alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Tanpa Uang Insentif, Aparat Tetap Berjaga di Jembatan Antasan Bromo

BANJARMASIN – Satpol PP dan Dinas Perhubungan dikerahkan menjaga Jembatan Antasan Bromo. Agar kawasan ekowisata itu tak dikerumuni pelancong.

Masalahnya, berjaga sejak jam 7 pagi sampai jam 12 malam, petugas di sana rupanya tak mendapatkan insentif.

Ketua pengelola kawasan itu yang juga Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi merasa tak ada masalah.

Favehotel Banjarmasin

Baginya, soal “uang lelah” telah diserahkan kepada masing-masing SKPD.

“Kalau tugas berjaga, kan sudah rutin untuk Satpol PP dan Dishub. Bisa ditanggung SKPD-nya masing-masing,” kata Doyo.

Baginya, insentif dan sebagainya, sudah termasuk dalam anggaran SKPD.

“Tidak ada insentif tambahan. Sudah masuk anggaran patroli atau pengawasan. Hanya tempatnya saja yang berbeda,” tambahnya.

Selain melibatkan personel pemko, anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga dilibatkan. Setidaknya, ada 12 warga yang diajak bergabung.

“Kepada pelaksana pariwisata setempat, bisa berpartisipasi, minimal membantu menyediakan makan dan minum,” pungkas Doyo. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Satpol PP dan Dinas Perhubungan dikerahkan menjaga Jembatan Antasan Bromo. Agar kawasan ekowisata itu tak dikerumuni pelancong.

Masalahnya, berjaga sejak jam 7 pagi sampai jam 12 malam, petugas di sana rupanya tak mendapatkan insentif.

Ketua pengelola kawasan itu yang juga Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdako Banjarmasin, Doyo Pudjadi merasa tak ada masalah.

Favehotel Banjarmasin

Baginya, soal “uang lelah” telah diserahkan kepada masing-masing SKPD.

“Kalau tugas berjaga, kan sudah rutin untuk Satpol PP dan Dishub. Bisa ditanggung SKPD-nya masing-masing,” kata Doyo.

Baginya, insentif dan sebagainya, sudah termasuk dalam anggaran SKPD.

“Tidak ada insentif tambahan. Sudah masuk anggaran patroli atau pengawasan. Hanya tempatnya saja yang berbeda,” tambahnya.

Selain melibatkan personel pemko, anggota kelompok sadar wisata (pokdarwis) juga dilibatkan. Setidaknya, ada 12 warga yang diajak bergabung.

“Kepada pelaksana pariwisata setempat, bisa berpartisipasi, minimal membantu menyediakan makan dan minum,” pungkas Doyo. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/