alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

PKL Subuh Memilih Bertahan, Kalau Pindah Berharap Dekat Pasar Baru

BANJARBARU – Meski sempat diultimatum pihak Pemko untuk segera mengosongkan ruas Jalan Lanan di Pasar Bauntung lama Banjarbaru. Namun mayoritas Pedagang Kaki Lima (PKL) subuh nyatanya masih kekeuh bertahan.

Sebelumnya, Pemko melalui Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah yang saat itu menjabat sebagai Plh Wali Kota Banjarbaru menyerukan agar per tanggal 28 Februari pasar bauntung yang lama sudah tidak dioperasikan. Kemudian ruas Jalan Lanan yang jadi lapak PKL diputuskan difungsikan kembali sebagai jalan umum.

Dari pantauan di lapangan hingga kemarin, para PKL ini tetap menggelar lapak dagangannya. Baik dagangan berupa sayur, ikan dan kebutuhan pokok lainnya.

Favehotel Banjarmasin

Menurut pengakuan pedagang, mereka tetap kukuh karena lokasi yang ditawarkan Pemko dirasa tidak strategis. Kekhawatiran bakal sepi jadi alasan utama mereka ogah direlokasi.

“Ada tawaran pindah ke pasar Pondok Mangga awalnya, di tempat itu jauh dan sepi. Jauh lebih ramai dan strategis di sini, tidak ada jaminan kita pindah bakal ada pembeli, belum yang langganan kita,” kata Maidah, pedagang sayur.

Menurut Maidah, seandainya pihak Pemko bisa menjamin lokasi yang strategis. Ia mau-mau saja untuk direlokasi. Minimal katanya bisa berdekatan dengan pasar Bauntung yang baru.

“Kalau tempatnya bagus dan ramai kita Insya Allah mau saja. Ini kan tawarannya tidak meyakinkan. Semisal mau dipindahkan berdekatan dengan pasar yang baru kita akan memikirkan,” ceritanya.

Senada, Fuad yang berjualan ayam potong juga mengaku masih tetap ingin berjualan di tempat lama. Terlebih diakuinya bahwa ia telah berjualan cukup lama di pasar ini bertahun-tahun.

“Pembeli atau langganan kita tahunya di sini. Kalau dipindah mereka pasti bingung, dan belum tentu di tempat baru akan ramai. Minimal carikan kita tempat yang bagus, jangan ditempatkan di tempat yang aksesnya jauh dan kita tidak tahu kondisi disana,” harapnya.

Sayangnya ketika coba ingin dikonfirmasi soal hal ini. Pihak Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru selaku SKPD teknis belum memberikan keterangan dan tanggapannya.

Hingga kemarin (4/3) petang, Kepala Disdag Banjarbaru, Abdul Basid ketika coba dikonfirmasi belum merespons. Ketika dihubungi melalui telepon juga tak menerima panggilan wartawan koran ini. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Meski sempat diultimatum pihak Pemko untuk segera mengosongkan ruas Jalan Lanan di Pasar Bauntung lama Banjarbaru. Namun mayoritas Pedagang Kaki Lima (PKL) subuh nyatanya masih kekeuh bertahan.

Sebelumnya, Pemko melalui Sekdako Banjarbaru, Said Abdullah yang saat itu menjabat sebagai Plh Wali Kota Banjarbaru menyerukan agar per tanggal 28 Februari pasar bauntung yang lama sudah tidak dioperasikan. Kemudian ruas Jalan Lanan yang jadi lapak PKL diputuskan difungsikan kembali sebagai jalan umum.

Dari pantauan di lapangan hingga kemarin, para PKL ini tetap menggelar lapak dagangannya. Baik dagangan berupa sayur, ikan dan kebutuhan pokok lainnya.

Favehotel Banjarmasin

Menurut pengakuan pedagang, mereka tetap kukuh karena lokasi yang ditawarkan Pemko dirasa tidak strategis. Kekhawatiran bakal sepi jadi alasan utama mereka ogah direlokasi.

“Ada tawaran pindah ke pasar Pondok Mangga awalnya, di tempat itu jauh dan sepi. Jauh lebih ramai dan strategis di sini, tidak ada jaminan kita pindah bakal ada pembeli, belum yang langganan kita,” kata Maidah, pedagang sayur.

Menurut Maidah, seandainya pihak Pemko bisa menjamin lokasi yang strategis. Ia mau-mau saja untuk direlokasi. Minimal katanya bisa berdekatan dengan pasar Bauntung yang baru.

“Kalau tempatnya bagus dan ramai kita Insya Allah mau saja. Ini kan tawarannya tidak meyakinkan. Semisal mau dipindahkan berdekatan dengan pasar yang baru kita akan memikirkan,” ceritanya.

Senada, Fuad yang berjualan ayam potong juga mengaku masih tetap ingin berjualan di tempat lama. Terlebih diakuinya bahwa ia telah berjualan cukup lama di pasar ini bertahun-tahun.

“Pembeli atau langganan kita tahunya di sini. Kalau dipindah mereka pasti bingung, dan belum tentu di tempat baru akan ramai. Minimal carikan kita tempat yang bagus, jangan ditempatkan di tempat yang aksesnya jauh dan kita tidak tahu kondisi disana,” harapnya.

Sayangnya ketika coba ingin dikonfirmasi soal hal ini. Pihak Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru selaku SKPD teknis belum memberikan keterangan dan tanggapannya.

Hingga kemarin (4/3) petang, Kepala Disdag Banjarbaru, Abdul Basid ketika coba dikonfirmasi belum merespons. Ketika dihubungi melalui telepon juga tak menerima panggilan wartawan koran ini. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/