alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Spanduk Larangan Diabaikan Warga, Pokdarwis pun Ikut Kewalahan

BANJARMASIN – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Mantuil, Hamdani mengaku kewalahan mengatasi banyaknya pengunjung Jembatan Pulau Bromo.

“Datang terus pak, kami kewalahan menertibkan,” ucapnya, ketika dikonfirmasi kemarin (3/1) sore.
Pengunjung semakin tak terkendali, ketika aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni Satpol PP yang semula berjaga sejak pagi mulai meninggalkan lokasi berdirinya jembatan. “Sekitar jam 11 siang, Satpol PP tak lagi berjaga. Setelah itu, pengunjung kembali berdatangan,” jelasnya.

Setelah itu, Hamdani mengaku bahwa pihaknya pun hanya bisa melakukan imbauan. Supaya pengunjung menerapkan protokol kesehatan dan tidak berkerumun. “Yang ingin mampir atau terlanjur datang, kami imbau untuk balik kanan (pulang, red). Tapi, yang namanya pengunjung banyak, kami pun tak bisa apa-apa. Kami kekurangan personel untuk berjaga,” jelasnya.

Favehotel Banjarmasin

Hamdani mengatakan sebenarnya pihaknya ingin merealisasikan apa yang menjadi instruksi Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Supaya kawasan tersebut ditutup sementara waktu, guna menghindari adanya kerumunan yang berpotensi menjadi penyebab penularan Covid-19.

Namun, apa daya. Anggota Pokdarwis di Kelurahan Mantuil sangatlah terbatas. Dibeberkan Hamdani, jumlahnya pun tak sampai 20 orang. “Kalau toh memang ada bantuan juga dari TNI maupun Polri, kami berharap itu memang terjadi. Supaya kawasan ini bisa sepenuhnya ditutup,” tambahnya.

Hamdani menampik tudingan bahwa pihaknya yang membuka kawasan tersebut. “Tidak. Kami tidak membukanya,” tutupnya.

Selain menghentikan keterisolasian warga Pulau Bromo, dibangunnya jembatan di kawasan tersebut juga sebagai sarana membuka roda perekonomian masyarakat. Bahkan, pembangunan jembatan itu juga digadang-gadang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Banjarmasin. Di kawasan jembatan juga dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lengkap dengan toilet, tempat parkir kendaraan bermotor hingga sepeda.

Pembiayaannya pembangunan menggunakan APBD Kota Banjarmasin tahun 2020. Besaran anggaran yang dikeluarkan lebih dari Rp40 miliar. Maka jangan heran bila jembatan yang telah rampung itu langsung diserbu masyarakat dari berbagai penjuru. Yang tentunya, ingin menikmati keindahan alam dari atas jembatan.(war/dye/ema)

BANJARMASIN – Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Mantuil, Hamdani mengaku kewalahan mengatasi banyaknya pengunjung Jembatan Pulau Bromo.

“Datang terus pak, kami kewalahan menertibkan,” ucapnya, ketika dikonfirmasi kemarin (3/1) sore.
Pengunjung semakin tak terkendali, ketika aparat penegak Peraturan Daerah (Perda) yakni Satpol PP yang semula berjaga sejak pagi mulai meninggalkan lokasi berdirinya jembatan. “Sekitar jam 11 siang, Satpol PP tak lagi berjaga. Setelah itu, pengunjung kembali berdatangan,” jelasnya.

Setelah itu, Hamdani mengaku bahwa pihaknya pun hanya bisa melakukan imbauan. Supaya pengunjung menerapkan protokol kesehatan dan tidak berkerumun. “Yang ingin mampir atau terlanjur datang, kami imbau untuk balik kanan (pulang, red). Tapi, yang namanya pengunjung banyak, kami pun tak bisa apa-apa. Kami kekurangan personel untuk berjaga,” jelasnya.

Favehotel Banjarmasin

Hamdani mengatakan sebenarnya pihaknya ingin merealisasikan apa yang menjadi instruksi Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina. Supaya kawasan tersebut ditutup sementara waktu, guna menghindari adanya kerumunan yang berpotensi menjadi penyebab penularan Covid-19.

Namun, apa daya. Anggota Pokdarwis di Kelurahan Mantuil sangatlah terbatas. Dibeberkan Hamdani, jumlahnya pun tak sampai 20 orang. “Kalau toh memang ada bantuan juga dari TNI maupun Polri, kami berharap itu memang terjadi. Supaya kawasan ini bisa sepenuhnya ditutup,” tambahnya.

Hamdani menampik tudingan bahwa pihaknya yang membuka kawasan tersebut. “Tidak. Kami tidak membukanya,” tutupnya.

Selain menghentikan keterisolasian warga Pulau Bromo, dibangunnya jembatan di kawasan tersebut juga sebagai sarana membuka roda perekonomian masyarakat. Bahkan, pembangunan jembatan itu juga digadang-gadang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Banjarmasin. Di kawasan jembatan juga dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lengkap dengan toilet, tempat parkir kendaraan bermotor hingga sepeda.

Pembiayaannya pembangunan menggunakan APBD Kota Banjarmasin tahun 2020. Besaran anggaran yang dikeluarkan lebih dari Rp40 miliar. Maka jangan heran bila jembatan yang telah rampung itu langsung diserbu masyarakat dari berbagai penjuru. Yang tentunya, ingin menikmati keindahan alam dari atas jembatan.(war/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/