alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Pol PP ‘Geruduk’ BPKAD, Pertanyakan Anggaran yang Dipangkas

BANJARBARU – Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba puluhan petugas Satpol PP Banjarbaru menggeruduk Balai Kota Banjarbaru pada Selasa (10/3) siang. Dengan seragam lengkap, mereka berniat menyampaikan aspirasi dan keluhannya terkait alokasi anggaran.

Usut punya usut, rupanya para aparat penegak Perda ini mengeluh karena adanya kebijakan pemangkasan anggaran di tahun 2021 ini. Dalam hal ini lebih tepatnya soal kebijakan refocusing anggaran.

Memang sebelumnya, Pemko Banjarbaru memastikan bahwa ada refocusing anggaran di tiap-tiap SKPD di lingkup Pemko Banjarbaru. Hal ini merupakan arahan dan kebijakan pemerintah pusat. Refocusing sendiri dimaksudkan guna penanganan pandemi Covid-19 serta menyukseskan pelaksanaan vaksinasi.

Favehotel Banjarmasin

Tujuan puluhan petugas Satpol PP Banjarbaru ini adalah ruangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru. Mereka pun ditemui oleh pegawai BPKAD Banjarbaru.

Diutarakan oleh Kasi Limnas Satpol PP Banjarbaru, Rudiansyah Azhar. Mereka mengeluhkan lantaran anggaran untuk kegiatan mereka di tahun ini ikut dipangkas. Dalam hal ini katanya kegiatan seperti patroli rutin dalam menegakkan Perda.

“Kalau itu dipangkas, kami mau makan apa. Anggaran untuk perjalanan dinas ini penting bagi kami,” kata Rudiansyah seraya menyebut bahwa selama ini alokasi anggaran perjalanan dinas di Satpol PP dipergunakan untuk kegiatan patroli rutin.

Memang, Pemko sebelumnya telah menetapkan refocusing anggaran sebesaf Rp 14 miliar dari total Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2021 sebesar Rp 425 miliar. Pemangkasan ini mayoritasnya adalah kegiatan perjalanan dinas di setiap SKPD. 

Turut diklaim Rudiansyah, keluhan rekan-rekannya ini bertambah lantaran belum ada pencairan insentif oleh Pemko Banjarbaru. Makanya pihaknya menilai bahwa anggaran untuk Satpol PP Banjarbaru sangat minim, sedangkan pekerjaan mereka intens termasuk penegakan prokes di lapangan atau patroli ketika PPKM.

“Dari bulan Januari sampai Maret (insentif) belum dicairkan. Terus bagaimana kami menjalankan kegiatan patroli. Kami hanya bergantung pada anggaran perjalanan daerah itu,” curhatnya.

Dikonfirmasi secara terpisah terkait hal ini, Kepala Satuan Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman mengaku bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya spontan. Bahkan ia sendiri tak mengetahui soal rencana mereka mendatangi balai kota.

“Kita akan memberi penjelasan terkait refocusing kepada anggota setelah berkoorinasi dengan BPKAD Kota Banjarbaru,” ujar Marhain ketika dikonfirmasi. (rvn/bin/ema) 

BANJARBARU – Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba puluhan petugas Satpol PP Banjarbaru menggeruduk Balai Kota Banjarbaru pada Selasa (10/3) siang. Dengan seragam lengkap, mereka berniat menyampaikan aspirasi dan keluhannya terkait alokasi anggaran.

Usut punya usut, rupanya para aparat penegak Perda ini mengeluh karena adanya kebijakan pemangkasan anggaran di tahun 2021 ini. Dalam hal ini lebih tepatnya soal kebijakan refocusing anggaran.

Memang sebelumnya, Pemko Banjarbaru memastikan bahwa ada refocusing anggaran di tiap-tiap SKPD di lingkup Pemko Banjarbaru. Hal ini merupakan arahan dan kebijakan pemerintah pusat. Refocusing sendiri dimaksudkan guna penanganan pandemi Covid-19 serta menyukseskan pelaksanaan vaksinasi.

Favehotel Banjarmasin

Tujuan puluhan petugas Satpol PP Banjarbaru ini adalah ruangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Banjarbaru. Mereka pun ditemui oleh pegawai BPKAD Banjarbaru.

Diutarakan oleh Kasi Limnas Satpol PP Banjarbaru, Rudiansyah Azhar. Mereka mengeluhkan lantaran anggaran untuk kegiatan mereka di tahun ini ikut dipangkas. Dalam hal ini katanya kegiatan seperti patroli rutin dalam menegakkan Perda.

“Kalau itu dipangkas, kami mau makan apa. Anggaran untuk perjalanan dinas ini penting bagi kami,” kata Rudiansyah seraya menyebut bahwa selama ini alokasi anggaran perjalanan dinas di Satpol PP dipergunakan untuk kegiatan patroli rutin.

Memang, Pemko sebelumnya telah menetapkan refocusing anggaran sebesaf Rp 14 miliar dari total Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun 2021 sebesar Rp 425 miliar. Pemangkasan ini mayoritasnya adalah kegiatan perjalanan dinas di setiap SKPD. 

Turut diklaim Rudiansyah, keluhan rekan-rekannya ini bertambah lantaran belum ada pencairan insentif oleh Pemko Banjarbaru. Makanya pihaknya menilai bahwa anggaran untuk Satpol PP Banjarbaru sangat minim, sedangkan pekerjaan mereka intens termasuk penegakan prokes di lapangan atau patroli ketika PPKM.

“Dari bulan Januari sampai Maret (insentif) belum dicairkan. Terus bagaimana kami menjalankan kegiatan patroli. Kami hanya bergantung pada anggaran perjalanan daerah itu,” curhatnya.

Dikonfirmasi secara terpisah terkait hal ini, Kepala Satuan Pol PP Banjarbaru, Marhain Rahman mengaku bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya spontan. Bahkan ia sendiri tak mengetahui soal rencana mereka mendatangi balai kota.

“Kita akan memberi penjelasan terkait refocusing kepada anggota setelah berkoorinasi dengan BPKAD Kota Banjarbaru,” ujar Marhain ketika dikonfirmasi. (rvn/bin/ema) 

Most Read

Artikel Terbaru

/