alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Minta Tambahan Jatah Vaksin Lansia, Refocusing Anggaran Lagi 8 Persen

BANJARMASIN – Jumlah lansia di Banjarmasin ada 49.780 jiwa. Sedangkan yang divaksin baru 7.450. Masih sedikit sekali. Penyebabnya, stok vaksin yang terbatas.

Baru-baru ini, Plh Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar meminta Pj Gubernur Kalsel, Syafrizal ZA untuk menambah jatah vaksin tahap kedua tersebut.

“Gubernur meminta pemko tak usah khawatir. Karena pemprov akan mengupayakan pemenuhan kekurangan vaksin tersebut,” kata Mukhyar di Balai Kota, (4/3).

Favehotel Banjarmasin

Dalam skenario pemprov, tidak seluruh lansia akan divaksin. Tapi setidaknya, target Kementerian Kesehatan di sini tercapai. Yakni menyuntik 28 ribu lansia.

“Bahwa vaksin yang belum terserap di kabupaten lain, akan di-drop ke Banjarmasin,” tambah Mukhyar.

Perkara lain, guna memenuhi kebutuhan vaksin tiap daerah, pemerintah pusat meminta APBD diutak-atik lagi. Tapi dengan catatan tetap melihat kemampuan keuangan daerah.

“Ada arahan dari pusat, yakni refocusing anggaran sebesar delapan persen. Tapi kami harus melihat keadaan dulu,” tegasnya.

Ditanya berapa miliar rupiah, dia enggan menyebutkan taksiran nilainya. Intinya, masih dibicarakan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Banggar (Badan Anggaran) DPRD.

Otomatis, program pembangunan yang dinilai tak mendesak, harus ditunda dulu. “Kalau untuk kepentingan masyarakat, maka harus didahulukan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam vaksinasi tahap kedua ini, selain lansia, pemberi layanan publik juga mulai divaksin. Sudah dimulai sejak awal Maret tadi. Dinas Kesehatan Banjarmasin memasang target, pada April nanti, masyarakat umum mulai kebagian giliran vaksinasi. (gmp/at/fud)

BANJARMASIN – Jumlah lansia di Banjarmasin ada 49.780 jiwa. Sedangkan yang divaksin baru 7.450. Masih sedikit sekali. Penyebabnya, stok vaksin yang terbatas.

Baru-baru ini, Plh Wali Kota Banjarmasin, Mukhyar meminta Pj Gubernur Kalsel, Syafrizal ZA untuk menambah jatah vaksin tahap kedua tersebut.

“Gubernur meminta pemko tak usah khawatir. Karena pemprov akan mengupayakan pemenuhan kekurangan vaksin tersebut,” kata Mukhyar di Balai Kota, (4/3).

Favehotel Banjarmasin

Dalam skenario pemprov, tidak seluruh lansia akan divaksin. Tapi setidaknya, target Kementerian Kesehatan di sini tercapai. Yakni menyuntik 28 ribu lansia.

“Bahwa vaksin yang belum terserap di kabupaten lain, akan di-drop ke Banjarmasin,” tambah Mukhyar.

Perkara lain, guna memenuhi kebutuhan vaksin tiap daerah, pemerintah pusat meminta APBD diutak-atik lagi. Tapi dengan catatan tetap melihat kemampuan keuangan daerah.

“Ada arahan dari pusat, yakni refocusing anggaran sebesar delapan persen. Tapi kami harus melihat keadaan dulu,” tegasnya.

Ditanya berapa miliar rupiah, dia enggan menyebutkan taksiran nilainya. Intinya, masih dibicarakan antara TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan Banggar (Badan Anggaran) DPRD.

Otomatis, program pembangunan yang dinilai tak mendesak, harus ditunda dulu. “Kalau untuk kepentingan masyarakat, maka harus didahulukan,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam vaksinasi tahap kedua ini, selain lansia, pemberi layanan publik juga mulai divaksin. Sudah dimulai sejak awal Maret tadi. Dinas Kesehatan Banjarmasin memasang target, pada April nanti, masyarakat umum mulai kebagian giliran vaksinasi. (gmp/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/