alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Status Tanggap Darurat Banjir Berakhir untuk Banjarmasin

BANJARMASIN – Pengerukan saluran air di bekas kios Pasar Kuripan dan pos polantas masih terus dikerjakan sampai kemarin (27/1). Lalu, bagaimana dengan deretan ruko di situ?

Sementara waktu, tidak ada pembebasan lahan apalagi pembongkaran. Pemko Banjarmasin hanya meminta pemilik ruko untuk memastikan gorong-gorongnya lancar. Agar aliran air Sungai Veteran dan Sungai Kuripan menuju Sungai Martapura tidak terhambat.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina meneken surat edaran kepada para pemilik bangunan. “Sifatnya imbauan,” ujarnya di Balai Kota.

Favehotel Banjarmasin

“Kami meminta kesadaran mereka. Memastikan saluran-saluran yang tertutup atau tersumbat untuk dilancarkan,” tambahnya.

Setelah itu, baru Ibnu memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin untuk memantau ke lapangan.

Menandai mana saja bangunan yang menyumbat sungai. “Dilayangkan teguran dulu, baru dibongkar. Tapi, sekali lagi, kami berharap kesadaran masyarakat dulu,” lanjutnya.

Bukan hanya Jalan Veteran. Ibnu juga menjamin Jalan Pramuka dan Jalan Ahmad Yani km 1-6 menjadi prioritas. “Terutama Jalan Ahmad Yani, baik arah ke luar maupun ke dalam kota,” tegasnya.

Soal lain, status tanggap darurat bencana banjir di Banjarmasin sudah berakhir. Status itu ditetapkan pemko sejak 15 Januari. Lalu diperpanjang dari 22 ke 28 Januari.

Lantas, apakah akan diperpanjang lagi? Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Budian Noor menjawab, pemko masih menunggu perkembangan di lapangan.

Sebab, masih ada dua kecamatan yang terendam. “Sekarang tinggal di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan saja. Kalau yang lain sudah surut drastis,” ujarnya.

Menurutnya, akan lebih baik pemko fokus ke penanganan dampak banjir. Seperti penyaluran bantuan, rehab fasilitas umum, dan pembersihan sampah sisa banjir. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Pengerukan saluran air di bekas kios Pasar Kuripan dan pos polantas masih terus dikerjakan sampai kemarin (27/1). Lalu, bagaimana dengan deretan ruko di situ?

Sementara waktu, tidak ada pembebasan lahan apalagi pembongkaran. Pemko Banjarmasin hanya meminta pemilik ruko untuk memastikan gorong-gorongnya lancar. Agar aliran air Sungai Veteran dan Sungai Kuripan menuju Sungai Martapura tidak terhambat.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina meneken surat edaran kepada para pemilik bangunan. “Sifatnya imbauan,” ujarnya di Balai Kota.

Favehotel Banjarmasin

“Kami meminta kesadaran mereka. Memastikan saluran-saluran yang tertutup atau tersumbat untuk dilancarkan,” tambahnya.

Setelah itu, baru Ibnu memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin untuk memantau ke lapangan.

Menandai mana saja bangunan yang menyumbat sungai. “Dilayangkan teguran dulu, baru dibongkar. Tapi, sekali lagi, kami berharap kesadaran masyarakat dulu,” lanjutnya.

Bukan hanya Jalan Veteran. Ibnu juga menjamin Jalan Pramuka dan Jalan Ahmad Yani km 1-6 menjadi prioritas. “Terutama Jalan Ahmad Yani, baik arah ke luar maupun ke dalam kota,” tegasnya.

Soal lain, status tanggap darurat bencana banjir di Banjarmasin sudah berakhir. Status itu ditetapkan pemko sejak 15 Januari. Lalu diperpanjang dari 22 ke 28 Januari.

Lantas, apakah akan diperpanjang lagi? Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarmasin, Budian Noor menjawab, pemko masih menunggu perkembangan di lapangan.

Sebab, masih ada dua kecamatan yang terendam. “Sekarang tinggal di Kecamatan Banjarmasin Timur dan Selatan saja. Kalau yang lain sudah surut drastis,” ujarnya.

Menurutnya, akan lebih baik pemko fokus ke penanganan dampak banjir. Seperti penyaluran bantuan, rehab fasilitas umum, dan pembersihan sampah sisa banjir. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/