alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Pertajam PPKM Mikro Hingga ke Tingkat RT/RW

PELAIHARI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 06 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan.

Hal tersebut dikatakan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, saat memimpin Rapat Perpanjangan PPKM mikro melalui Zoom Meeting, Senin (22/3).

Awalnya, Kalimantan Selatan bukan menjadi wilayah yang diprioritaskan untuk menerapkan PPKM mikro seperti di Pulau Jawa dan Bali. Namun karena kasus Covid-19 semakin bertambah membuat Kalimantan Selatan juga menjadi prioritas PPKM mikro untuk menanggulangi kasus Covid-19 yang semakin bertambah. “Kalsel sekarang menjadi provinsi prioritas pelaksanaan PPKM mikro bersama empat provinsi lainnya,” ucap Safrizal.

Favehotel Banjarmasin

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman saat dimintai keterangan selepas mengikuti Zoom Meeting yang dipimpin Pj Gubernur di ruang kerjanya mengatakan untuk PPKM di Tanah Laut sendiri sudah melaksanakan sebelum ada Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa Kalimatan Selatan menjadi Provinsi prioritas PPKM Mikro. Dengan ditetapkannya status diperpanjang ini membuat PPKM di Tanah Laut akan menjadi lebih tajam dikarenakan seluruh desa akan membuat posko PPKM mikro.
“Nantinya apabila sudah ada posko di seluruh desa maka akan dipertajam hingga ke tingkat RT dan RW,” ucap Abdi.

Nantinya apabila posko PPKM mikro sudah ada hingga ke tingkat RT dan RW maka ada zona-zona tersendiri yang menandakan tingkat penularan Covid-19. Sehingga akan ada  pembatasan kegiatan warga serta perlakuan terhadap warga baik itu fasilitas umum, tempat ibadah maupun kegiatan sosial lainnya.

“Tetapi untuk kegiatan yang bersifat ekonomi akan tetap berjalan normal seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan,” terangnya

Abdi mengatakan kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan seperti 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir) menjadi skala prioritas untuk kembali diingatkan dan  diterapkan untuk selalu dilaksanakan. Sehingga penularan Covid-19 bisa diatasi, pemerintah juga terus melaksanakan kegiatan seperti razia masker ataupun pembatasan dan pembubaran kerumunan agar Covid-19 di Tanah Laut bisa segera diatasi.

Dalam kegiatan tersebut turut berhadir menyaksikan Zoom Meeting, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut H Dahnial Kifli, Asisten Bidang Pemerintahan  Bambang Kusudarisman, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hairin dan perwakilan SKPD terkait. (Prokopim/mr-156/al/ram)

PELAIHARI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 06 tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa dan Kelurahan.

Hal tersebut dikatakan Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA, saat memimpin Rapat Perpanjangan PPKM mikro melalui Zoom Meeting, Senin (22/3).

Awalnya, Kalimantan Selatan bukan menjadi wilayah yang diprioritaskan untuk menerapkan PPKM mikro seperti di Pulau Jawa dan Bali. Namun karena kasus Covid-19 semakin bertambah membuat Kalimantan Selatan juga menjadi prioritas PPKM mikro untuk menanggulangi kasus Covid-19 yang semakin bertambah. “Kalsel sekarang menjadi provinsi prioritas pelaksanaan PPKM mikro bersama empat provinsi lainnya,” ucap Safrizal.

Favehotel Banjarmasin

Wakil Bupati Tanah Laut Abdi Rahman saat dimintai keterangan selepas mengikuti Zoom Meeting yang dipimpin Pj Gubernur di ruang kerjanya mengatakan untuk PPKM di Tanah Laut sendiri sudah melaksanakan sebelum ada Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa Kalimatan Selatan menjadi Provinsi prioritas PPKM Mikro. Dengan ditetapkannya status diperpanjang ini membuat PPKM di Tanah Laut akan menjadi lebih tajam dikarenakan seluruh desa akan membuat posko PPKM mikro.
“Nantinya apabila sudah ada posko di seluruh desa maka akan dipertajam hingga ke tingkat RT dan RW,” ucap Abdi.

Nantinya apabila posko PPKM mikro sudah ada hingga ke tingkat RT dan RW maka ada zona-zona tersendiri yang menandakan tingkat penularan Covid-19. Sehingga akan ada  pembatasan kegiatan warga serta perlakuan terhadap warga baik itu fasilitas umum, tempat ibadah maupun kegiatan sosial lainnya.

“Tetapi untuk kegiatan yang bersifat ekonomi akan tetap berjalan normal seperti biasa dengan mematuhi protokol kesehatan,” terangnya

Abdi mengatakan kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan seperti 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir) menjadi skala prioritas untuk kembali diingatkan dan  diterapkan untuk selalu dilaksanakan. Sehingga penularan Covid-19 bisa diatasi, pemerintah juga terus melaksanakan kegiatan seperti razia masker ataupun pembatasan dan pembubaran kerumunan agar Covid-19 di Tanah Laut bisa segera diatasi.

Dalam kegiatan tersebut turut berhadir menyaksikan Zoom Meeting, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Laut H Dahnial Kifli, Asisten Bidang Pemerintahan  Bambang Kusudarisman, Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Hairin dan perwakilan SKPD terkait. (Prokopim/mr-156/al/ram)

Most Read

Artikel Terbaru

/