alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Thursday, 7 July 2022

Reshuffle Utamakan Profesionalitas

BARABAI- Reshuffle dalam pemerintahan bukan hal yang baru saat masuknya transisi kepemimpinan. Namun pada periode pertama kepemimpinan Bupati HST, Aulia Oktafiandi rencana reshuffle akan mengutamakan profesionalitas.

“Para SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) harus menyadari bahwa hanya ada visi misi dari bupati, tidak ada lagi visi misi dari SOPD. Selama mereka sejalan dengan visi misi dan ditunjukkan dengan profesionalisme sudah tentu kepercayaan akan diberikan untuk melaksanakan tugas yang diemban,” kata Bupati setelah mengikuti acara serah terima jabatan, Senin (1/3).

Selain itu, lanjut Aulia segala tindakan perlu pertimbangan. “Termasuk reshuffle, kita harus evaluasi semuanya. Dan kita evaluasi secara profesional dan tepat,” pungkasnya.

Selain soal reshuffle, hal paling penting yang harus menjadi sorotan adalah bagaimana meningkatkan APBD HST. Apalagi penanganan Covid-19 dan pascabanjir di HST memerlukan anggaran yang cukup besar.

Dalam hal ini refocusing menjadi salah satu cara yang akan dilaksanakan oleh Aulia. “Refocusing anggaran bisa kita mulai untuk pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Kita akan mengharmoniskan APBD kita yang belum lama ini sudah diketok,” jelasnya.

Aulia juga mengingatkan bahwa periode kepemimpinannya hanya sampai 2024. Padahal untuk mencapai rancangan pembangunan jangka panjang perlu waktu lima tahun.

“Kami ini menjabat dapat warisan, tapi kita menghargai para pendahulu kita. Saatnya kita fokus,” jelasnya.

Untuk itu, Aulia meminta dukungan dan sinergitas dari seluruh SOPD HST dan DPRD HST. “Kalau kita ingin sama-sama mengurangi defisit kita harus lebih efisien dalam hak budgeting. Ayo sama-sama kita turunkan defisit ini,” ajaknya.

Soal efisiensi anggaran dalam tata kelola pemerintahan menjadi perhatian khusus oleh bupati termuda yang dimiliki HST ini. Hal itu untuk menangani jika terjadi defisit anggaran lagi.

“Komitmen kami ingin membuat pemerintah yang baik kalau bisa menjadi contoh (kabupaten lain). Tapi belum tentu defisit itu jelek. Kalau defisit tapi pertumbuhan masyarakat nya bagus berarti itu harga yang harus dibayar,” tutupnya. (mal)

BARABAI- Reshuffle dalam pemerintahan bukan hal yang baru saat masuknya transisi kepemimpinan. Namun pada periode pertama kepemimpinan Bupati HST, Aulia Oktafiandi rencana reshuffle akan mengutamakan profesionalitas.

“Para SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) harus menyadari bahwa hanya ada visi misi dari bupati, tidak ada lagi visi misi dari SOPD. Selama mereka sejalan dengan visi misi dan ditunjukkan dengan profesionalisme sudah tentu kepercayaan akan diberikan untuk melaksanakan tugas yang diemban,” kata Bupati setelah mengikuti acara serah terima jabatan, Senin (1/3).

Selain itu, lanjut Aulia segala tindakan perlu pertimbangan. “Termasuk reshuffle, kita harus evaluasi semuanya. Dan kita evaluasi secara profesional dan tepat,” pungkasnya.

Selain soal reshuffle, hal paling penting yang harus menjadi sorotan adalah bagaimana meningkatkan APBD HST. Apalagi penanganan Covid-19 dan pascabanjir di HST memerlukan anggaran yang cukup besar.

Dalam hal ini refocusing menjadi salah satu cara yang akan dilaksanakan oleh Aulia. “Refocusing anggaran bisa kita mulai untuk pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19. Kita akan mengharmoniskan APBD kita yang belum lama ini sudah diketok,” jelasnya.

Aulia juga mengingatkan bahwa periode kepemimpinannya hanya sampai 2024. Padahal untuk mencapai rancangan pembangunan jangka panjang perlu waktu lima tahun.

“Kami ini menjabat dapat warisan, tapi kita menghargai para pendahulu kita. Saatnya kita fokus,” jelasnya.

Untuk itu, Aulia meminta dukungan dan sinergitas dari seluruh SOPD HST dan DPRD HST. “Kalau kita ingin sama-sama mengurangi defisit kita harus lebih efisien dalam hak budgeting. Ayo sama-sama kita turunkan defisit ini,” ajaknya.

Soal efisiensi anggaran dalam tata kelola pemerintahan menjadi perhatian khusus oleh bupati termuda yang dimiliki HST ini. Hal itu untuk menangani jika terjadi defisit anggaran lagi.

“Komitmen kami ingin membuat pemerintah yang baik kalau bisa menjadi contoh (kabupaten lain). Tapi belum tentu defisit itu jelek. Kalau defisit tapi pertumbuhan masyarakat nya bagus berarti itu harga yang harus dibayar,” tutupnya. (mal)

Most Read

Artikel Terbaru

/