alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Logistik untuk Pengungsi di Banjarbaru Mulai Menipis, Pengungsi dari Luar Daerah Sampai 10 Ribu Jiwa

BANJARBARU – Meski tak lagi digenangi kepungan banjir. Namun Banjarbaru kini jadi tujuan tempat pengungsian dari wilayah tetangga. Ribuan pengungsi terpaksa bertahan di Kota Idaman, karena rumah mereka masih tergenang.

Dari data teranyar Pemko Banjarbaru, hingga Selasa (26/1) ada total 7.220 pengungsi luar daerah yang bertahan di posko pengungsian korban banjir di Banjarbaru. Kebanyakan pengungsi luar daerah ini berasal dari Kabupaten Tanah Laut dan juga Kabupaten Banjar.

Total ini cukup menyusut dari data beberapa hari lalu yang jumlahnya hampir 10.000 pengungsi. Penyusutan ini dipicu oleh beberapa banjir di pemukiman yang telah surut. Sehingga pengungsi memutuskan kembali ke kediamannya.

Favehotel Banjarmasin

Terkait masih banyaknya pengungsi luar daerah yang mengungsi di Kora Idaman. Kemarin, Komisi III DPRD Banjarbaru menggelar raker dengan SKPD terkait. Seperti BPBD dan Dinas Sosial Banjarbaru.

Dalam rapat, Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie, menyebut alur pengungsi luar daerah di Banjarbaru bersifat fluktuatif. “Salah satu pemicunya adalah kondisi cuaca yang semakin bagus dan banjir berangsur-angsur surut. Jadi sebagian memilih balik.”

Dengan fenomena banyak pengungsi luar daerah yang  mengungsi di Banjarbaru. Pemko diakui Zaini dihadapkan pada situasi baru. Mengingat, kebutuhan makanan yang kian menipis ujarnya dirasa tak akan mampu memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi non-Banjarbaru tersebut untuk ke depannya.

“Sekarang mungkin masih cukup namun beberapa hari ke depan tentu masih kurang. Kita juga harus memenuhi kebutuhan (penyintas) warga Banjarbaru yang masih mengungsi dan memerlukan bantuan,” ujarnya.

Dari data pihaknya, saat ini ada sekitar 1000 warga Banjarbaru yang masih memerlukan bantuan. Makanya ia sendiri berharap agar pemerintah daerah yang warganya mengungsi di Banjarbaru bisa berkoordinasi intens untuk bersama-sama menanggulangi ini.

“Jika kita hitung-hitung, apabila hanya kita yang memenuhi kebutuhan mereka, baik itu pengungsi non-Banjarbaru dan warga kita sendiri, jujur saja mungkin hanya bisa bertahan satu pekan lagi,” katanya.

Senada, pihak legislatif pun meminta bahwa pemerintah daerah dari para pengungsi non-Banjarbaru ini bisa turut menaruh atensi. Mengingat, disadarinya bahwa kemampuan Kota Banjarbaru juga terbatas.

“Kondisi ini artinya Pemko harus mengurus nasib 7.220 pengungsi tetangga. Ini adalah tugas sosial yang luar biasa. DPRD Banjarbaru dan SKPD dalam hal ini meminta kepada pemerintah daerah asal pengungsi untuk turut seraya berpartisipasi dalam menyuplai logistik. Mengingat bantuan yang disalurkan selama ini belum signifikan,” kata Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Takyin Baskoro. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Meski tak lagi digenangi kepungan banjir. Namun Banjarbaru kini jadi tujuan tempat pengungsian dari wilayah tetangga. Ribuan pengungsi terpaksa bertahan di Kota Idaman, karena rumah mereka masih tergenang.

Dari data teranyar Pemko Banjarbaru, hingga Selasa (26/1) ada total 7.220 pengungsi luar daerah yang bertahan di posko pengungsian korban banjir di Banjarbaru. Kebanyakan pengungsi luar daerah ini berasal dari Kabupaten Tanah Laut dan juga Kabupaten Banjar.

Total ini cukup menyusut dari data beberapa hari lalu yang jumlahnya hampir 10.000 pengungsi. Penyusutan ini dipicu oleh beberapa banjir di pemukiman yang telah surut. Sehingga pengungsi memutuskan kembali ke kediamannya.

Favehotel Banjarmasin

Terkait masih banyaknya pengungsi luar daerah yang mengungsi di Kora Idaman. Kemarin, Komisi III DPRD Banjarbaru menggelar raker dengan SKPD terkait. Seperti BPBD dan Dinas Sosial Banjarbaru.

Dalam rapat, Kepala Pelaksana BPBD Banjarbaru, Zaini Syahranie, menyebut alur pengungsi luar daerah di Banjarbaru bersifat fluktuatif. “Salah satu pemicunya adalah kondisi cuaca yang semakin bagus dan banjir berangsur-angsur surut. Jadi sebagian memilih balik.”

Dengan fenomena banyak pengungsi luar daerah yang  mengungsi di Banjarbaru. Pemko diakui Zaini dihadapkan pada situasi baru. Mengingat, kebutuhan makanan yang kian menipis ujarnya dirasa tak akan mampu memenuhi kebutuhan ribuan pengungsi non-Banjarbaru tersebut untuk ke depannya.

“Sekarang mungkin masih cukup namun beberapa hari ke depan tentu masih kurang. Kita juga harus memenuhi kebutuhan (penyintas) warga Banjarbaru yang masih mengungsi dan memerlukan bantuan,” ujarnya.

Dari data pihaknya, saat ini ada sekitar 1000 warga Banjarbaru yang masih memerlukan bantuan. Makanya ia sendiri berharap agar pemerintah daerah yang warganya mengungsi di Banjarbaru bisa berkoordinasi intens untuk bersama-sama menanggulangi ini.

“Jika kita hitung-hitung, apabila hanya kita yang memenuhi kebutuhan mereka, baik itu pengungsi non-Banjarbaru dan warga kita sendiri, jujur saja mungkin hanya bisa bertahan satu pekan lagi,” katanya.

Senada, pihak legislatif pun meminta bahwa pemerintah daerah dari para pengungsi non-Banjarbaru ini bisa turut menaruh atensi. Mengingat, disadarinya bahwa kemampuan Kota Banjarbaru juga terbatas.

“Kondisi ini artinya Pemko harus mengurus nasib 7.220 pengungsi tetangga. Ini adalah tugas sosial yang luar biasa. DPRD Banjarbaru dan SKPD dalam hal ini meminta kepada pemerintah daerah asal pengungsi untuk turut seraya berpartisipasi dalam menyuplai logistik. Mengingat bantuan yang disalurkan selama ini belum signifikan,” kata Ketua Komisi III DPRD Banjarbaru, Takyin Baskoro. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/