alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Tahun Baru, RS Ulin Hanya Tambah Dua Pasien Covid-19

BANJARMASIN – Saat pergantian dan setelah perayaan pergantian tahun, sempat diprediksi terjadi lonjakan pasien Covid-19. Lantas bagaimana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin?

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati menyebut pasien Covid-19 yang dirawat jumlahnya tidak banyak. Tak seperti pertengahan tahun 2020 lalu. “Tanggal 1 Januari 2021 ada 66. Kalau hari ini 68 orang, naiknya hanya 2 orang,” katanya.

Ia bersyukur tak ada lonjakan yang berarti. Ini tidak terlepas dari peranan aparat penegak hukum bersama tim Satgas Covid-19 yang sudah jauh hari mengantisipasi. Misalnya larangan berkumpul pada malam pergantian tahun. Sebab ini sangat rentan.

Favehotel Banjarmasin

Jelang akhir tahun, RSUD Ulin sudah menyiagakan 900 petugas medis, 174 di antaranya adalah dokter. Meski instansi lainnya libur, bagi para petugas medis tetap harus stand by. Mereka selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Petugas medis selalu stand by selama 24 jam. Hp nggak boleh ada yang mati,” ucapnya.

Tidak hanya kesiapan petugas medis saja, juga ruangan. Suci menyebut tiga ruangan disiapkan. Ruang Mawar lima lantai, Anggrek satu lantai, dan Bougenville satu lantai. Jika ditotal tempat tidur yang tersedia jumlahnya ratusan. “Kapasitas kami sebenarnya 635 tempat tidur. Ada 206 khusus melayani pasien Covid-19, sisanya 429 untuk pasien umum,” sebutnya.

Sebagai antisipasi penularan terhadap petugas medis, Suci mengatakan keharusan mengenakan alat pelindung diri (APD) tergantung tingkat pasien Covid-19 yang ditangani. Jika masuk kategori berat, mereka wajib mengenakan APD lengkap.

“APD kaya pakaian astronot. Tidak bisa sembarangan, keluar ruangan petugas medis lewat jalan yang sudah disiapkan. Mereka juga harus sudah membersihkan diri sebelumnya,” tuntasnya.(gmp/dye/ema)

BANJARMASIN – Saat pergantian dan setelah perayaan pergantian tahun, sempat diprediksi terjadi lonjakan pasien Covid-19. Lantas bagaimana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin?

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati menyebut pasien Covid-19 yang dirawat jumlahnya tidak banyak. Tak seperti pertengahan tahun 2020 lalu. “Tanggal 1 Januari 2021 ada 66. Kalau hari ini 68 orang, naiknya hanya 2 orang,” katanya.

Ia bersyukur tak ada lonjakan yang berarti. Ini tidak terlepas dari peranan aparat penegak hukum bersama tim Satgas Covid-19 yang sudah jauh hari mengantisipasi. Misalnya larangan berkumpul pada malam pergantian tahun. Sebab ini sangat rentan.

Favehotel Banjarmasin

Jelang akhir tahun, RSUD Ulin sudah menyiagakan 900 petugas medis, 174 di antaranya adalah dokter. Meski instansi lainnya libur, bagi para petugas medis tetap harus stand by. Mereka selalu siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Petugas medis selalu stand by selama 24 jam. Hp nggak boleh ada yang mati,” ucapnya.

Tidak hanya kesiapan petugas medis saja, juga ruangan. Suci menyebut tiga ruangan disiapkan. Ruang Mawar lima lantai, Anggrek satu lantai, dan Bougenville satu lantai. Jika ditotal tempat tidur yang tersedia jumlahnya ratusan. “Kapasitas kami sebenarnya 635 tempat tidur. Ada 206 khusus melayani pasien Covid-19, sisanya 429 untuk pasien umum,” sebutnya.

Sebagai antisipasi penularan terhadap petugas medis, Suci mengatakan keharusan mengenakan alat pelindung diri (APD) tergantung tingkat pasien Covid-19 yang ditangani. Jika masuk kategori berat, mereka wajib mengenakan APD lengkap.

“APD kaya pakaian astronot. Tidak bisa sembarangan, keluar ruangan petugas medis lewat jalan yang sudah disiapkan. Mereka juga harus sudah membersihkan diri sebelumnya,” tuntasnya.(gmp/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/