alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Banjir, Operasi "Evakuasi" Sampah Digelar

BANJARMASIN – Banjir juga menyulitkan warga untuk membuang sampah ke TPS (tempat penampungan sementara). Mengingat banyak jalan raya dan jalan lingkungan terendam.

Khawatir tumpukan sampah rumah tangga itu dibuang sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memilih jemput bola.

Selama empat hari terakhir, digelar operasi “evakuasi” sampah ke gang dan kompleks.

Favehotel Banjarmasin

Agar memudahkan petugas, Kabid Penanganan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjamasin, Marzuki meminta warga membungkus sampahnya dalam kantong plastik berukuran besar. Lalu diletakkan di dapur umum, titik pengungsian banjir terdekat.

“Nanti ada petugas kami yang datang mengambil,” jamin Marzuki, kemarin (19/1).

Sepekan terakhir, selama banjir, banyak sampah mengapung di sungai dan jalan raya. Marzuki meminta warga ikut membantu membersihkan sampah dadakan tersebut.

Karena kalau cuma mengandalkan personel DLH, sudah pasti kewalahan. “Kami bisa semakin kewalahan,” akunya.

Namun, dugaan bahwa banjir menambah volume sampah dirasa Marzuki agak berlebihan. “Peningkatan sampah baru muncul seusai banjir mereda. Karena sampah yang terhanyut dibawa banjir jua harus dibersihkan,” pungkasnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Banjir juga menyulitkan warga untuk membuang sampah ke TPS (tempat penampungan sementara). Mengingat banyak jalan raya dan jalan lingkungan terendam.

Khawatir tumpukan sampah rumah tangga itu dibuang sembarangan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin memilih jemput bola.

Selama empat hari terakhir, digelar operasi “evakuasi” sampah ke gang dan kompleks.

Favehotel Banjarmasin

Agar memudahkan petugas, Kabid Penanganan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjamasin, Marzuki meminta warga membungkus sampahnya dalam kantong plastik berukuran besar. Lalu diletakkan di dapur umum, titik pengungsian banjir terdekat.

“Nanti ada petugas kami yang datang mengambil,” jamin Marzuki, kemarin (19/1).

Sepekan terakhir, selama banjir, banyak sampah mengapung di sungai dan jalan raya. Marzuki meminta warga ikut membantu membersihkan sampah dadakan tersebut.

Karena kalau cuma mengandalkan personel DLH, sudah pasti kewalahan. “Kami bisa semakin kewalahan,” akunya.

Namun, dugaan bahwa banjir menambah volume sampah dirasa Marzuki agak berlebihan. “Peningkatan sampah baru muncul seusai banjir mereda. Karena sampah yang terhanyut dibawa banjir jua harus dibersihkan,” pungkasnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/