alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Jalur Ferry Berangas Dibuka Kembali

BANJARMASIN – Para sopir angkutan yang tertahan di kawasan Berangas Timur Kabupaten Batola dan Kayutangi Banjarmasin bisa bernafas lega. Pasalnya, jalur pelabuhan kapal Ferry LCT di Berangas Timur kembali di buka siang (23/1) tadi.

“Alhamdulillah, jalur ferry di Berangas Timur dibuka lagi. Akhirnya kami bisa kembali bekerja dan mengantarkan barang,” ungkao Gajali, salah satu sopir truk yang mengantre di Berangas Timur.


Favehotel Banjarmasin

Dikatakan pria yang akrab disapa Jali ini, para sopir truk siap memenuhi kesepakatan yang telah dicapai dengan warga setempat. Yakni, hanya truk sembako dan kebutuhan pokok yang boleh naik kapal LCT. Serta patuh terhadap jam operasional yang hanya diberlakukan pagi sampai sore hari. “Kami bekerja selain untuk kebutuhan pribadi, juga untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah lain. Kalau pengantaran truk tertahan, maka bahan pokok bisa menipis dan langka, dampaknya akan semakin buruk,” sebutnya.

Jali juga mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu kelancaran proses transport para sopir truk angkutan tersebut. “Terutama kepada Pak Wakil Bupati Batola, Kepolisian, TNI, serta warga Berangas Timur, saya ucapkan ribuan terima kasih,” tandasnya.

Sebelumnya, para sopir truk yang parkir di kawasan Kayutangi sempat demo dan memblokade jalan H Hasan Basry. Mereka protes karena jalur kapal ferry LCT di Berangas Timur ditutup warga. Akibatnya, mereka tak bisa menyeberang, alhasil kawasan Kayutangi dari Jalan S Parman sempat macet total.(oza/ema)

BANJARMASIN – Para sopir angkutan yang tertahan di kawasan Berangas Timur Kabupaten Batola dan Kayutangi Banjarmasin bisa bernafas lega. Pasalnya, jalur pelabuhan kapal Ferry LCT di Berangas Timur kembali di buka siang (23/1) tadi.

“Alhamdulillah, jalur ferry di Berangas Timur dibuka lagi. Akhirnya kami bisa kembali bekerja dan mengantarkan barang,” ungkao Gajali, salah satu sopir truk yang mengantre di Berangas Timur.


Favehotel Banjarmasin

Dikatakan pria yang akrab disapa Jali ini, para sopir truk siap memenuhi kesepakatan yang telah dicapai dengan warga setempat. Yakni, hanya truk sembako dan kebutuhan pokok yang boleh naik kapal LCT. Serta patuh terhadap jam operasional yang hanya diberlakukan pagi sampai sore hari. “Kami bekerja selain untuk kebutuhan pribadi, juga untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah lain. Kalau pengantaran truk tertahan, maka bahan pokok bisa menipis dan langka, dampaknya akan semakin buruk,” sebutnya.

Jali juga mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu kelancaran proses transport para sopir truk angkutan tersebut. “Terutama kepada Pak Wakil Bupati Batola, Kepolisian, TNI, serta warga Berangas Timur, saya ucapkan ribuan terima kasih,” tandasnya.

Sebelumnya, para sopir truk yang parkir di kawasan Kayutangi sempat demo dan memblokade jalan H Hasan Basry. Mereka protes karena jalur kapal ferry LCT di Berangas Timur ditutup warga. Akibatnya, mereka tak bisa menyeberang, alhasil kawasan Kayutangi dari Jalan S Parman sempat macet total.(oza/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/