alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Santri Tenggelam, Ditemukan Mengapung di Siring Nol Kilometer

BANJARMASIN – Operasi tim gabungan Satpol Air Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin serta relawan rescue membuahkan hasil mencari santri yang tenggelam di Sungai Martapura. Tubuh santri berinisial AHB, 16 tahun warga asal Semarang ini ditemukan mengapung di Sungai Martapura, persis dekat wisata Siring Nol Km, Minggu (3/1) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Lokasi temuan ini diperkirakan 1 kilometer dari titik awal korban tenggelam. 

Kasat Polair Polresta Banjarmasin, Kompol John Louis L membenarkan perihal temuan jasad santri tersebut. “Tepat 36 jam korban ditemukan mengapung dalam posisi tertelungkup. Lokasi mengapungnya persis di dekat Siring Nol Km,” ungkap John saat dikonfirmasi kemarin.

Kondisi jasad korban terlihat mengalami lebam, dan tubuhnya mulai membengkak. Selain itu wajahnya nyaris hancur dan sulit dikenali. “Hasil pemeriksaan tidak ada menunjukkan tanda kekerasan. Lebam-lebam di badan serta wajah korban itu kuat dugaan karena benturan ketika tubuhnya terseret arus,” terang John.

Favehotel Banjarmasin

Usai ditepikan rekanan BPK Ar Rahman Sutoyo S, jasad santri itu dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. “Jasad korban setelah beres proses di rumah sakit langsung diterbangkan ke Semarang untuk dimakamkan,” tutupnya.

Santri salah satu pesantren di kawasan Seberang Masjid Banjarmasin Tengahini dikabarkan tenggelam di Sungai Martapura ketika mandi di Sungai bersama rekannya Jumat (1/1) sekitar pukul 14.30 Wita. Korban yang tak bisa berenang tiba-tiba ikut menceburkan diri. Rekannya tak mengetahui jika korban berada di dalam air.

Alangkah kagetnya ketika sudah berada di darat melihat korban di sungai dalam kondisi badan sedang timbul tenggelam. Rekannya berusaha menyelamatkan, namun tubuhnya keburu ditelan dalamnya Sungai Martapura.(lan/dye/ema)

BANJARMASIN – Operasi tim gabungan Satpol Air Polresta Banjarmasin, BPBD Kota Banjarmasin serta relawan rescue membuahkan hasil mencari santri yang tenggelam di Sungai Martapura. Tubuh santri berinisial AHB, 16 tahun warga asal Semarang ini ditemukan mengapung di Sungai Martapura, persis dekat wisata Siring Nol Km, Minggu (3/1) dini hari sekitar pukul 02.30 Wita. Lokasi temuan ini diperkirakan 1 kilometer dari titik awal korban tenggelam. 

Kasat Polair Polresta Banjarmasin, Kompol John Louis L membenarkan perihal temuan jasad santri tersebut. “Tepat 36 jam korban ditemukan mengapung dalam posisi tertelungkup. Lokasi mengapungnya persis di dekat Siring Nol Km,” ungkap John saat dikonfirmasi kemarin.

Kondisi jasad korban terlihat mengalami lebam, dan tubuhnya mulai membengkak. Selain itu wajahnya nyaris hancur dan sulit dikenali. “Hasil pemeriksaan tidak ada menunjukkan tanda kekerasan. Lebam-lebam di badan serta wajah korban itu kuat dugaan karena benturan ketika tubuhnya terseret arus,” terang John.

Favehotel Banjarmasin

Usai ditepikan rekanan BPK Ar Rahman Sutoyo S, jasad santri itu dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. “Jasad korban setelah beres proses di rumah sakit langsung diterbangkan ke Semarang untuk dimakamkan,” tutupnya.

Santri salah satu pesantren di kawasan Seberang Masjid Banjarmasin Tengahini dikabarkan tenggelam di Sungai Martapura ketika mandi di Sungai bersama rekannya Jumat (1/1) sekitar pukul 14.30 Wita. Korban yang tak bisa berenang tiba-tiba ikut menceburkan diri. Rekannya tak mengetahui jika korban berada di dalam air.

Alangkah kagetnya ketika sudah berada di darat melihat korban di sungai dalam kondisi badan sedang timbul tenggelam. Rekannya berusaha menyelamatkan, namun tubuhnya keburu ditelan dalamnya Sungai Martapura.(lan/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/