alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Tusuk Mahasiswa karena Tersinggung Dilihati, 2 Pelaku Menyerahkan Diri

BANJARMASIN – Minggu (28/2), 23 hari sejak pengeroyokan berujung maut itu terjadi, dua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi.

“Inisialnya WH dan FE. Mereka diantarkan keluarga untuk menyerahkan diri. Sudah di kantor Satreskrim sejak sore tadi,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan kepada Radar Banjarmasin.

Pengeroyokan itu menyebabkan Muhammad Wildan, 19 tahun, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat terluka parah. Sepekan dirawat di rumah sakit, pulang ke rumah orang tua, korban meninggal dunia.

Favehotel Banjarmasin

“Perlahan, hasil lidik mengindentifikasi ciri, identitas dan tempat tinggal dua orang itu,” tambahnya.

Namun, saat hendak penjemputan, WH dan FE tidak berada di rumah. “Sempat bersembunyi. Kami coba dekati keluarganya, kasih penjelasan, syukur akhirnya menyerahkan diri,” tukas Rachmat.

Rachmat menjamin, lebih lengkapnya, kasus ini akan dirilis ke publik dalam waktu segera.

Dugaan sementara, penganiayaan dipicu masalah sepele. Jumat (4/2) dini hari, korban menatap ke arah pelaku saat mengantre di warung nasi goreng di Jalan Lingkar Dalam Selatan.

Rupanya, pelaku tersinggung. Hingga mereka cekcok mulut. Tak disangka, pelaku membawa senjata tajam. Korban pun roboh dengan lima tusukan. Paling parah luka di perutnya.

Setelah pulang dari Rumah Sakit Bhayangkara, korban dipulangkan ke rumah orang tuanya di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Mahasiswa jurusan IPS semester IV itu mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (22/2) siang. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Minggu (28/2), 23 hari sejak pengeroyokan berujung maut itu terjadi, dua pelaku akhirnya menyerahkan diri ke kantor polisi.

“Inisialnya WH dan FE. Mereka diantarkan keluarga untuk menyerahkan diri. Sudah di kantor Satreskrim sejak sore tadi,” kata Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Rachmat Hendrawan kepada Radar Banjarmasin.

Pengeroyokan itu menyebabkan Muhammad Wildan, 19 tahun, mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat terluka parah. Sepekan dirawat di rumah sakit, pulang ke rumah orang tua, korban meninggal dunia.

Favehotel Banjarmasin

“Perlahan, hasil lidik mengindentifikasi ciri, identitas dan tempat tinggal dua orang itu,” tambahnya.

Namun, saat hendak penjemputan, WH dan FE tidak berada di rumah. “Sempat bersembunyi. Kami coba dekati keluarganya, kasih penjelasan, syukur akhirnya menyerahkan diri,” tukas Rachmat.

Rachmat menjamin, lebih lengkapnya, kasus ini akan dirilis ke publik dalam waktu segera.

Dugaan sementara, penganiayaan dipicu masalah sepele. Jumat (4/2) dini hari, korban menatap ke arah pelaku saat mengantre di warung nasi goreng di Jalan Lingkar Dalam Selatan.

Rupanya, pelaku tersinggung. Hingga mereka cekcok mulut. Tak disangka, pelaku membawa senjata tajam. Korban pun roboh dengan lima tusukan. Paling parah luka di perutnya.

Setelah pulang dari Rumah Sakit Bhayangkara, korban dipulangkan ke rumah orang tuanya di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu. Mahasiswa jurusan IPS semester IV itu mengembuskan napas terakhirnya pada Senin (22/2) siang. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/