alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Jembatan Sungai Salim Diminta Rampung April

MARTAPURA – Pembangunan Jembatan Sungai Salim di Jalan A Yani Km 55 hingga kini belum rampung. Rusak karena diterjang banjir awal Januari 2021 tadi, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA meminta agar proyek ini segera diselesaikan.

“Kami minta pengerjaannya dipercepat, kalau sesuai jadwal bulan Mei, tapi kami minta 15 April bisa diselesaikan,” pinta Safrizal.

Sambil menunggu jembatan rampung, saat ini kendaraan yang melintas di sana memanfaatkan jembatan bailey yang dipasang oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BJPN).

Favehotel Banjarmasin

Sayangnya, karena kapasitas jembatan bailey yang kecil membuat kendaraan harus bergantian melintas. Sehingga, seringkali mengakibatkan kemacetan.

Hal ini yang membuat Pj Gubernur Kalsel meminta agar pembangunan jembatan terletak di perbatasan Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman dan Desa Banua Anyar Danau Salak Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar itu segera rampung.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal juga meminta supaya masyarakat bersabar saat melintas di jembatan bailey yang saat ini menggunakan sistem buka tutup.

Sementara itu, perwakilan Konsultan Pengawas Pembangunan Jembatan Sungai Salim, Lasmiyanto menuturkan bahwa progres pembangunan jembatan saat ini sudah mencapai 50 persen.

“Pengerjaan saat ini meliputi pondasi, pemasangan sheet pile dan pemasangan rangka baja,” tuturnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus berupaya agar pembangunan Jembatan selesai tepat waktu. Sehingga, bisa segera mengurangi kemacetan di sepanjang Jalan A Yani Km 55.

Di sisi lain, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Yasin Toyib mengungkapkan, Jembatan Sungai Salim merupakan akses vital bagi kendaraan dari Banjarmasin menuju Banua Anam.

“Jembatan itu juga jadi kunci kemacetan di Desa Gampa Asahi, Batola. Kalau jembatan rampung dibangun, maka tidak ada lagi kemacetan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, di Desa Gampa Asahi terjadi kemacetan lantaran saat ini menjadi akses satu-satunya bagi truk besar yang ingin ke Banua Anam. “Karena lewat sana bisa tembus ke Margasari, Tapin. Nanti kalau jembatan selesai, truk bisa lagi lewat Jalan A Yani. Tidak lagi lewat sana,” jelasnya. (ris/ran/ema)

MARTAPURA – Pembangunan Jembatan Sungai Salim di Jalan A Yani Km 55 hingga kini belum rampung. Rusak karena diterjang banjir awal Januari 2021 tadi, Penjabat Gubernur Kalimantan Selatan Safrizal ZA meminta agar proyek ini segera diselesaikan.

“Kami minta pengerjaannya dipercepat, kalau sesuai jadwal bulan Mei, tapi kami minta 15 April bisa diselesaikan,” pinta Safrizal.

Sambil menunggu jembatan rampung, saat ini kendaraan yang melintas di sana memanfaatkan jembatan bailey yang dipasang oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BJPN).

Favehotel Banjarmasin

Sayangnya, karena kapasitas jembatan bailey yang kecil membuat kendaraan harus bergantian melintas. Sehingga, seringkali mengakibatkan kemacetan.

Hal ini yang membuat Pj Gubernur Kalsel meminta agar pembangunan jembatan terletak di perbatasan Desa Bawahan Pasar, Kecamatan Mataraman dan Desa Banua Anyar Danau Salak Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar itu segera rampung.

Pj Gubernur Kalsel Safrizal juga meminta supaya masyarakat bersabar saat melintas di jembatan bailey yang saat ini menggunakan sistem buka tutup.

Sementara itu, perwakilan Konsultan Pengawas Pembangunan Jembatan Sungai Salim, Lasmiyanto menuturkan bahwa progres pembangunan jembatan saat ini sudah mencapai 50 persen.

“Pengerjaan saat ini meliputi pondasi, pemasangan sheet pile dan pemasangan rangka baja,” tuturnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terus berupaya agar pembangunan Jembatan selesai tepat waktu. Sehingga, bisa segera mengurangi kemacetan di sepanjang Jalan A Yani Km 55.

Di sisi lain, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Yasin Toyib mengungkapkan, Jembatan Sungai Salim merupakan akses vital bagi kendaraan dari Banjarmasin menuju Banua Anam.

“Jembatan itu juga jadi kunci kemacetan di Desa Gampa Asahi, Batola. Kalau jembatan rampung dibangun, maka tidak ada lagi kemacetan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, di Desa Gampa Asahi terjadi kemacetan lantaran saat ini menjadi akses satu-satunya bagi truk besar yang ingin ke Banua Anam. “Karena lewat sana bisa tembus ke Margasari, Tapin. Nanti kalau jembatan selesai, truk bisa lagi lewat Jalan A Yani. Tidak lagi lewat sana,” jelasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/