alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Banjarmasin Terendam, Wali Kota Instruksikan Sekolah-Sekolah jadi Tempat Pengungsian

BANJARMASIN – Mengantisipasi kemunculan pengungsi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menginstruksikan agar bangunan sekolah dijadikan penampungan darurat.

“Saya instruksikan bangunan-bangunan sekolah terdekat dijadikan tempat pengungsian,” ucapnya, kemarin (14/1).

Menghadapi banjir terparah, bagaimana tindakan pemko? Kembali kepada Ibnu, dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memulai pembangunan embung. “Direncanakan tahun ini juga,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Sejak Rabu (13/1) malam hingga kemarin (14/1) menjelang sore, hujan deras terus mengguyur Banjarmasin. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di ibu kota provinsi ini pun tergenang.

Tidak hanya menggenangi ruas jalan, tapi juga merendam permukiman warga. Ketinggian air bervariatif, paling rendah sebatas mata kaki orang dewasa.

Pantauan Radar Banjarmasin hingga kemarin siang, genangan belum surut. Contoh di Jalan Cemara, Banjarmasin Utara, kedalaman air sudah mencapai dengkul.

Banyak sepeda motor yang mogok gara-gara memaksakan melintas. Seperti yang dialami M Hilman, warga Sungai Andai.

Businya rupanya basah karena terendam. “Tadi mau pulang ke rumah. Pengin cepat lewat sini. Tahu-tahu banjirnya malah lebih parah,” keluhnya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Mengantisipasi kemunculan pengungsi, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menginstruksikan agar bangunan sekolah dijadikan penampungan darurat.

“Saya instruksikan bangunan-bangunan sekolah terdekat dijadikan tempat pengungsian,” ucapnya, kemarin (14/1).

Menghadapi banjir terparah, bagaimana tindakan pemko? Kembali kepada Ibnu, dia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk memulai pembangunan embung. “Direncanakan tahun ini juga,” tegasnya.

Favehotel Banjarmasin

Sejak Rabu (13/1) malam hingga kemarin (14/1) menjelang sore, hujan deras terus mengguyur Banjarmasin. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di ibu kota provinsi ini pun tergenang.

Tidak hanya menggenangi ruas jalan, tapi juga merendam permukiman warga. Ketinggian air bervariatif, paling rendah sebatas mata kaki orang dewasa.

Pantauan Radar Banjarmasin hingga kemarin siang, genangan belum surut. Contoh di Jalan Cemara, Banjarmasin Utara, kedalaman air sudah mencapai dengkul.

Banyak sepeda motor yang mogok gara-gara memaksakan melintas. Seperti yang dialami M Hilman, warga Sungai Andai.

Businya rupanya basah karena terendam. “Tadi mau pulang ke rumah. Pengin cepat lewat sini. Tahu-tahu banjirnya malah lebih parah,” keluhnya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/