alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

250 Warga Binuang Mengungsi

RANTAU – Intensitas hujan yang tinggi membuat kawasan Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang kebanjiran. Ada 7 rukun tetangga (RT) yang perumahannya terendam air.

Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, dari 7 RT, ada 1492 jiwa yang terdampak banjir. Bahkan, warga tak sedikit warga yang terpaksa harus mengungsi.

“Data sementara ada 250 orang yang dievakuasi menggunakan perahu karet,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin Said Abdul Nasir, Kamis (14/1).

Favehotel Banjarmasin

Mereka dievakuasi atau diungsikan sebagian ke rumah warga setempat yang tidak tergenang air dan sebagian ke musala. Terdiri dari orang sakit, lansia dan anak-anak “Untuk kondisi air mencapai 0-150 cm. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Ditambahkan Kabid Darlog BPBD Tapin Achmad Syofyan, ada tambahan tempat evakuasi, yakni di Puskesmas dan SSB Binuang. Khusus untuk SSB, karena tempatnya lebih layak dan fasilitasnya lengkap. “Kita juga mendirikan dapur umum untuk warga yang terdampak,” jelasnya.

Kapolres Tapin AKBP Pipit Subiyanto mengatakan, tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan fokus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. “Kita melakukan groundcheck, pendataan korban, evakuasi, mendirikan dapur umum, membagikan makanan, menyediakan pakaian dan tempat pengungsian,” pungkasnya. (dly/ema)

RANTAU – Intensitas hujan yang tinggi membuat kawasan Kelurahan Raya Belanti Kecamatan Binuang kebanjiran. Ada 7 rukun tetangga (RT) yang perumahannya terendam air.

Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin, dari 7 RT, ada 1492 jiwa yang terdampak banjir. Bahkan, warga tak sedikit warga yang terpaksa harus mengungsi.

“Data sementara ada 250 orang yang dievakuasi menggunakan perahu karet,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapin Said Abdul Nasir, Kamis (14/1).

Favehotel Banjarmasin

Mereka dievakuasi atau diungsikan sebagian ke rumah warga setempat yang tidak tergenang air dan sebagian ke musala. Terdiri dari orang sakit, lansia dan anak-anak “Untuk kondisi air mencapai 0-150 cm. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

Ditambahkan Kabid Darlog BPBD Tapin Achmad Syofyan, ada tambahan tempat evakuasi, yakni di Puskesmas dan SSB Binuang. Khusus untuk SSB, karena tempatnya lebih layak dan fasilitasnya lengkap. “Kita juga mendirikan dapur umum untuk warga yang terdampak,” jelasnya.

Kapolres Tapin AKBP Pipit Subiyanto mengatakan, tim gabungan terdiri dari TNI, Polri, BPBD, relawan fokus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat. “Kita melakukan groundcheck, pendataan korban, evakuasi, mendirikan dapur umum, membagikan makanan, menyediakan pakaian dan tempat pengungsian,” pungkasnya. (dly/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/