alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Awas Krisis Air Bersih, Banyak Instalasi Pengolahan Air Rusak

Bencana banjir berdampak pada berbagai krisis di Kalsel. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah tiadanya ketersediaan air bersih. Banjir tak hanya mencemarkan air tetapi juga menganggu ruang instalasi pengolahan air (IPA) PDAM di Banjarmasin. Instalasi pengolahan air bersih pun praktis dihentikan dan tak bisa disalurkan ke warga.

“Air pasang tinggal hitungan senti mendekati power instalasi. Semoga saja tak terus naik,” beber Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian, baru-baru tadi.

Hal inijuga terjadi beberapa hari yang lalu. Pompa air baku di Sungai Tabuk sempat dihentikan karena air sudah mulai masuk ke travo PLN. Tak ingin beresiko, pompa pun dihentikan oleh PDAM Bandarmasih.

Favehotel Banjarmasin

Kondisi saat ini panel power di IPA Pramuka saat ini terangnya harus dipasang tanggul untuk meminimalisir air yang masuk. “Petugas berjaga 1X24 jam. Malam tadi tanggul terus ditambah karena tinggi air. Tak lagi meter, sudah tinggal hitungan senti,” terangnya.

Instalasi pengolahan PDAM di Jalan Pramuka Banjarmasin merupakan sumber inti untuk menyalurkan air bersih ke pelanggan di Banjarmasin. Jika tak bisa mengolah, praktis saluran air bersih terhenti. PDAM Bandarmasih sendiri masih memiliki instalasi pengolahan di Km 2 Banjarmasin. Namun, itu pun hanya cukup mengaliri untuk pelanggan yang berada di Banjarmasin Barat, Utara dan sebagian di kawasan Utara. “Kalau di instalasi Km 2 masih aman. Semoga di sana air tak tinggi,” ucapnya.

Di Banjarbaru, leding dimatikan PDAM karena banjir juga menggenangi IPA milik PDAM Intan Banjar. Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar mengatakan, hingga kemarin (17/1) masih ada dua instalasi yang terendam. Keduanya berada di Kecamatan Astambul dan Kecamatan Simpang Empat.

“Karena masih terendam, dua instalasi ini belum bisa melayani air bersih untuk pelanggan di Astambul, Simpang Empat dan Pengaron,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Selain dua instalasi itu, dia mengungkapkan, IPA II Pinus juga tidak bisa beroperasi secara maksimal lantaran air baku di irigasi keruh. “Air keruh memerlukan proses yang lebih lama. Sehingga, pendistribusian tidak bisa optimal,” ungkapnya.

Disampaikannya, IPA II Pinus melayani pelanggan di Martapura dan Banjarbaru. Karena tidak optimal, maka distribusi air tidak merata. “Air mungkin tidak mengalir di pelanggan yang berada di jaringan pipa terjauh dan tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Zulfikar salah seorang warga Kompleks Guntung Manggis Living Style, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin menuturkan, air PDAM di wilayah mereka mulai mati pada Sabtu (17/1) sore. “Kadang mengalir, tapi kecil,” tuturnya.

Dia berharap, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Banua bisa segera berakhir. Supaya, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. “Mudah-mudahan tidak ada korban juga,” pungkasnya.

Di Kabupaten Balangan, meningkatnya volume air di sungai Batang Balangan, mengakibatkan terganggunya operasional PDAM Balangan di wilayah Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan, sejak Jumat (15/1) sore. Akibatnya, sudah sekitar dua hari ini warga di dua kecamatan kesulitan air bersih.

Direktur PDAM Kabupaten Balangan, Suriadi mengungkapkan, terganggunya operasional PDAM Balangan karena ponton sempat terbalik disebabkan terjangan air sungai yang cukup deras. Walhasil pipa rusak dan mesin pompa sentrifugal mati.

Selain itu, ruangan panel listrik terendam air, sehingga perlu dilakukan evakuasi supaya tidak terjadi korsleting. Hal ini lah yang menyebabkan produksi tidak bisa jalan.

“Setelah berjibaku selama dua hari ini, Alhamdulillah sudah bisa sedikit teratasi. Insyaallah hari ini juga produksi akan kembali jalan, namun belum bisa optimal, yang normalnya 200 liter per detik, saat ini baru bisa 100 liter per detik,” terangnya, Minggu (17/1).

Di Hulu Sungai Tengah, pasokan air bersih juga sangat minim. PDAM setempat belum bisa mengalirkan air karena pompa utama masih terendam lumpur.
“Pompa yang di jalan Pedawangan sempat terendah memang saat ini sudah surut. Tapi sisa lumpur masih di atas lutut orang dewasa. Kami sedang mencoba membersihkan,” kata Direktur PDAM HST Sarbaini, Ahad (17/1).

Sarbaini menjelaskan target pembersihan pompa air PDAM selesai dalam waktu tiga hari. “Kita usahakan cepat, jadi saat ini warga harap bersabar dan bisa menggunakan jasa antar air bersih dari relawan,” tambahnya.

Kondisi banjir di wilayah HST sendiri sekarang sudah surut. Jalan-jalan di perkotaan sudah bisa diakses kendaraan roda dua atau empat. Warga yang rumahnya terendam saat ini juga mulai terlihat membersihkan lumpur bekas banjir.

Di Hulu Sungai Selatan, Direktur PDAM Arief Budiman mengatakan telah mempercepat penormalan pendistribusian air bersih ke seluruh pelanggan PDAM Kabupaten HSS. “Diperkirakan sekitar pukul 22.00 Wita (tadi malam), insya Allah sudah normal,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

Penormalan pendistribusian air diperlukan waktu untuk mengisi pipa-pipa yang sempat kosong. Bagi warga memerlukan air bersih dalam kondisi mendesak dan sangat memerlukan, PDAM Kabupaten HSS menyediakan layanan air bersih dengan menghubungi Kepala Seksi Produksi PDM di nomor 0811-5009-996. “Layanan air bersih ini gratis bagi warga,” sebut Arief.

Berita baiknya, di beberapa daerah yang tidak terlalu terdampak, air masih normal. PDAM Kabupaten Tabalong misalnya tetap bisa melayani pelanggan dengan lancar.

Memang sebelumnya pihaknya sempat mengumumkan imbauan ke masyarakat agar menampung air, dikarenakan debit air luapan sungai telah memasuki ruang panel instalasi listrik pompa distribusi air. Namun, ternyata banjir mulai surut.
“Semua masih lancar. Kemarin yang banjir di Haruai memang sempat satu hari tidak operasi dari Jumat Sore sampai Sabtu siang,” katanya, Minggu (17/1).

Di Amuntai, pasokan air bersih masih normal dan tanpa gangguan layanan ke konsumen rumah tangga. “Mudahan tidak terdampak. Pasokan air minum ke pelanggan yang tersebar di 10 Kecamatan aman tanpa keluhan,” kata H Fikri yang merupakan Direktur PDAM Amuntai. (mof/ris/why/shn/ibn/mar/ma//ema)

Bencana banjir berdampak pada berbagai krisis di Kalsel. Salah satu yang paling dikeluhkan adalah tiadanya ketersediaan air bersih. Banjir tak hanya mencemarkan air tetapi juga menganggu ruang instalasi pengolahan air (IPA) PDAM di Banjarmasin. Instalasi pengolahan air bersih pun praktis dihentikan dan tak bisa disalurkan ke warga.

“Air pasang tinggal hitungan senti mendekati power instalasi. Semoga saja tak terus naik,” beber Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, Supian, baru-baru tadi.

Hal inijuga terjadi beberapa hari yang lalu. Pompa air baku di Sungai Tabuk sempat dihentikan karena air sudah mulai masuk ke travo PLN. Tak ingin beresiko, pompa pun dihentikan oleh PDAM Bandarmasih.

Favehotel Banjarmasin

Kondisi saat ini panel power di IPA Pramuka saat ini terangnya harus dipasang tanggul untuk meminimalisir air yang masuk. “Petugas berjaga 1X24 jam. Malam tadi tanggul terus ditambah karena tinggi air. Tak lagi meter, sudah tinggal hitungan senti,” terangnya.

Instalasi pengolahan PDAM di Jalan Pramuka Banjarmasin merupakan sumber inti untuk menyalurkan air bersih ke pelanggan di Banjarmasin. Jika tak bisa mengolah, praktis saluran air bersih terhenti. PDAM Bandarmasih sendiri masih memiliki instalasi pengolahan di Km 2 Banjarmasin. Namun, itu pun hanya cukup mengaliri untuk pelanggan yang berada di Banjarmasin Barat, Utara dan sebagian di kawasan Utara. “Kalau di instalasi Km 2 masih aman. Semoga di sana air tak tinggi,” ucapnya.

Di Banjarbaru, leding dimatikan PDAM karena banjir juga menggenangi IPA milik PDAM Intan Banjar. Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar mengatakan, hingga kemarin (17/1) masih ada dua instalasi yang terendam. Keduanya berada di Kecamatan Astambul dan Kecamatan Simpang Empat.

“Karena masih terendam, dua instalasi ini belum bisa melayani air bersih untuk pelanggan di Astambul, Simpang Empat dan Pengaron,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Selain dua instalasi itu, dia mengungkapkan, IPA II Pinus juga tidak bisa beroperasi secara maksimal lantaran air baku di irigasi keruh. “Air keruh memerlukan proses yang lebih lama. Sehingga, pendistribusian tidak bisa optimal,” ungkapnya.

Disampaikannya, IPA II Pinus melayani pelanggan di Martapura dan Banjarbaru. Karena tidak optimal, maka distribusi air tidak merata. “Air mungkin tidak mengalir di pelanggan yang berada di jaringan pipa terjauh dan tinggi,” ucapnya.

Sementara itu, Zulfikar salah seorang warga Kompleks Guntung Manggis Living Style, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin menuturkan, air PDAM di wilayah mereka mulai mati pada Sabtu (17/1) sore. “Kadang mengalir, tapi kecil,” tuturnya.

Dia berharap, banjir yang merendam sejumlah wilayah di Banua bisa segera berakhir. Supaya, masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa. “Mudah-mudahan tidak ada korban juga,” pungkasnya.

Di Kabupaten Balangan, meningkatnya volume air di sungai Batang Balangan, mengakibatkan terganggunya operasional PDAM Balangan di wilayah Kecamatan Paringin dan Paringin Selatan, sejak Jumat (15/1) sore. Akibatnya, sudah sekitar dua hari ini warga di dua kecamatan kesulitan air bersih.

Direktur PDAM Kabupaten Balangan, Suriadi mengungkapkan, terganggunya operasional PDAM Balangan karena ponton sempat terbalik disebabkan terjangan air sungai yang cukup deras. Walhasil pipa rusak dan mesin pompa sentrifugal mati.

Selain itu, ruangan panel listrik terendam air, sehingga perlu dilakukan evakuasi supaya tidak terjadi korsleting. Hal ini lah yang menyebabkan produksi tidak bisa jalan.

“Setelah berjibaku selama dua hari ini, Alhamdulillah sudah bisa sedikit teratasi. Insyaallah hari ini juga produksi akan kembali jalan, namun belum bisa optimal, yang normalnya 200 liter per detik, saat ini baru bisa 100 liter per detik,” terangnya, Minggu (17/1).

Di Hulu Sungai Tengah, pasokan air bersih juga sangat minim. PDAM setempat belum bisa mengalirkan air karena pompa utama masih terendam lumpur.
“Pompa yang di jalan Pedawangan sempat terendah memang saat ini sudah surut. Tapi sisa lumpur masih di atas lutut orang dewasa. Kami sedang mencoba membersihkan,” kata Direktur PDAM HST Sarbaini, Ahad (17/1).

Sarbaini menjelaskan target pembersihan pompa air PDAM selesai dalam waktu tiga hari. “Kita usahakan cepat, jadi saat ini warga harap bersabar dan bisa menggunakan jasa antar air bersih dari relawan,” tambahnya.

Kondisi banjir di wilayah HST sendiri sekarang sudah surut. Jalan-jalan di perkotaan sudah bisa diakses kendaraan roda dua atau empat. Warga yang rumahnya terendam saat ini juga mulai terlihat membersihkan lumpur bekas banjir.

Di Hulu Sungai Selatan, Direktur PDAM Arief Budiman mengatakan telah mempercepat penormalan pendistribusian air bersih ke seluruh pelanggan PDAM Kabupaten HSS. “Diperkirakan sekitar pukul 22.00 Wita (tadi malam), insya Allah sudah normal,” ujarnya, saat dikonfirmasi.

Penormalan pendistribusian air diperlukan waktu untuk mengisi pipa-pipa yang sempat kosong. Bagi warga memerlukan air bersih dalam kondisi mendesak dan sangat memerlukan, PDAM Kabupaten HSS menyediakan layanan air bersih dengan menghubungi Kepala Seksi Produksi PDM di nomor 0811-5009-996. “Layanan air bersih ini gratis bagi warga,” sebut Arief.

Berita baiknya, di beberapa daerah yang tidak terlalu terdampak, air masih normal. PDAM Kabupaten Tabalong misalnya tetap bisa melayani pelanggan dengan lancar.

Memang sebelumnya pihaknya sempat mengumumkan imbauan ke masyarakat agar menampung air, dikarenakan debit air luapan sungai telah memasuki ruang panel instalasi listrik pompa distribusi air. Namun, ternyata banjir mulai surut.
“Semua masih lancar. Kemarin yang banjir di Haruai memang sempat satu hari tidak operasi dari Jumat Sore sampai Sabtu siang,” katanya, Minggu (17/1).

Di Amuntai, pasokan air bersih masih normal dan tanpa gangguan layanan ke konsumen rumah tangga. “Mudahan tidak terdampak. Pasokan air minum ke pelanggan yang tersebar di 10 Kecamatan aman tanpa keluhan,” kata H Fikri yang merupakan Direktur PDAM Amuntai. (mof/ris/why/shn/ibn/mar/ma//ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/