alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Buntuti Sampai ke Kalbar, Temukan Sabu di Bawah Mobil, Polsek Tapin Utara Berhasil Ungkap Pengedaran Sabu 9 Kilogram

Polsek Tapin Utara Polres Tapin diback-up Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba besar. Sepanjang sejarah, ini merupakan tangkapan paling besar di Tapin.

— Oleh: RASIDI FADLI, Rantau

Rabu (3/3) lalu, anggota Polsek Tapin Utara bersiap. Mereka menerima informasi ada warga Tapin yang hendak menjemput sabu dalam jumlah besar ke Pontianak Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Favehotel Banjarmasin

Tidak ingin menyia-nyiakan informasi tersebut, mereka langsung melakukan penyelidikan. Ternyata benar. Orang yang dicurigai adalah U (35) dan D (40). Mereka adalah warga Kecamatan Tapin Tengah,

Kamis (4/3), mereka berangkat dari Kabupaten Tapin menuju Pontianak. “Langsung kita buntuti,” cerita Kapolsek Tapin Utara, Ipda Subroto Rindang Ari Setiawan.

Selama di Kalbar, petugas Polsek Tapin Utara dan petugas Ditresnarkoba Polda hanya melakukan pemantauan.”Jadi selama membuntuti dari Kalbar, ada tiga mobil. Satu mobil saya dan dua mobil dari Polda,” jelasnya.

Mulai dari Kalbar, melewati Kaltim sampai ke Kalteng, penguntitan masih aman. Baru memasuki Kalsel, pelaku dalam mobil Avanza terlihat mulai curiga bahwa mereka dibuntuti. Takut operasi ini gagal, petugas memutuskan untuk meringkus mereka di jalan.

“Kejar-kejaran pun terjadi, hingga Jalan Trans Kalimantan tepatnya simpang 4 Handi Bakti Kabupaten Barito Kuala. Kami pun dapat mencegatnya,” bebernya.

Begitu dihentikan, barang bukti ternyata tidak langsung ditemukan. Penggeledahan yang tak mau dikelabui, memeriksa lebih teliti. Akhirnya barbuk ditemukan di bawah tangki mobil Avanza tersebut.

“Jadi bawah mobil tersebut sudah dimodifikasi, setelah sabu ditaruh atasnya dikasih kain kulit lalu dilakbannya,” jelasnya.

Ada 51 paket narkoba jenis sabu dengan berat kotor sekitar 9,14 kilogram. Ini jumlah yang sangat signifikan dalam kasus narkoba di Tapin.

Informasi yang didapat sementara, kedua pelaku memang sudah beberapa kali membawa sabu. Baik untuk diedarkan ke Kabupaten Tapin atau ke Banjarmasin.

“Kemungkinan sebelumnya ia juga sudah pernah membawa sabu dengan jumlah banyak ke Tapin. Namun akan kita gali lagi informasi lengkapnya,” tutupnya.(ran/ema)

Polsek Tapin Utara Polres Tapin diback-up Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kalsel berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba besar. Sepanjang sejarah, ini merupakan tangkapan paling besar di Tapin.

— Oleh: RASIDI FADLI, Rantau

Rabu (3/3) lalu, anggota Polsek Tapin Utara bersiap. Mereka menerima informasi ada warga Tapin yang hendak menjemput sabu dalam jumlah besar ke Pontianak Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Favehotel Banjarmasin

Tidak ingin menyia-nyiakan informasi tersebut, mereka langsung melakukan penyelidikan. Ternyata benar. Orang yang dicurigai adalah U (35) dan D (40). Mereka adalah warga Kecamatan Tapin Tengah,

Kamis (4/3), mereka berangkat dari Kabupaten Tapin menuju Pontianak. “Langsung kita buntuti,” cerita Kapolsek Tapin Utara, Ipda Subroto Rindang Ari Setiawan.

Selama di Kalbar, petugas Polsek Tapin Utara dan petugas Ditresnarkoba Polda hanya melakukan pemantauan.”Jadi selama membuntuti dari Kalbar, ada tiga mobil. Satu mobil saya dan dua mobil dari Polda,” jelasnya.

Mulai dari Kalbar, melewati Kaltim sampai ke Kalteng, penguntitan masih aman. Baru memasuki Kalsel, pelaku dalam mobil Avanza terlihat mulai curiga bahwa mereka dibuntuti. Takut operasi ini gagal, petugas memutuskan untuk meringkus mereka di jalan.

“Kejar-kejaran pun terjadi, hingga Jalan Trans Kalimantan tepatnya simpang 4 Handi Bakti Kabupaten Barito Kuala. Kami pun dapat mencegatnya,” bebernya.

Begitu dihentikan, barang bukti ternyata tidak langsung ditemukan. Penggeledahan yang tak mau dikelabui, memeriksa lebih teliti. Akhirnya barbuk ditemukan di bawah tangki mobil Avanza tersebut.

“Jadi bawah mobil tersebut sudah dimodifikasi, setelah sabu ditaruh atasnya dikasih kain kulit lalu dilakbannya,” jelasnya.

Ada 51 paket narkoba jenis sabu dengan berat kotor sekitar 9,14 kilogram. Ini jumlah yang sangat signifikan dalam kasus narkoba di Tapin.

Informasi yang didapat sementara, kedua pelaku memang sudah beberapa kali membawa sabu. Baik untuk diedarkan ke Kabupaten Tapin atau ke Banjarmasin.

“Kemungkinan sebelumnya ia juga sudah pernah membawa sabu dengan jumlah banyak ke Tapin. Namun akan kita gali lagi informasi lengkapnya,” tutupnya.(ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/