alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Pendapatan Pajak Lampaui Target Pandemi

BANJARBARU – Sempat terseok-seok dihantam pagebluk. Target pendapatan pajak di Kota Banjarbaru sepanjang 2020 ternyata malah berhasil dilampaui. Tak tanggung-tanggung, Pemko berhasil melebihi target hingga 19,26 persen.

Dari data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru. Target pendapatan pajak di tahun 2020 lalu sebesar Rp 116 miliar rupiah dari target 97 miliar rupiah.

“Hingga tanggal 31 Desember 2020, realisasi serapan pajak yang sebesar 116 miliar rupiah. Jika mengacu pada ini, artinya tercapai di angka 119,26 persen dari target tahunan,” kata Sekretaris BP2RD Banjarbaru, Masrul.

Favehotel Banjarmasin

Meskipun sekarang telah mampu melampaui target. Dalam prosesnya kata Masrul memang sempat harus mengalami beberapa kali revisi target. Mengingat kondisi pandemi membuat pendapatan pajak sempat merosot tajam.

“Target awal kita (sebelum pandemi) sebesar 126 miliar rupiah, lalu diturunkan jadi 87 miliar rupiah. Lalu terjadi revisi lagi ketika anggaran perubahan jadi 97 miliar, Alhamdulillah targetnya tercapai dan melebihi,” katanya.

Jika ditelaah, memang tren pendapatan pajak sempat anjlok. Ini terdata ketika di periode April hingga Mei. Kala itu kasus pandemi sedang tinggi-tingginya. Terlebih Kota Banjarbaru menerapkan kebijakan pembatasan.

Akibat adanya pembatasan, maka hal ini turut berimbas kepada sektor pendapatan pajak. Mengingat tren transaksi masyarakat jauh menurun drastis. Yang mana kemudian juga roda ekonomi masyarakat ikut menurun.

Meski demikian, di periode bulan Juni. Pendapatan pajak secara merangkak mulai membaik. “Bulan Juni mulai merangkak naik lagi. Cenderung naik hingga sampai Desember,” informasi Masrul.

Lalu, dari sektor pendapatan pajak yang terdata. Menurutnya ada 3 sektor pajak penyumbang tertinggi berasal. Seperti Pajak Penerang jalan (PPJ), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan pajak restoran.

Lantas, bagaimana dengan target pendapatan pajak di tahun 2021? Masrul menjawab jika target yang ditetapkan sebesar Rp 123,8 miliar. Namun, katanya angka target ini bisa saja kembali berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Sama seperti tahun lalu, target tahun ini bisa saja berubah sewaktu-waktu. Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun kita tetap optimis bisa mencapai target. Apalagi sudah adanya vaksin yang memungkinkan kita kembali ke kondisi normal,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

BANJARBARU – Sempat terseok-seok dihantam pagebluk. Target pendapatan pajak di Kota Banjarbaru sepanjang 2020 ternyata malah berhasil dilampaui. Tak tanggung-tanggung, Pemko berhasil melebihi target hingga 19,26 persen.

Dari data Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru. Target pendapatan pajak di tahun 2020 lalu sebesar Rp 116 miliar rupiah dari target 97 miliar rupiah.

“Hingga tanggal 31 Desember 2020, realisasi serapan pajak yang sebesar 116 miliar rupiah. Jika mengacu pada ini, artinya tercapai di angka 119,26 persen dari target tahunan,” kata Sekretaris BP2RD Banjarbaru, Masrul.

Favehotel Banjarmasin

Meskipun sekarang telah mampu melampaui target. Dalam prosesnya kata Masrul memang sempat harus mengalami beberapa kali revisi target. Mengingat kondisi pandemi membuat pendapatan pajak sempat merosot tajam.

“Target awal kita (sebelum pandemi) sebesar 126 miliar rupiah, lalu diturunkan jadi 87 miliar rupiah. Lalu terjadi revisi lagi ketika anggaran perubahan jadi 97 miliar, Alhamdulillah targetnya tercapai dan melebihi,” katanya.

Jika ditelaah, memang tren pendapatan pajak sempat anjlok. Ini terdata ketika di periode April hingga Mei. Kala itu kasus pandemi sedang tinggi-tingginya. Terlebih Kota Banjarbaru menerapkan kebijakan pembatasan.

Akibat adanya pembatasan, maka hal ini turut berimbas kepada sektor pendapatan pajak. Mengingat tren transaksi masyarakat jauh menurun drastis. Yang mana kemudian juga roda ekonomi masyarakat ikut menurun.

Meski demikian, di periode bulan Juni. Pendapatan pajak secara merangkak mulai membaik. “Bulan Juni mulai merangkak naik lagi. Cenderung naik hingga sampai Desember,” informasi Masrul.

Lalu, dari sektor pendapatan pajak yang terdata. Menurutnya ada 3 sektor pajak penyumbang tertinggi berasal. Seperti Pajak Penerang jalan (PPJ), Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), dan pajak restoran.

Lantas, bagaimana dengan target pendapatan pajak di tahun 2021? Masrul menjawab jika target yang ditetapkan sebesar Rp 123,8 miliar. Namun, katanya angka target ini bisa saja kembali berubah menyesuaikan kondisi di lapangan.

“Sama seperti tahun lalu, target tahun ini bisa saja berubah sewaktu-waktu. Mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19. Namun kita tetap optimis bisa mencapai target. Apalagi sudah adanya vaksin yang memungkinkan kita kembali ke kondisi normal,” tandasnya. (rvn/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/