alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Hanya Dipasang Jembatan Darurat, Jembatan Mataraman Kembali Ambrol

BANJARMASIN – Jalan poros nasional Trans Kalimantan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar kembali ambrol. Jembatan di Jalan A Yani Km 55.500 ini sempat ditangani tiga hari lalu tapi tetap tak mampu menahan volume air. Jembatan kembali runtuh Minggu (17/1) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

“Kuatnya tekanan arus air tak bisa ditahan oleh opritnya. Akhirnya ambrol dini hari tadi,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Kalsel, Saleh Syamsuri kemarin. Jalan ini pun ditutup dan dipindahkan melalui Margasari, Kabupaten Tapin-Handil Bakti, Kabupaten Batola.

Sebelumnya, jembatan ini sudah terputus, dan ditangani dengan memasang sheet pile di bagian opritnya. Karena arus tinggi, lantai baja itu pun tak sanggup menahan. “Arus memang sangat tinggi. Karena penanganan kemarin sementara, akhirnya tak bisa diharapkan maksimal,” tukasnya. 

Favehotel Banjarmasin

Parahnya, ambrolnya bagian jembatan berada di dua sisi. Baik dari arah Banjarmasin sekitar 4 meter, juga dari arah Hulu Sungai dengan panjang mencapai 5 meter. “Sudah sangat parah. Harus ditangani dengan maksimal,” imbuhnya.

Lalu bagaimana penanganannya agar jembatan ini kembali bisa dilalui? Saleh mengungkapkan, pihaknya untuk sementara akan memasang jembatan darurat dulu yang diambil dari Kabupaten Tapin. “Sedang dalam perjalanan. Akan dipasang dulu jembatan darurat bailey,” ungkapnya. 

Meski demikian, dia menuturkan proses pemasangan dan perakitan jembatan darurat ini membutuhkan waktu tak cepat. Pihaknya memperkirakan, sekitar satu pekan baru bisa terpasang. “Untuk merangkai rangka butuh waktu sekitar tiga hari. Mudahan-mudahan satu minggu sudah bisa terpasang dan dilalui kembali,” harapnya.

Jembatan darurat yang dimiliki pihaknya memiliki panjang 15 meter dengan lebar 2 meter. Dengan luas tersebut, jembatan darurat ini pun bisa dilintasi dengan dua buah kendaraan roda empat. “Cukup lebar. Kami minta masyarakat bersabar dulu,” imbuhnya.

Meski dapat dilintasi, dia mengingatkan, beban jembatan darurat ini tak serta merta dilintasi semua kendaraan berat. Saleh menerangkan, beban jembatan darurat ini kapasitasnya hanya 80 persen dari jembatan normal. “Kami pasang rambu dan koordinasi dengan aparat, agar beban kendaraan berat dialihkan dulu ke jalan lain,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya belum bisa melakukan perbaikan langsung atau membangun jembatan ulang agar bisa dilintasi seperti sediakala. “Yang utama penanganan dulu. Yang pasti tahun ini jembatan ini menjadi prioritas kami,” janjinya. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Jalan poros nasional Trans Kalimantan di Kecamatan Mataraman Kabupaten Banjar kembali ambrol. Jembatan di Jalan A Yani Km 55.500 ini sempat ditangani tiga hari lalu tapi tetap tak mampu menahan volume air. Jembatan kembali runtuh Minggu (17/1) dini hari sekitar pukul 04.00 Wita.

“Kuatnya tekanan arus air tak bisa ditahan oleh opritnya. Akhirnya ambrol dini hari tadi,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN Kalsel, Saleh Syamsuri kemarin. Jalan ini pun ditutup dan dipindahkan melalui Margasari, Kabupaten Tapin-Handil Bakti, Kabupaten Batola.

Sebelumnya, jembatan ini sudah terputus, dan ditangani dengan memasang sheet pile di bagian opritnya. Karena arus tinggi, lantai baja itu pun tak sanggup menahan. “Arus memang sangat tinggi. Karena penanganan kemarin sementara, akhirnya tak bisa diharapkan maksimal,” tukasnya. 

Favehotel Banjarmasin

Parahnya, ambrolnya bagian jembatan berada di dua sisi. Baik dari arah Banjarmasin sekitar 4 meter, juga dari arah Hulu Sungai dengan panjang mencapai 5 meter. “Sudah sangat parah. Harus ditangani dengan maksimal,” imbuhnya.

Lalu bagaimana penanganannya agar jembatan ini kembali bisa dilalui? Saleh mengungkapkan, pihaknya untuk sementara akan memasang jembatan darurat dulu yang diambil dari Kabupaten Tapin. “Sedang dalam perjalanan. Akan dipasang dulu jembatan darurat bailey,” ungkapnya. 

Meski demikian, dia menuturkan proses pemasangan dan perakitan jembatan darurat ini membutuhkan waktu tak cepat. Pihaknya memperkirakan, sekitar satu pekan baru bisa terpasang. “Untuk merangkai rangka butuh waktu sekitar tiga hari. Mudahan-mudahan satu minggu sudah bisa terpasang dan dilalui kembali,” harapnya.

Jembatan darurat yang dimiliki pihaknya memiliki panjang 15 meter dengan lebar 2 meter. Dengan luas tersebut, jembatan darurat ini pun bisa dilintasi dengan dua buah kendaraan roda empat. “Cukup lebar. Kami minta masyarakat bersabar dulu,” imbuhnya.

Meski dapat dilintasi, dia mengingatkan, beban jembatan darurat ini tak serta merta dilintasi semua kendaraan berat. Saleh menerangkan, beban jembatan darurat ini kapasitasnya hanya 80 persen dari jembatan normal. “Kami pasang rambu dan koordinasi dengan aparat, agar beban kendaraan berat dialihkan dulu ke jalan lain,” katanya.

Dalam waktu dekat pihaknya belum bisa melakukan perbaikan langsung atau membangun jembatan ulang agar bisa dilintasi seperti sediakala. “Yang utama penanganan dulu. Yang pasti tahun ini jembatan ini menjadi prioritas kami,” janjinya. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/