alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Ternyata, Virus Corona Jenis Baru Sempat Masuk Banua

BANJARBARU – Belum mampu melawan Covid-19, Banua harus dihadapkan dengan corona jenis lain. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membeberkan ada satu warga Kalimantan Selatan yang tertular Corona B117.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim membeberkan yang bersangkutan adalah seorang perempuan berusia 46 tahun dengan inisial LM. Dia bukan orang Kalsel. Hanya pendatang dari Pulau Jawa. “LM sudah pulang ke Bandung, Jawa Barat tempat tinggalnya di sana,” beber Muslim kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu bercerita, LM tiba di bulan September tahun 2020 lalu dengan tujuan Kabupaten Tapin. Kedatangannya tak lain mendatangi sang suami yang bekerja di sana. Cukup lama LM berada di Tapin sampai dia ketahuan terpapar Covid-19.

Favehotel Banjarmasin

Statusnya baru ketahuan pada 5 Januari, saat itu LM ingin pulang kembali ke Bandung, Jawa Barat. Sebelum berangkat dengan pesawat terbang, dia melakukan pemeriksaan rapid antigen, yang hasilnya reaktif.

Usai diketahui reaktif, LM kembali melakukan tes Swab PCR pada 6 Januari. Saat hasilnya keluar sehari kemudian, dia ternyata positif Covid-19. “Ketahuan positif Covid-19 ketika di Banjarbaru usai melakukan rapid tes dengan dilanjutkan tes PCR,” ungkapnya.

Ketika diketahui positif Covid-19, LM langsung dirawat di salah satu rumah sakit di Banjarbaru. Namun, karena diketahui tak bergejala, LM hanya melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah kontrakan di Banjarbaru. “Dia tak pulang ke Tapin, tapi isolasi mandiri di Banjarbaru,” kata Muslim.

Seiring berjalan, tepatnya pada 18 Februari, LM pulang ke Bandung setelah mengantongi hasil negatif rapid antigen sehari sebelumnya. “Setelah itu kami tak tahu lagi dan baru mendapat kabar dia terpapar virus Corona B117 dari Kemenkes,” sebutnya.

Lalu bagaiman sampai ketahuan LM terpapar virus Corona B117 ini? Muslim menerangkan, hasil pengecekan dari semua pasien yang terpapar Covid-19, rutin dikirim ke Jakarta. Tujuannya untuk mengetahui varian dari virus Covid-19.

Nah dari hasil di Jakarta tersebut ketahuan ada kasus ini di Kalsel. “Kami tak tahu dia terpapar mulai mana. Entah sebelum tiba ke Kalsel atau waktu di Tapin atau pada saat di Banjarbaru,” katanya.

Muslim memastikan, semua kontak erat yang pernah berkontak dengan LM, termasuk suaminya sudah dilakukan trecking dan hasilnya negatif. “Totalnya ada 65 orang yang ditelusuri saat itu. Tapi semua kontak erat, kembali dilakukan penelusuran, termasuk travel saat dia berangkat dari Tapin ke Banjarbaru,” tandasnya.

Informasi masuknya Corona B117 di Banua dibenarkan Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA. Dia menyampaikan bahwa kabar ini datang dari Balitbangkes.

Akan tetapi dia menekankan, adanya virus baru ini jangan sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Yang terpenting menurutnya warga lebih memperketat protokol kesehatan.

“Karenanya kita harus waspada tetap 3M, 4M, 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, jangan terlalu berkerumun, dan mobilitas dikurangi,” runutnya.

Apabila disiplin menerapkan prokes secara ketat dijalankan, Safrizal meyakini warga Kalsel siap menghadapi Corona B117. “Kalau kita siap. Maka virus B117 itu akan kita hadapi dengan kesiapan dan Kalsel diberikan kekuatan untuk menghadapi semua,” katanya

Kasus ini, lanjutnya, belum terdeteksi menimbulkan klaster penularan. Pemerintah sudah berupaya melakukan pelacakan melalui 3T: testing, tracking dan treatment dalam upaya penanganan Covid-19.

“Salah satunya dengan rapid antigen. Semua suspek sudah ditracking oleh Kemenkes dan belum ada tanda-tanda membuat klaster baru. Mudah-mudahan kita terus terlindungi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membeberkan ada penemuan empat kasus baru mutasi virus corona B117 di Indonesia.

Jumlah tersebut di luar dua kasus yang sebelumnya ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Temuan didapatkan dalam kurun Januari hingga Februari 2021.

“Hasil kerja lab Kemenkes dengan Kemenristek/BRIN sudah menemukan 4 lagi terkonfirmasi (kasus B117). (satu) di Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Januari. Satu juga di Kalimantan Selatan 6 Januari, satu juga di Balikpapan, Kalimantan Timur dari 12 Februari. Ke-empat di Medan, Sumatera Utara 28 Januari,” paparnya.

Budi menambahkan, kasus ditemukan setelah Kemenkes melakukan pemeriksaan genome sequencing terhadap keempat orang tersebut. Dan hasilnya ditemukan keempat warga positif virus corona B117.

Namun begitu, menurut Budi, keempat kasus itu sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari isolasi. Dirinya memastikan, Kemenkes tengah melacak kontak erat dari masing-masing kasus.

Sebelumnya, kasus terkonfirmasi B117 pertama ditemukan pada dua warga Karawang yang merupakan pekerja migran dari Saudi Arabia. Keduanya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021.

Dua warga Kabupaten Karawang berinisial M dan A itu terdeteksi terpapar mutasi virus corona B117.

M lebih dahulu tiba menggunakan pesawat Qatar Airways di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Januari. Sementara A yang menaiki pesawat Garuda Indonesia mendarat 31 Januari 2021.

Pemerintah mengumumkan penemuan varian baru virus corona B117 asal Inggris tersebut berselang sebulan atau pada awal Maret 2020.

Varian baru itu ditemukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS).

Sampel paling banyak diambil dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Gunadi Sadikin memperkirakan mutasi virus telah masuk ke Indonesia sejak beberapa waktu lalu sebelum ditemukan. Sebab, beberapa negara ASEAN telah mengonfirmasi temuan varian baru B117 sejak Desember 2020. (ris/mof/ran/ema)

FAKTA MUTASI COVID-19 ke B117

Mutasi virus corona B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Inggris, saat ini sudah masuk ke Indonesia. Hal itu terungkap dari dua ratusan sampel Covid-19 yang diperiksa di tanah air.

– Lebih Menular
Ilmuwan menyatakan varian baru B117 30 hingga 70 persen lebih menular dari virus corona Wuhan.

– Menyebar di 94 Negara
B117 pertama muncul di Inggris 20 September 2020. Kini sudah tersebar di 94 negara dengan 92 juta kasus.

– Alami Banyak Mutasi
Mutasi membuat Covid-19 lebih mudah menular karena terbukti mengolah sel lonjakan (spike protein) virus corona sehingga lebih mudah masuk ke dalam sel manusia.

– Masih Ampuh dengan Vaksin
Vaksin Moderna, Pfizer dan Novavax mengklaim efektif 86-95 persen terhadap virus B117.

BANJARBARU – Belum mampu melawan Covid-19, Banua harus dihadapkan dengan corona jenis lain. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membeberkan ada satu warga Kalimantan Selatan yang tertular Corona B117.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kalsel, M Muslim membeberkan yang bersangkutan adalah seorang perempuan berusia 46 tahun dengan inisial LM. Dia bukan orang Kalsel. Hanya pendatang dari Pulau Jawa. “LM sudah pulang ke Bandung, Jawa Barat tempat tinggalnya di sana,” beber Muslim kemarin.

Kepala Dinas Kesehatan Kalsel itu bercerita, LM tiba di bulan September tahun 2020 lalu dengan tujuan Kabupaten Tapin. Kedatangannya tak lain mendatangi sang suami yang bekerja di sana. Cukup lama LM berada di Tapin sampai dia ketahuan terpapar Covid-19.

Favehotel Banjarmasin

Statusnya baru ketahuan pada 5 Januari, saat itu LM ingin pulang kembali ke Bandung, Jawa Barat. Sebelum berangkat dengan pesawat terbang, dia melakukan pemeriksaan rapid antigen, yang hasilnya reaktif.

Usai diketahui reaktif, LM kembali melakukan tes Swab PCR pada 6 Januari. Saat hasilnya keluar sehari kemudian, dia ternyata positif Covid-19. “Ketahuan positif Covid-19 ketika di Banjarbaru usai melakukan rapid tes dengan dilanjutkan tes PCR,” ungkapnya.

Ketika diketahui positif Covid-19, LM langsung dirawat di salah satu rumah sakit di Banjarbaru. Namun, karena diketahui tak bergejala, LM hanya melakukan isolasi mandiri di salah satu rumah kontrakan di Banjarbaru. “Dia tak pulang ke Tapin, tapi isolasi mandiri di Banjarbaru,” kata Muslim.

Seiring berjalan, tepatnya pada 18 Februari, LM pulang ke Bandung setelah mengantongi hasil negatif rapid antigen sehari sebelumnya. “Setelah itu kami tak tahu lagi dan baru mendapat kabar dia terpapar virus Corona B117 dari Kemenkes,” sebutnya.

Lalu bagaiman sampai ketahuan LM terpapar virus Corona B117 ini? Muslim menerangkan, hasil pengecekan dari semua pasien yang terpapar Covid-19, rutin dikirim ke Jakarta. Tujuannya untuk mengetahui varian dari virus Covid-19.

Nah dari hasil di Jakarta tersebut ketahuan ada kasus ini di Kalsel. “Kami tak tahu dia terpapar mulai mana. Entah sebelum tiba ke Kalsel atau waktu di Tapin atau pada saat di Banjarbaru,” katanya.

Muslim memastikan, semua kontak erat yang pernah berkontak dengan LM, termasuk suaminya sudah dilakukan trecking dan hasilnya negatif. “Totalnya ada 65 orang yang ditelusuri saat itu. Tapi semua kontak erat, kembali dilakukan penelusuran, termasuk travel saat dia berangkat dari Tapin ke Banjarbaru,” tandasnya.

Informasi masuknya Corona B117 di Banua dibenarkan Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA. Dia menyampaikan bahwa kabar ini datang dari Balitbangkes.

Akan tetapi dia menekankan, adanya virus baru ini jangan sampai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Yang terpenting menurutnya warga lebih memperketat protokol kesehatan.

“Karenanya kita harus waspada tetap 3M, 4M, 5M. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, jangan terlalu berkerumun, dan mobilitas dikurangi,” runutnya.

Apabila disiplin menerapkan prokes secara ketat dijalankan, Safrizal meyakini warga Kalsel siap menghadapi Corona B117. “Kalau kita siap. Maka virus B117 itu akan kita hadapi dengan kesiapan dan Kalsel diberikan kekuatan untuk menghadapi semua,” katanya

Kasus ini, lanjutnya, belum terdeteksi menimbulkan klaster penularan. Pemerintah sudah berupaya melakukan pelacakan melalui 3T: testing, tracking dan treatment dalam upaya penanganan Covid-19.

“Salah satunya dengan rapid antigen. Semua suspek sudah ditracking oleh Kemenkes dan belum ada tanda-tanda membuat klaster baru. Mudah-mudahan kita terus terlindungi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin membeberkan ada penemuan empat kasus baru mutasi virus corona B117 di Indonesia.

Jumlah tersebut di luar dua kasus yang sebelumnya ditemukan di Karawang, Jawa Barat. Temuan didapatkan dalam kurun Januari hingga Februari 2021.

“Hasil kerja lab Kemenkes dengan Kemenristek/BRIN sudah menemukan 4 lagi terkonfirmasi (kasus B117). (satu) di Palembang, Sumatera Selatan pada 11 Januari. Satu juga di Kalimantan Selatan 6 Januari, satu juga di Balikpapan, Kalimantan Timur dari 12 Februari. Ke-empat di Medan, Sumatera Utara 28 Januari,” paparnya.

Budi menambahkan, kasus ditemukan setelah Kemenkes melakukan pemeriksaan genome sequencing terhadap keempat orang tersebut. Dan hasilnya ditemukan keempat warga positif virus corona B117.

Namun begitu, menurut Budi, keempat kasus itu sudah dinyatakan sembuh dan keluar dari isolasi. Dirinya memastikan, Kemenkes tengah melacak kontak erat dari masing-masing kasus.

Sebelumnya, kasus terkonfirmasi B117 pertama ditemukan pada dua warga Karawang yang merupakan pekerja migran dari Saudi Arabia. Keduanya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021.

Dua warga Kabupaten Karawang berinisial M dan A itu terdeteksi terpapar mutasi virus corona B117.

M lebih dahulu tiba menggunakan pesawat Qatar Airways di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 28 Januari. Sementara A yang menaiki pesawat Garuda Indonesia mendarat 31 Januari 2021.

Pemerintah mengumumkan penemuan varian baru virus corona B117 asal Inggris tersebut berselang sebulan atau pada awal Maret 2020.

Varian baru itu ditemukan setelah melakukan pemeriksaan terhadap 462 sampel dengan menggunakan metode Whole Genome Sequence (WGS).

Sampel paling banyak diambil dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Budi Gunadi Sadikin memperkirakan mutasi virus telah masuk ke Indonesia sejak beberapa waktu lalu sebelum ditemukan. Sebab, beberapa negara ASEAN telah mengonfirmasi temuan varian baru B117 sejak Desember 2020. (ris/mof/ran/ema)

FAKTA MUTASI COVID-19 ke B117

Mutasi virus corona B.1.1.7 yang pertama kali ditemukan di Inggris, saat ini sudah masuk ke Indonesia. Hal itu terungkap dari dua ratusan sampel Covid-19 yang diperiksa di tanah air.

– Lebih Menular
Ilmuwan menyatakan varian baru B117 30 hingga 70 persen lebih menular dari virus corona Wuhan.

– Menyebar di 94 Negara
B117 pertama muncul di Inggris 20 September 2020. Kini sudah tersebar di 94 negara dengan 92 juta kasus.

– Alami Banyak Mutasi
Mutasi membuat Covid-19 lebih mudah menular karena terbukti mengolah sel lonjakan (spike protein) virus corona sehingga lebih mudah masuk ke dalam sel manusia.

– Masih Ampuh dengan Vaksin
Vaksin Moderna, Pfizer dan Novavax mengklaim efektif 86-95 persen terhadap virus B117.

Most Read

Artikel Terbaru

/