alexametrics
22.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 5 July 2022

Vaksin untuk Guru Terbatas, Tahap Awal untuk Sekolah Piloting

BANJARBARU – Kalangan guru dipastikan masuk dalan target vaksinasi pemerintah. Vaksinasi untuk guru ini masuk di periode vaksin tahap dua. Pemerintah pusat sendiri menargetkan vaksinasi biaa tercapai di bulan Juni.

Kalangan guru di Kota Banjarbaru juga akan ditargetkan vaksinasi. Namun hingga saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru belum mendapat kuota pasti berapa dosis vaksin yang disediakan untuk guru.

“Memang beberapa waktu lalu kepala Dinkes ada mencanangkan vaksinasi untuk guru. Ini masuk vaksinasi tahap kedua. Namun saat ini kita belum tahu berapa jumlah pasti vaksinnya,” kata Kadisdik Banjarbaru, M Aswan.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Aswan, kuota guru ini dipastikan terbatas. Maka untuk mencakup semua guru kata Aswan harus dilakukan secara bertahap. Termasuk ujarnya juga tenaga kependidikan di sekolah.

“Jadi benar kuotanya katanya sangat terbatas. Estimasi hanya ada beberapa ribu, sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan kita jumlahnya kurang lebih 5000 orang,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kuota yang masih belum mencukupi ini. Skema yang diaplikasikan kata Aswan adalah melakukan vaksinasi kepada guru-guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah piloting.

“Dinkes minta jumlah atau kuota guru kita, karena terbatas kami, di tahap awal ini untuk sekolah-sekolah piloting dulu, karena kita di Banjarbaru ada belasan sekolah piloting untuk PTM,” jelasnya.

Sebenarnya kata Aswan, Disdik sendiri mengusulkan agar semua guru dan tenaga kependidikan bisa divaksin secara serentak. “Tapi karena terbata, jadi kita data dulu yang prioritas.”

Soal kapan akan dimulai, Aswan mengaku belum bisa memastikannya. Hal ini katanya tergantung jadwal dari pihak Dinkes. “Termasuk juga ketersediaan vaksinnya, kita menunggu saja.”

Meski bakal ada program vaksinasi bagi para guru. Saat ini Aswan menegaskan bahwa belum ada sekolah yang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Belum ada yang tatap muka. Kalaupun ada yang tatap muka nantinya tentu hanya sekolah-sekolag tertentu, kita tidak ingin memgambil risiko dengan tren kasus sekarang yang masih fluktuatif,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Kalangan guru dipastikan masuk dalan target vaksinasi pemerintah. Vaksinasi untuk guru ini masuk di periode vaksin tahap dua. Pemerintah pusat sendiri menargetkan vaksinasi biaa tercapai di bulan Juni.

Kalangan guru di Kota Banjarbaru juga akan ditargetkan vaksinasi. Namun hingga saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru belum mendapat kuota pasti berapa dosis vaksin yang disediakan untuk guru.

“Memang beberapa waktu lalu kepala Dinkes ada mencanangkan vaksinasi untuk guru. Ini masuk vaksinasi tahap kedua. Namun saat ini kita belum tahu berapa jumlah pasti vaksinnya,” kata Kadisdik Banjarbaru, M Aswan.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Aswan, kuota guru ini dipastikan terbatas. Maka untuk mencakup semua guru kata Aswan harus dilakukan secara bertahap. Termasuk ujarnya juga tenaga kependidikan di sekolah.

“Jadi benar kuotanya katanya sangat terbatas. Estimasi hanya ada beberapa ribu, sedangkan jumlah guru dan tenaga kependidikan kita jumlahnya kurang lebih 5000 orang,” terangnya.

Untuk mengantisipasi kuota yang masih belum mencukupi ini. Skema yang diaplikasikan kata Aswan adalah melakukan vaksinasi kepada guru-guru dan tenaga kependidikan di sekolah-sekolah piloting.

“Dinkes minta jumlah atau kuota guru kita, karena terbatas kami, di tahap awal ini untuk sekolah-sekolah piloting dulu, karena kita di Banjarbaru ada belasan sekolah piloting untuk PTM,” jelasnya.

Sebenarnya kata Aswan, Disdik sendiri mengusulkan agar semua guru dan tenaga kependidikan bisa divaksin secara serentak. “Tapi karena terbata, jadi kita data dulu yang prioritas.”

Soal kapan akan dimulai, Aswan mengaku belum bisa memastikannya. Hal ini katanya tergantung jadwal dari pihak Dinkes. “Termasuk juga ketersediaan vaksinnya, kita menunggu saja.”

Meski bakal ada program vaksinasi bagi para guru. Saat ini Aswan menegaskan bahwa belum ada sekolah yang menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Belum ada yang tatap muka. Kalaupun ada yang tatap muka nantinya tentu hanya sekolah-sekolag tertentu, kita tidak ingin memgambil risiko dengan tren kasus sekarang yang masih fluktuatif,” tuntasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/