alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Pasca Banjir, Sampah Menyerbu Jalanan Banjarmasin

BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin kewalahan menangani “serbuan” sampah sisa banjir di TPS-TPS (tempat penampungan sementara).

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (25/1) siang, sampah di sejumlah TPS meluber ke jalan. Ambil contoh TPS di pertigaan Jalan Veteran, tak jauh dari Pasar Kuripan.

Masih di Jalan Veteran arah ke Sungai Lulut, timbunan sampah bahkan sampai menutupi separuh badan jalan. Mengganggu arus lalu lintas.

Favehotel Banjarmasin

Padahal hari masih terang. Di mana warga sebenarnya hanya boleh membuang sampah ke TPS pada malam hari.

“Kalau tidak segera dibersihkan, bisa membikin jalan macet,” kata pesepeda yang melintas, Syaiful.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH, Marzuki menduga, ini terjadi lantaran warga yang semula kebanjiran, menumpuk sampahnya di rumah. Ketika air sudah mulai surut dan akses jalan terbuka, mereka ramai-ramai menuju TPS.

“Puncaknya sedari kemarin dan hari ini, sampah di TPS jadi kelebihan kapasitas,” jelas Marzuki, kemarin (25/1).

Mau tak mau, petugas dan armada yang ada harus bekerja lembur. “Petugas yang masih sanggup bekerja, kami turunkan. Termasuk enam truk pengangkut sampah juga dikerahkan. Kami harap masyarakat bersabar,” tambahnya.

Apalagi, DLH kini tak hanya menangani TPS dan TPA (tempat pembuangan akhir), tapi juga menjemput sampah di posko pengungsian. Seperti dari dapur umum di kantor Camat Banjarmasin Timur dan Selatan.

DLH bukan hanya menghadapi sampah rumah tangga, tapi juga sampah sisa banjir. Seperti barang atau perabot yang rusak terendam.

Marzuki menaksir, sampah di Banjarmasin melonjak sampai dua kali lipat. Pada situasi normal, dalam sehari masyarakat Banjarmasin bisa menghasilkan 500 ton sampah.

Dia berharap, pembuangan sampah sisa banjir ditunda dulu. “Tolong kumpulkan dulu, nanti kami layani. Karena kemampuan kami terbatas, jadi penanganan pun tak bisa cepat,” pungkasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin kewalahan menangani “serbuan” sampah sisa banjir di TPS-TPS (tempat penampungan sementara).

Pantauan Radar Banjarmasin kemarin (25/1) siang, sampah di sejumlah TPS meluber ke jalan. Ambil contoh TPS di pertigaan Jalan Veteran, tak jauh dari Pasar Kuripan.

Masih di Jalan Veteran arah ke Sungai Lulut, timbunan sampah bahkan sampai menutupi separuh badan jalan. Mengganggu arus lalu lintas.

Favehotel Banjarmasin

Padahal hari masih terang. Di mana warga sebenarnya hanya boleh membuang sampah ke TPS pada malam hari.

“Kalau tidak segera dibersihkan, bisa membikin jalan macet,” kata pesepeda yang melintas, Syaiful.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH, Marzuki menduga, ini terjadi lantaran warga yang semula kebanjiran, menumpuk sampahnya di rumah. Ketika air sudah mulai surut dan akses jalan terbuka, mereka ramai-ramai menuju TPS.

“Puncaknya sedari kemarin dan hari ini, sampah di TPS jadi kelebihan kapasitas,” jelas Marzuki, kemarin (25/1).

Mau tak mau, petugas dan armada yang ada harus bekerja lembur. “Petugas yang masih sanggup bekerja, kami turunkan. Termasuk enam truk pengangkut sampah juga dikerahkan. Kami harap masyarakat bersabar,” tambahnya.

Apalagi, DLH kini tak hanya menangani TPS dan TPA (tempat pembuangan akhir), tapi juga menjemput sampah di posko pengungsian. Seperti dari dapur umum di kantor Camat Banjarmasin Timur dan Selatan.

DLH bukan hanya menghadapi sampah rumah tangga, tapi juga sampah sisa banjir. Seperti barang atau perabot yang rusak terendam.

Marzuki menaksir, sampah di Banjarmasin melonjak sampai dua kali lipat. Pada situasi normal, dalam sehari masyarakat Banjarmasin bisa menghasilkan 500 ton sampah.

Dia berharap, pembuangan sampah sisa banjir ditunda dulu. “Tolong kumpulkan dulu, nanti kami layani. Karena kemampuan kami terbatas, jadi penanganan pun tak bisa cepat,” pungkasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/