alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

BRUK..! Setengah Badan Mobil ini Sudah "Berenang"

BANJARMASIN – Bruk!! Abdi, warga Jalan Ahmad Yani km 6 Gang Marina, seketika berlari mendatangi arah bunyi tersebut.

Tak disangka, mendekati tengah malam, Sabtu (20/3), sebuah mobil nyemplung ke sungai. Setengah badan mobil dengan nopol DA 1411 JE itu sudah “berenang”.

“Kalau tak salah ingat, ada lima atau enam penumpang. Termasuk anak kecil. Syukur semuanya bisa dikeluarkan dan selamat,” kisah Abdi.

Favehotel Banjarmasin

Cerita penumpang, Heri, ia dan keluarganya hendak mampir ke ATM di samping ritel.

Apesnya, sopir tak menyadari, separuh jembatan sudah hilang lantaran dibongkar. Dibongkar sejak gencarnya program normalisasi sungai oleh Pemko Banjarmasin.

“Soalnya tak ada tanda garis pembatas, mas. Pas hendak memarkir di samping mobil putih di situ, tahu-tahu sudah tercebur,” kisahnya.

Dari lima penumpang, termasuk anak kecil, Heri bersyukur tak ada yang cedera.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, sampai Minggu (21/3) jam 3 dini hari, mobil itu belum juga dievakuasi.

Heri sudah menghubungi mobil derek, tapi tak ada beroperasi pada waktu selarut itu. “Kami telepon hotline Dishub juga tak ada yang mengangkat,” tukasnya.

Sebuah truk tangki coba menarik, tapi berapa kali dicoba, nihil.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Satgas Normalisasi Sungai, Doyo Pudjadi akan meminta pemilik jembatan bangunan gedung (JBG) yang telah dibongkar untuk memberi marka pembatas.

Tujuannya, agar insiden serupa tak terulang. Ditekannya, peristiwa itu sifatnya kasuistik sekali. “Warga juga berhati-hati saat mengemudi,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin tersebut. (war/at/fud)

BANJARMASIN – Bruk!! Abdi, warga Jalan Ahmad Yani km 6 Gang Marina, seketika berlari mendatangi arah bunyi tersebut.

Tak disangka, mendekati tengah malam, Sabtu (20/3), sebuah mobil nyemplung ke sungai. Setengah badan mobil dengan nopol DA 1411 JE itu sudah “berenang”.

“Kalau tak salah ingat, ada lima atau enam penumpang. Termasuk anak kecil. Syukur semuanya bisa dikeluarkan dan selamat,” kisah Abdi.

Favehotel Banjarmasin

Cerita penumpang, Heri, ia dan keluarganya hendak mampir ke ATM di samping ritel.

Apesnya, sopir tak menyadari, separuh jembatan sudah hilang lantaran dibongkar. Dibongkar sejak gencarnya program normalisasi sungai oleh Pemko Banjarmasin.

“Soalnya tak ada tanda garis pembatas, mas. Pas hendak memarkir di samping mobil putih di situ, tahu-tahu sudah tercebur,” kisahnya.

Dari lima penumpang, termasuk anak kecil, Heri bersyukur tak ada yang cedera.

Pantauan Radar Banjarmasin di lokasi, sampai Minggu (21/3) jam 3 dini hari, mobil itu belum juga dievakuasi.

Heri sudah menghubungi mobil derek, tapi tak ada beroperasi pada waktu selarut itu. “Kami telepon hotline Dishub juga tak ada yang mengangkat,” tukasnya.

Sebuah truk tangki coba menarik, tapi berapa kali dicoba, nihil.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Satgas Normalisasi Sungai, Doyo Pudjadi akan meminta pemilik jembatan bangunan gedung (JBG) yang telah dibongkar untuk memberi marka pembatas.

Tujuannya, agar insiden serupa tak terulang. Ditekannya, peristiwa itu sifatnya kasuistik sekali. “Warga juga berhati-hati saat mengemudi,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin tersebut. (war/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/