alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Penerbangan Terganggu Cuaca Buruk

BANJARBARU – Tingginya curah hujan yang turun sejak malam membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terganggu.

Stakeholder Relation Manager, Bandara Intermasional Syamsudin Noor Ahmad Zulfian Noor mengatakan, terdapat lima penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

“Ada lima penerbangan dari beberapa maskapai yang delay dengan waktu yang bervariasi, paling lama 4 jam,” katanya kepada Radar Banjarmasin, aru-baru tadi.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, delay terjadi lantaran maskapai melihat cuaca tidak mendukung untuk melakukan penerbangan. “Dalam beberapa hari terakhir hujan deras terus mengguyur area bandara. Terparah memang hari ini,” ungkapnya.

Selain keterlambatan penerbangan, Zulfian menyebut, ada dua penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Syamsuddin Noor terpaksa dialihkan ke bandara lain yang terdekat.

“Dua penerbangan dialihkan (divert) ke Balikpapan menunggu cuaca membaik baru dilanjutkan ke Banjarmasin,” jelasnya.

Sementara itu, ihwal cuaca buruk kemarin, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Adhitya Prakoso menjelaskan, berdasarkan prakiraan musim yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Banjarbaru secara umum pada Januari 2021 merupakan puncak musim hujan.

“Sehingga, wajar jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.

Selain karena puncak musim hujan, dia menuturkan, cuaca ekstrem di Kalsel juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Dalam tiga hari terakhir kelembapan udara lapisan atas sekitar Kalsel cukup tinggi.

“Kondisi ini didukung dengan suhu muka laut di sekitar Laut Jawa (selatan pulau Kalimantan) yang cukup hangat, sehingga berpotensi terjadi penguapan maksimal yang dapat menumbuhkan banyak awan penyebab hujan,” tuturnya.

Di samping itu, Adhitya menyampaikan, terdapat daerah konvergensi atau pertemuan angin di atas wilayah Kalimantan bagian Selatan yang berpotensi memupuk massa udara basah berasal dari Laut Jawa. “Ini semakin menambah peluang hujan di wilayah Kalsel,” ucapnya.

Berdasarkan data mereka, dalam dua atau tiga hari ke depan kondisi ini masih berpotensi terjadi. Sehingga, masyarakat dan pihak terkait diimbau agar mewaspadai dampak dari hujan lebat. Seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir dan sebagainya.

“Terutama di wilayah Kalsel bagian Barat. Seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

BANJARBARU – Tingginya curah hujan yang turun sejak malam membuat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor terganggu.

Stakeholder Relation Manager, Bandara Intermasional Syamsudin Noor Ahmad Zulfian Noor mengatakan, terdapat lima penerbangan mengalami keterlambatan (delay).

“Ada lima penerbangan dari beberapa maskapai yang delay dengan waktu yang bervariasi, paling lama 4 jam,” katanya kepada Radar Banjarmasin, aru-baru tadi.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, delay terjadi lantaran maskapai melihat cuaca tidak mendukung untuk melakukan penerbangan. “Dalam beberapa hari terakhir hujan deras terus mengguyur area bandara. Terparah memang hari ini,” ungkapnya.

Selain keterlambatan penerbangan, Zulfian menyebut, ada dua penerbangan yang seharusnya mendarat di Bandara Internasional Syamsuddin Noor terpaksa dialihkan ke bandara lain yang terdekat.

“Dua penerbangan dialihkan (divert) ke Balikpapan menunggu cuaca membaik baru dilanjutkan ke Banjarmasin,” jelasnya.

Sementara itu, ihwal cuaca buruk kemarin, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Adhitya Prakoso menjelaskan, berdasarkan prakiraan musim yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi Banjarbaru secara umum pada Januari 2021 merupakan puncak musim hujan.

“Sehingga, wajar jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.

Selain karena puncak musim hujan, dia menuturkan, cuaca ekstrem di Kalsel juga dipengaruhi oleh dinamika atmosfer. Dalam tiga hari terakhir kelembapan udara lapisan atas sekitar Kalsel cukup tinggi.

“Kondisi ini didukung dengan suhu muka laut di sekitar Laut Jawa (selatan pulau Kalimantan) yang cukup hangat, sehingga berpotensi terjadi penguapan maksimal yang dapat menumbuhkan banyak awan penyebab hujan,” tuturnya.

Di samping itu, Adhitya menyampaikan, terdapat daerah konvergensi atau pertemuan angin di atas wilayah Kalimantan bagian Selatan yang berpotensi memupuk massa udara basah berasal dari Laut Jawa. “Ini semakin menambah peluang hujan di wilayah Kalsel,” ucapnya.

Berdasarkan data mereka, dalam dua atau tiga hari ke depan kondisi ini masih berpotensi terjadi. Sehingga, masyarakat dan pihak terkait diimbau agar mewaspadai dampak dari hujan lebat. Seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, sambaran petir dan sebagainya.

“Terutama di wilayah Kalsel bagian Barat. Seperti Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut,” pungkasnya. (ris/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/