alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Masih Pandemi, Jemaah Dianjurkan Manasik Sendiri

BANJARBARU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan hingga kini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2021.

Sambil menunggu, mereka tetap mempersiapkan segala keperluan CJH, untuk mengantisipasi apabila pemberangkatan jemaah haji tahun ini bisa dilaksanakan.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, keputusan penyelenggaraan ibadah haji bakal segera diumumkan pada Maret ini.

Favehotel Banjarmasin

“Untuk persiapan, kami menganjurkan kepada CJH agar mengikuti manasik haji secara mandiri. Serta mengirim link pembelajaran manasik haji melalui pesan instan,” ujarnya.

Namun, dia mengungkapkan, jika nantinya keputusan sama seperti tahun lalu: tidak ada pemberangkatan CJH, maka urutan atau daftar tunggu haji regular pun bertambah panjang. “Sampai saat ini, daftar tunggu CJH regular estimasinya kurang lebih 34 tahun untuk Kalsel,” ungkapnya.

Sebelumnya, kuota Kalsel pada tahun 2020 mencapai 221.000 jemaah. Namun, karena pandemi Covid-19 jumlahnya dibatasi hanya 3.818 orang. Dari angka tersebut, 3.718 jemaah sudah melakukan pelunasan, namun situasi belum memungkinkan untuk diberangkatkan.

Selain keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji, Noor Fahmi mengungkapkan, pada bulan ini juga akan diputuskan terkait pelaksanaannya, apabila memang jemaah haji bisa diberangkatkan tahun ini.

“Karena saat ini belum ada keputusan tentang teknis. Misal, jemaah seperti apa yang jadi prioritas dan sebagainya,” ungkapnya.

Terkait kepastian keberangkatan jemaah tahun ini, sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, hampir setiap pekan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Saudi soal haji 2021.

Dalam komunikasi tersebut, pemerintah Indonesia juga menyampaikan batas toleransi kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sampai awal Maret. Jika sampai batas waktu tersebut belum ada kepastian, pemerintah Indonesia tidak siap menyelenggarakan haji.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Oman Fathurahman belum bersedia berkomentar banyak soal adanya tenggat kepastian penyelenggaraan haji itu. ’’(Tenggat, Red) itu bagian dari kalkulasi kemungkinan penyelenggaraan haji. Karena tahapan dan persiapannya banyak,’’ tuturnya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut terus memonitor informasi terkini penyelenggaraan haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi. Dia menegaskan bahwa belum ada kabar soal kuota haji tahun ini, termasuk untuk Indonesia. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan hingga kini masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 2021.

Sambil menunggu, mereka tetap mempersiapkan segala keperluan CJH, untuk mengantisipasi apabila pemberangkatan jemaah haji tahun ini bisa dilaksanakan.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi mengatakan, keputusan penyelenggaraan ibadah haji bakal segera diumumkan pada Maret ini.

Favehotel Banjarmasin

“Untuk persiapan, kami menganjurkan kepada CJH agar mengikuti manasik haji secara mandiri. Serta mengirim link pembelajaran manasik haji melalui pesan instan,” ujarnya.

Namun, dia mengungkapkan, jika nantinya keputusan sama seperti tahun lalu: tidak ada pemberangkatan CJH, maka urutan atau daftar tunggu haji regular pun bertambah panjang. “Sampai saat ini, daftar tunggu CJH regular estimasinya kurang lebih 34 tahun untuk Kalsel,” ungkapnya.

Sebelumnya, kuota Kalsel pada tahun 2020 mencapai 221.000 jemaah. Namun, karena pandemi Covid-19 jumlahnya dibatasi hanya 3.818 orang. Dari angka tersebut, 3.718 jemaah sudah melakukan pelunasan, namun situasi belum memungkinkan untuk diberangkatkan.

Selain keputusan terkait pelaksanaan ibadah haji, Noor Fahmi mengungkapkan, pada bulan ini juga akan diputuskan terkait pelaksanaannya, apabila memang jemaah haji bisa diberangkatkan tahun ini.

“Karena saat ini belum ada keputusan tentang teknis. Misal, jemaah seperti apa yang jadi prioritas dan sebagainya,” ungkapnya.

Terkait kepastian keberangkatan jemaah tahun ini, sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan, hampir setiap pekan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah Saudi soal haji 2021.

Dalam komunikasi tersebut, pemerintah Indonesia juga menyampaikan batas toleransi kesiapan penyelenggaraan haji tahun ini sampai awal Maret. Jika sampai batas waktu tersebut belum ada kepastian, pemerintah Indonesia tidak siap menyelenggarakan haji.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Oman Fathurahman belum bersedia berkomentar banyak soal adanya tenggat kepastian penyelenggaraan haji itu. ’’(Tenggat, Red) itu bagian dari kalkulasi kemungkinan penyelenggaraan haji. Karena tahapan dan persiapannya banyak,’’ tuturnya.

Guru besar UIN Syarif Hidayatullah tersebut terus memonitor informasi terkini penyelenggaraan haji 2021 dari pemerintah Arab Saudi. Dia menegaskan bahwa belum ada kabar soal kuota haji tahun ini, termasuk untuk Indonesia. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/