alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Mampatnya Sungai-Sungai Kecil, Pusat Kota Banjarmasin Juga Terendam

BANJARMASIN – Hujan deras yang mengguyur Kota Banjarmasin pada Minggu (10/1) dini hari hingga pagi, mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang.

Pantauan Radar Banjarmasin, luapan air muncul di Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Cemara, Jalan Prona I sampai III, dan Jalan Kuripan.

Paling tinggi, genangan melebihi mata kaki orang dewasa. Untungnya, dalam hitungan jam, genangan perlahan surut.

Favehotel Banjarmasin

“Enak-enak tidur, pas bangun pagi, halaman dan jalan sudah tergenang,” kata Eva Rizkiyana, warga Jalan Kuripan Kompleks Cempaka Putih Gang 9, Banjarmasin Timur.

Seingatnya, kawasan itu tak pernah kebanjiran. Tapi sejak perbaikan jalan lingkungan tiga tahun silam, tempat tinggalnya kerap tergenang.

“Ada peninggian jalan depan gang. Seingat saya, paling parah tahun 2018. Kini, jangankan hujan semalaman, hujan sebentar saja bakal tergenang,” tambahn Eva.

Selain itu, Sungai Kuripan yang terhubung ke Jalan Ahmad Yani dan Jalan Veteran, terus mengecil karena didesak permukiman warga.

Paling mencolok di pusat kota. Di Jalan Lambung Mangkurat, berdekatan dengan gedung DPRD Banjarmasin, kawasan ini langganan terendam.

Bahkan, ada saja pengendara yang terpaksa mendorong sepeda motornya. Karena mogok kemasukan air.

“Tadi saya sempat membantu mendorong kendaraan orang yang mogok,” tutur Bahri, pengayuh becak yang biasa mangkal di situ.

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPTD Pemeliharaan Sungai dan Drainase di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Trisno mengaku belum bisa berbuat banyak.

Selain merutinkan pembersihan drainase dan mengimbau warga. “Maksudnya agar warga juga menjaga kebersihan sungai. Terlebih sungai kecil,” ujarnya.

Diingatkan Agus, sungai-sungai kecil adalah penampung air hujan. Mengalirkan limpasan ke sungai besar untuk menangkal banjir.

Jika sungai kecil tertutup sampah atau permukiman warga, maka luapan akan terus muncul pada musim hujan seperti sekarang.

“Bisa mampat karena tertutup sampah,” tambahnya. Pembersihan drainase dan kali selama ini ditangani pasukan turbo. Tapi menurut Agus, jumlah personelnya amat terbatas.

“Kami mengharapkan masyarakat ikut merawat sungai. Kalau toh kesulitan, bisa menghubungi kami. Akan segera ditangani,” janjinya. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Hujan deras yang mengguyur Kota Banjarmasin pada Minggu (10/1) dini hari hingga pagi, mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang.

Pantauan Radar Banjarmasin, luapan air muncul di Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Cemara, Jalan Prona I sampai III, dan Jalan Kuripan.

Paling tinggi, genangan melebihi mata kaki orang dewasa. Untungnya, dalam hitungan jam, genangan perlahan surut.

Favehotel Banjarmasin

“Enak-enak tidur, pas bangun pagi, halaman dan jalan sudah tergenang,” kata Eva Rizkiyana, warga Jalan Kuripan Kompleks Cempaka Putih Gang 9, Banjarmasin Timur.

Seingatnya, kawasan itu tak pernah kebanjiran. Tapi sejak perbaikan jalan lingkungan tiga tahun silam, tempat tinggalnya kerap tergenang.

“Ada peninggian jalan depan gang. Seingat saya, paling parah tahun 2018. Kini, jangankan hujan semalaman, hujan sebentar saja bakal tergenang,” tambahn Eva.

Selain itu, Sungai Kuripan yang terhubung ke Jalan Ahmad Yani dan Jalan Veteran, terus mengecil karena didesak permukiman warga.

Paling mencolok di pusat kota. Di Jalan Lambung Mangkurat, berdekatan dengan gedung DPRD Banjarmasin, kawasan ini langganan terendam.

Bahkan, ada saja pengendara yang terpaksa mendorong sepeda motornya. Karena mogok kemasukan air.

“Tadi saya sempat membantu mendorong kendaraan orang yang mogok,” tutur Bahri, pengayuh becak yang biasa mangkal di situ.

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPTD Pemeliharaan Sungai dan Drainase di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Agus Trisno mengaku belum bisa berbuat banyak.

Selain merutinkan pembersihan drainase dan mengimbau warga. “Maksudnya agar warga juga menjaga kebersihan sungai. Terlebih sungai kecil,” ujarnya.

Diingatkan Agus, sungai-sungai kecil adalah penampung air hujan. Mengalirkan limpasan ke sungai besar untuk menangkal banjir.

Jika sungai kecil tertutup sampah atau permukiman warga, maka luapan akan terus muncul pada musim hujan seperti sekarang.

“Bisa mampat karena tertutup sampah,” tambahnya. Pembersihan drainase dan kali selama ini ditangani pasukan turbo. Tapi menurut Agus, jumlah personelnya amat terbatas.

“Kami mengharapkan masyarakat ikut merawat sungai. Kalau toh kesulitan, bisa menghubungi kami. Akan segera ditangani,” janjinya. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/