alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Jadwal Berubah, Vaksinasi Jurnalis pun Tertunda

BANJARMASIN – Jadwal vaksinasi dosis kedua yang rencananya digelar pada 26-27 Maret oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel pun terpaksa ditunda.

Padahal, vaksinasi itu menyasar ratusan jurnalis yang bekerja di Banjarmasin.

Penundaan itu masih terkait surat edaran Dinas Kesehatan Banjarmasin pada 24 Maret lalu. Merespons perubahan interval vaksinasi dari Dirjen P2P Kementerian Kesehatan.

Favehotel Banjarmasin

Intinya, interval yang semula 14 hari untuk orang dewasa, disamakan dengan lansia menjadi 28 hari. Tujuannya, agar vaksinasi yang menyasar populasi itu bisa digelar bersamaan.

Alhasil, reporter dan editor yang sebelumnya menerima dosis pertama pada 10-12 Maret lalu harus bersabar.

“Instruksi terbaru Kemenkes, jarak antara vaksin pertama dengan yang kedua ditambah dua pekan,” ungkapnya, kemarin (26/3).

Menanggapi itu, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menekankan, dia manut saja dengan aturan pusat tersebut. “Kan untuk memaksimalkan pembentukan antibodi dari vaksin tahap pertama,” ujarnya.

Tapi salah seorang jurnalis media daring, M Fudail menyayangkannya. Karena ia mengaku sudah menyiapkan fisiknya. Apalagi pemberitahuannya agak mendadak. “Sampai tidur lebih cepat dari waktu yang biasanya tadi malam,” ucapnya.

Kendati begitu, baginya ini bukan masalah besar. Asalkan nanti bisa memperoleh dosis kedua. “Bersabar sedikit tidak apa-apa. Toh untuk kepentingan bersama,” timpalnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Jadwal vaksinasi dosis kedua yang rencananya digelar pada 26-27 Maret oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel pun terpaksa ditunda.

Padahal, vaksinasi itu menyasar ratusan jurnalis yang bekerja di Banjarmasin.

Penundaan itu masih terkait surat edaran Dinas Kesehatan Banjarmasin pada 24 Maret lalu. Merespons perubahan interval vaksinasi dari Dirjen P2P Kementerian Kesehatan.

Favehotel Banjarmasin

Intinya, interval yang semula 14 hari untuk orang dewasa, disamakan dengan lansia menjadi 28 hari. Tujuannya, agar vaksinasi yang menyasar populasi itu bisa digelar bersamaan.

Alhasil, reporter dan editor yang sebelumnya menerima dosis pertama pada 10-12 Maret lalu harus bersabar.

“Instruksi terbaru Kemenkes, jarak antara vaksin pertama dengan yang kedua ditambah dua pekan,” ungkapnya, kemarin (26/3).

Menanggapi itu, Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie menekankan, dia manut saja dengan aturan pusat tersebut. “Kan untuk memaksimalkan pembentukan antibodi dari vaksin tahap pertama,” ujarnya.

Tapi salah seorang jurnalis media daring, M Fudail menyayangkannya. Karena ia mengaku sudah menyiapkan fisiknya. Apalagi pemberitahuannya agak mendadak. “Sampai tidur lebih cepat dari waktu yang biasanya tadi malam,” ucapnya.

Kendati begitu, baginya ini bukan masalah besar. Asalkan nanti bisa memperoleh dosis kedua. “Bersabar sedikit tidak apa-apa. Toh untuk kepentingan bersama,” timpalnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/