alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Apa Solusi Pemko untuk Banjir..? Embung dan Pengerukan Sungai akan Diandalkan

Jangan sampai banjir di awal tahun 2021 berulang. Pemko Banjarmasin perlu rencana besar untuk menangkal banjir.

 —

BANJARMASIN – Ini bukan hanya banjir terparah dalam sejarah Kalimantan Selatan, tapi juga bagi Banjarmasin.

Favehotel Banjarmasin

Agar pada tahun-tahun mendatang tak terulang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin merencanakan dua pekerjaan besar. Pertama, membangun embung. Kedua, menggencarkan pengerukan sungai. Keduanya mulai digarap tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, kemarin (17/1).

Dijelaskannya, rencana ini sudah dibicarakan bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Tepatnya ketika rapat penetapan status siaga darurat, beberapa hari lalu.

“Untuk rencana pembangunan embung, sebenarnya itu usulan Universitas Lambung Mangkurat. Mereka ada membuat masterplan terkait penataan pembangunan kampus. Kalau tidak salah, ada rencana membuat tiga danau di kampus itu. Ya semacam embung lah,” bebernya.

Berangkat dari ide tersebut, PUPR mencoba berkoordinasi yang kemudian diamini pihak kampus.

Dijelaskan Thony, salah satu titik pembuatan embung nantinya bersentuhan langsung dengan Sungai Kidaung. Tak jauh dari Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara.

“Karena sudah ada koordinasi, nanti akan kami anggarkan,” tambahnya.

Ditanya terkait luasan ketiga titik embung, Thony mengaku kurang ingat. Menurutnya, data luasan embung ada di kantornya.

“Tahun ini, mungkin tahap pengerukan dahulu. Kalau penataan embungnya dianggarkan di tahun selanjutnya,” tambahnya.

Dia berharap, kawasan yang dikeruk nantinya tak hanya sekadar menjadi embung untuk penampungan air. Tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai kawasan wisata.

Dikonfirmasi soal wacana tersebut, Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Humas ULM belum memberikan tanggapan.

Sisi lain, terkait rencana pengerukan sungai. Thony menjamin sudah dianggarkan. Bukan hanya sungai kecil, sungai sedang juga akan dikeruk.

“Tahun ini kami lebih banyak mengeruk sungai. Karena kami lihat sungai-sungai yang ada sudah tak kuat menampung air,” jelasnya.

Selain itu, sudah lama tak ada pengerukan besar-besaran. “Ada pengerukan di tahun 2014 lalu, tapi kurang maksimal,” akunya.

Kalau ada hambatan, pengerukan bakal bersentuhan dengan permukiman di bantaran sungai. Ini agak riskan. Karena bisa mengganggu pondasi rumah warga.

Ambil contoh di kawasan Sungai Kelayan di Banjarmasin Selatan. “Mau tak mau bertahap nantinya. Akan tetapi kalau toh diminta cepat, paling tidak bangunan yang ada di kiri dan kanan mesti dibebaskan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Jangan sampai banjir di awal tahun 2021 berulang. Pemko Banjarmasin perlu rencana besar untuk menangkal banjir.

 —

BANJARMASIN – Ini bukan hanya banjir terparah dalam sejarah Kalimantan Selatan, tapi juga bagi Banjarmasin.

Favehotel Banjarmasin

Agar pada tahun-tahun mendatang tak terulang, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin merencanakan dua pekerjaan besar. Pertama, membangun embung. Kedua, menggencarkan pengerukan sungai. Keduanya mulai digarap tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Wathony, kemarin (17/1).

Dijelaskannya, rencana ini sudah dibicarakan bersama Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina. Tepatnya ketika rapat penetapan status siaga darurat, beberapa hari lalu.

“Untuk rencana pembangunan embung, sebenarnya itu usulan Universitas Lambung Mangkurat. Mereka ada membuat masterplan terkait penataan pembangunan kampus. Kalau tidak salah, ada rencana membuat tiga danau di kampus itu. Ya semacam embung lah,” bebernya.

Berangkat dari ide tersebut, PUPR mencoba berkoordinasi yang kemudian diamini pihak kampus.

Dijelaskan Thony, salah satu titik pembuatan embung nantinya bersentuhan langsung dengan Sungai Kidaung. Tak jauh dari Jalan Hasan Basry, Banjarmasin Utara.

“Karena sudah ada koordinasi, nanti akan kami anggarkan,” tambahnya.

Ditanya terkait luasan ketiga titik embung, Thony mengaku kurang ingat. Menurutnya, data luasan embung ada di kantornya.

“Tahun ini, mungkin tahap pengerukan dahulu. Kalau penataan embungnya dianggarkan di tahun selanjutnya,” tambahnya.

Dia berharap, kawasan yang dikeruk nantinya tak hanya sekadar menjadi embung untuk penampungan air. Tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai kawasan wisata.

Dikonfirmasi soal wacana tersebut, Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Humas ULM belum memberikan tanggapan.

Sisi lain, terkait rencana pengerukan sungai. Thony menjamin sudah dianggarkan. Bukan hanya sungai kecil, sungai sedang juga akan dikeruk.

“Tahun ini kami lebih banyak mengeruk sungai. Karena kami lihat sungai-sungai yang ada sudah tak kuat menampung air,” jelasnya.

Selain itu, sudah lama tak ada pengerukan besar-besaran. “Ada pengerukan di tahun 2014 lalu, tapi kurang maksimal,” akunya.

Kalau ada hambatan, pengerukan bakal bersentuhan dengan permukiman di bantaran sungai. Ini agak riskan. Karena bisa mengganggu pondasi rumah warga.

Ambil contoh di kawasan Sungai Kelayan di Banjarmasin Selatan. “Mau tak mau bertahap nantinya. Akan tetapi kalau toh diminta cepat, paling tidak bangunan yang ada di kiri dan kanan mesti dibebaskan,” tutupnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/