alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Wafi, Srikandi Pejuang Amankan Listrik di Penjuru Negeri

BANJARBARU – PLN sebagai perusahaan listrik negara selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Salah satunya dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan listrik.

Namun siapa sangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya dilakukan oleh kaum adam melainkan ada peran srikandi PLN yang selalu siap siaga. Srikandi PLN yang turut andil mengemban tugas melistriki Indonesia.

Salah satunya srikandi PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah (UIP Kalbagteng), Akromatul Wafiroh yang biasa dipanggil dengan nama Wafi. Bergabung menjadi bagian dari Perusahaan Listrik Negara sejak 3 tahun lalu. Saat ini mengemban tugas sebagai Junior Engineer Teknik Sipil di Unit Pembangunan Proyek Pembangkitan Jaringan 4 (UPP Kitring Kalbagteng 4).

Favehotel Banjarmasin

Sebagai Junior Engineer Teknik Sipil, Wafi memiliki peran pro-aktif dalam mengawal dan mengawasi proses kontruksi pembangunan proyek jaringan transmisi dan Gardu Induk di Wilayah Kalimantan Selatan. Memastikan proyek berjalan sesuai dengan kaidah dan waktu yang telah ditetapkan guna mewujudkan cita-cita perusahaan dalam meningkatkan keandalan listrik di seluruh penjuru Negeri.

Panas matahari yang membakar dan rawa yang membentang tidak pernah menjadi penghalang baginya sebagai seorang pegawai teknik perempuan. Wafi percaya bahwa terlahir sebagai perempuan bukan merupakan sebuah kendala untuk berkontribusi dalam membangun Negeri.

“Saya memiliki sebuah pandangan tersendiri, bahwa keterbatasan akan selalu ada tanpa memandang gender. Baik perempuan maupun laki-laki, semua berpotensi memiliki kendala yang sama besarnya. Perbedaannya hanya pada bagaimana cara kita memandang keterbatasan tersebut,” pungkasnya.

Lebih lanjut Wafi menyebutkan bahwa kendala merupakan sahabat hidup yang menjelma sebagai sebuah tantangan menyenangkan sebagai proses untuk mencapai cita-cita.

Meskipun begitu, Wafi yang suka dengan tantangan ini mengakui bahwa tidaklah mudah menjadi satu-satunya perempuan dalam Tim Teknik di UPP Kitring Kalbagteng 4. Mental dan fisik ditempa begitu banyak, namun banyak pelajaran berharga yang bisa diambil.

Wafi sangat bersyukur memiliki rekan-rekan kerja yang mau saling membantu, merangkul, mendukung dan mengajari banyak hal dengan sepenuh hati dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan di lapangan.

Sebelumnya Wafi tidak pernah membayangkan akan bekerja di perusahaan listrik terbesar di Indonesia ini. Sampai pada akhirnya tersadar pada awal penempatan bahwa bergabung menjadi bagian perusahaan ini merupakan ladang padala untuk beribadah.

Wafi mengatakan bahwa menjadi pemimpin perempuan di PLN bukanlah hal yang tidak mungkin. Meskipun masih sedikit pemimpin perempuan di PLN dan tergolong masih cukup sulit, pegawai perempuan tidak perlu berputus asa.

“Berprestasi dalam keseimbangan hidup (cerdas, emosional, mental, fisik dan akal) serta menggali setiap potensi diri agar dapat saling membantu membukakan peluang yang lebih besar bagi perempuan hebat lainnya. Yang terpenting membangun kepercayaan diri dan harapan untuk berani bergabung menjadi salah satu pempimpin perempuan diantara banyak laki-laki demi mewujudkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Terakhir dalam Hari Perempuan ini Wafi berharap agar srikandi bangsa terus semangat dan tersenyum menghadapi dunia. “Jadilah baik, selalu berbuat baik dan lakukan yang terbaik,” lanjutnya. (mat)

BANJARBARU – PLN sebagai perusahaan listrik negara selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk pelanggan. Salah satunya dengan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan keandalan listrik.

Namun siapa sangka pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tidak hanya dilakukan oleh kaum adam melainkan ada peran srikandi PLN yang selalu siap siaga. Srikandi PLN yang turut andil mengemban tugas melistriki Indonesia.

Salah satunya srikandi PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Tengah (UIP Kalbagteng), Akromatul Wafiroh yang biasa dipanggil dengan nama Wafi. Bergabung menjadi bagian dari Perusahaan Listrik Negara sejak 3 tahun lalu. Saat ini mengemban tugas sebagai Junior Engineer Teknik Sipil di Unit Pembangunan Proyek Pembangkitan Jaringan 4 (UPP Kitring Kalbagteng 4).

Favehotel Banjarmasin

Sebagai Junior Engineer Teknik Sipil, Wafi memiliki peran pro-aktif dalam mengawal dan mengawasi proses kontruksi pembangunan proyek jaringan transmisi dan Gardu Induk di Wilayah Kalimantan Selatan. Memastikan proyek berjalan sesuai dengan kaidah dan waktu yang telah ditetapkan guna mewujudkan cita-cita perusahaan dalam meningkatkan keandalan listrik di seluruh penjuru Negeri.

Panas matahari yang membakar dan rawa yang membentang tidak pernah menjadi penghalang baginya sebagai seorang pegawai teknik perempuan. Wafi percaya bahwa terlahir sebagai perempuan bukan merupakan sebuah kendala untuk berkontribusi dalam membangun Negeri.

“Saya memiliki sebuah pandangan tersendiri, bahwa keterbatasan akan selalu ada tanpa memandang gender. Baik perempuan maupun laki-laki, semua berpotensi memiliki kendala yang sama besarnya. Perbedaannya hanya pada bagaimana cara kita memandang keterbatasan tersebut,” pungkasnya.

Lebih lanjut Wafi menyebutkan bahwa kendala merupakan sahabat hidup yang menjelma sebagai sebuah tantangan menyenangkan sebagai proses untuk mencapai cita-cita.

Meskipun begitu, Wafi yang suka dengan tantangan ini mengakui bahwa tidaklah mudah menjadi satu-satunya perempuan dalam Tim Teknik di UPP Kitring Kalbagteng 4. Mental dan fisik ditempa begitu banyak, namun banyak pelajaran berharga yang bisa diambil.

Wafi sangat bersyukur memiliki rekan-rekan kerja yang mau saling membantu, merangkul, mendukung dan mengajari banyak hal dengan sepenuh hati dalam menyelesaikan berbagai macam permasalahan di lapangan.

Sebelumnya Wafi tidak pernah membayangkan akan bekerja di perusahaan listrik terbesar di Indonesia ini. Sampai pada akhirnya tersadar pada awal penempatan bahwa bergabung menjadi bagian perusahaan ini merupakan ladang padala untuk beribadah.

Wafi mengatakan bahwa menjadi pemimpin perempuan di PLN bukanlah hal yang tidak mungkin. Meskipun masih sedikit pemimpin perempuan di PLN dan tergolong masih cukup sulit, pegawai perempuan tidak perlu berputus asa.

“Berprestasi dalam keseimbangan hidup (cerdas, emosional, mental, fisik dan akal) serta menggali setiap potensi diri agar dapat saling membantu membukakan peluang yang lebih besar bagi perempuan hebat lainnya. Yang terpenting membangun kepercayaan diri dan harapan untuk berani bergabung menjadi salah satu pempimpin perempuan diantara banyak laki-laki demi mewujudkan listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Terakhir dalam Hari Perempuan ini Wafi berharap agar srikandi bangsa terus semangat dan tersenyum menghadapi dunia. “Jadilah baik, selalu berbuat baik dan lakukan yang terbaik,” lanjutnya. (mat)

Most Read

Artikel Terbaru

/