. Andri mengatakan jika kain batik yang semula digunakan untuk menggantung diri tidak kuat dan putus.

Meski penyebab korban meninggal sudah diketahui yakni diduga kuat gantung diri. Namun motif atau alasan korban sampai gantung diri kata Kapolsek masih tak bisa dipastikan.

“Untuk apa motifnya kita masih dalami dari para saksi. Namun berdasarkan kesaksian keluarga korban, bahwa yang bersangkutan juga seorang pecandu narkoba, soal ada hubungannya atau tidak kita masih dalami,” pungkas Kapolsek. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/