alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Sekolah Tatap Muka di Banjarbaru Ditunda

BANJARBARU – Sempat berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat. Pemko Banjarbaru memutuskan bahwa rencana ini dianulir. Penyebabnya; kasus Covid-19 masih tinggi.

Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, otoritas terkait kebijakan sektor pendidikan di Kota Idaman ini mengonfirmasi bahwa PTM akan ditunda. Pihaknya akan memantau dan meninjau kembali kondisi pandemi ke depan.

“Ya, (PTM) ditunda. Jadi meski situasi (tren kasus) kita fluktuatif, namun ada kecenderungan kasusnya naik akhir-akhir ini, sehingga kita putuskan untuk ditunda,” kata Kepala Disdik Banjarbaru, M Aswan.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Aswan, jika mengacu pada zona kewaspadaan di Kota Banjarbaru. Rata-rata sejumlah wilayah menunjukkan warna Kuning. Namun jika ditelaah secara kedaerahan, maka Banjarbaru katanya statusnya masih tinggi.

“Memang dari momen Tahun baru ada meningkat (kasus), lalu juga adanya pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kita tidak ingin mengambil risiko, jadi diputuskan ditunda,” tegasnya.

Lantas sampai kapan penundaan ini diberlakukan? Aswan tak mau ujug-ujug memutuskan. Karena kembali kepada pernyataannya tadi, bahwa tren di Banjarbaru ujarnya bersifat fluktuatif.

“Belum tahu (soal kapan penundaan berakhir). Kita akan lihat dahulu mungkin satu atau dua pekan ke depan. Yang terpenting saat ini sekolah-sekolah piloting kita sudah siap, sehingga jika PTM digelar, sekolah telah memenuhi,” ujarnya.

Meski dalam status penundaan, segala persiapan klaim Aswan terus digodok. Mulai dari lanjutan proses verifikasi sekolah hingga akan berdiskusi dengan komite sekolah atau para orang tua murid.

“Karena kembali kita tegaskan, persetujuan terakhir adalah dari wali atau orang tua murid. Kita dan sejumlah sekolah memang sudah siap, ini akan kami ajukan ke Wali Kota dan Satgas. Tapi restu terakhir tetap orang tua,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Disdik telah memverifikasi 20 sekolah piloting di Kota Banjarbaru untuk menghadapi PTM di tengah pandemi. 20 sekolah ini terdiri dari 18 jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sisanya jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain 20 sekolah yang berstatus lolos verifikasi ini. Disdik kata disebutkan juga mengusulkan 9 sekolah lainnya. Kesembilan sekolah ini secara domisili terletak di wilayah pinggiran kota. Sebagian ada yang berstatus sekolah swasta. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Sempat berencana menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam waktu dekat. Pemko Banjarbaru memutuskan bahwa rencana ini dianulir. Penyebabnya; kasus Covid-19 masih tinggi.

Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarbaru, otoritas terkait kebijakan sektor pendidikan di Kota Idaman ini mengonfirmasi bahwa PTM akan ditunda. Pihaknya akan memantau dan meninjau kembali kondisi pandemi ke depan.

“Ya, (PTM) ditunda. Jadi meski situasi (tren kasus) kita fluktuatif, namun ada kecenderungan kasusnya naik akhir-akhir ini, sehingga kita putuskan untuk ditunda,” kata Kepala Disdik Banjarbaru, M Aswan.

Favehotel Banjarmasin

Menurut Aswan, jika mengacu pada zona kewaspadaan di Kota Banjarbaru. Rata-rata sejumlah wilayah menunjukkan warna Kuning. Namun jika ditelaah secara kedaerahan, maka Banjarbaru katanya statusnya masih tinggi.

“Memang dari momen Tahun baru ada meningkat (kasus), lalu juga adanya pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Kita tidak ingin mengambil risiko, jadi diputuskan ditunda,” tegasnya.

Lantas sampai kapan penundaan ini diberlakukan? Aswan tak mau ujug-ujug memutuskan. Karena kembali kepada pernyataannya tadi, bahwa tren di Banjarbaru ujarnya bersifat fluktuatif.

“Belum tahu (soal kapan penundaan berakhir). Kita akan lihat dahulu mungkin satu atau dua pekan ke depan. Yang terpenting saat ini sekolah-sekolah piloting kita sudah siap, sehingga jika PTM digelar, sekolah telah memenuhi,” ujarnya.

Meski dalam status penundaan, segala persiapan klaim Aswan terus digodok. Mulai dari lanjutan proses verifikasi sekolah hingga akan berdiskusi dengan komite sekolah atau para orang tua murid.

“Karena kembali kita tegaskan, persetujuan terakhir adalah dari wali atau orang tua murid. Kita dan sejumlah sekolah memang sudah siap, ini akan kami ajukan ke Wali Kota dan Satgas. Tapi restu terakhir tetap orang tua,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, Disdik telah memverifikasi 20 sekolah piloting di Kota Banjarbaru untuk menghadapi PTM di tengah pandemi. 20 sekolah ini terdiri dari 18 jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sisanya jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Selain 20 sekolah yang berstatus lolos verifikasi ini. Disdik kata disebutkan juga mengusulkan 9 sekolah lainnya. Kesembilan sekolah ini secara domisili terletak di wilayah pinggiran kota. Sebagian ada yang berstatus sekolah swasta. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/