alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Kedai Teh di Tengah Serbuan Kedai Kopi: Paling Favorit Rasa Nusantara

Anda tak suka kopi? Teh bisa menjadi solusi. Tak suka minuman panas? Kalau begitu es teh saja.

— Oleh: MAULANA, Banjarmasin

KEDAI teh ini berada di Jalan Kinibal Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah. Persis di seberang lapangan tenis di Kompleks Pelajar Mulawarman.

Favehotel Banjarmasin

Diberi nama Es-Teh Indonesia Kebun Kinibalu. Ketika penulis menyambanginya, kemarin (28/3), suasananya cukup nyaman untuk bersantai.

“Karena di Banjarmasin, jumlah kedai teh masih sangat sedikit, kata sang pemilik, Ita Wijaya.

Dia yakin, pencinta teh juga berhak untuk menyesap tehnya di sebuah kedai bersama kawan, kekasih atau keluarganya.

“Saya pikir, Banjarmasin perlu sesuatu yang baru. Tren kopi kami coba geser ke teh,” tambahnya.

Dari buku menunya, ada 18 varian teh. Tentu saja, produk signature-nya adalah teh original Kinibalu.

“Tapi kalau yang favorit pengunjung adalah es teh Nusantara dan rasa taro. Yang pakai bronze sugar juga banyak dipesan,” sebut Ita.

Persoalannya, apa tak repot membuka kedai di tengah pandemi?

Ita menjawab, utamanya mereka melayani take away. Tapi kalau mau minum di tempat, disediakan pula tempat duduk. “Pastinya dengan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Ketika penulis sedang meminum teh di sana, ternyata ada Komandan Koramil 1007-03/Banjarmasin Barat, Mayor Czi Tandra Wideru.

Dia mengingatkan pentingnya kesadaran bahwa pandemi belum berlalu. “Protokol wajib diperhatikan. Kalau tidak, penularan COVID-19 bakal semakin bertambah,” pesannya. (at/fud)

Anda tak suka kopi? Teh bisa menjadi solusi. Tak suka minuman panas? Kalau begitu es teh saja.

— Oleh: MAULANA, Banjarmasin

KEDAI teh ini berada di Jalan Kinibal Kelurahan Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah. Persis di seberang lapangan tenis di Kompleks Pelajar Mulawarman.

Favehotel Banjarmasin

Diberi nama Es-Teh Indonesia Kebun Kinibalu. Ketika penulis menyambanginya, kemarin (28/3), suasananya cukup nyaman untuk bersantai.

“Karena di Banjarmasin, jumlah kedai teh masih sangat sedikit, kata sang pemilik, Ita Wijaya.

Dia yakin, pencinta teh juga berhak untuk menyesap tehnya di sebuah kedai bersama kawan, kekasih atau keluarganya.

“Saya pikir, Banjarmasin perlu sesuatu yang baru. Tren kopi kami coba geser ke teh,” tambahnya.

Dari buku menunya, ada 18 varian teh. Tentu saja, produk signature-nya adalah teh original Kinibalu.

“Tapi kalau yang favorit pengunjung adalah es teh Nusantara dan rasa taro. Yang pakai bronze sugar juga banyak dipesan,” sebut Ita.

Persoalannya, apa tak repot membuka kedai di tengah pandemi?

Ita menjawab, utamanya mereka melayani take away. Tapi kalau mau minum di tempat, disediakan pula tempat duduk. “Pastinya dengan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Ketika penulis sedang meminum teh di sana, ternyata ada Komandan Koramil 1007-03/Banjarmasin Barat, Mayor Czi Tandra Wideru.

Dia mengingatkan pentingnya kesadaran bahwa pandemi belum berlalu. “Protokol wajib diperhatikan. Kalau tidak, penularan COVID-19 bakal semakin bertambah,” pesannya. (at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/