alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Sekolah Banjarbaru Tunggu Hasil Verifikasi Satgas

BANJARBARU – Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru telah menyelesaikan verifikasi terhadap 20 SD dan dua SMP yang akan melaksanakan belajar tatap muka. Saat ini, sekolah tinggal menunggu hasil verifikasi tersebut.

Kabid Bina SD Disdik Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi mengatakan, setelah selesai melakukan verifikasi, Disdik Banjarbaru selanjutnya merekomendasikan sekolah yang layak melaksanakan PTM ke Wali Kota Banjarbaru. “Yang menjadi pertimbangan ialah kesiapan sekolah, maupun warga sekolah serta kondisi zonasi Covid-19 di daerah sekolah berada,” katanya.

Kalau daerahnya masih zona merah Covid-19, dikatakan Edy, Disdik Banjarbaru tidak akan merekomendasikan sekolah melaksanakan PTM.  “Karena izin PTM masing-masing sekolah juga melalui pertimbangan Satgas Covid-19,” paparnya.

Dia mengungkapkan, puluhan SD yang sudah diverifikasi yakni, SDN 2 Cempaka, SDN 3 Cempaka, SDN 1 Landasan Ulin Timur, SDN 2 Syamsudin Noor, SDN 2 Loktabat Selatan, SDN 1 Guntung Paikat, SDN 1 Loktabat Utara, SDN 5 Loktabat Utara, SDN 1 Komet dan SDN 3 Komet.

Kemudian, SDN 2 Sungai Besar, SDN 4 Sungai Ulin, SDN 1 Bangkal, SDN 1 Palam, SDN 3 Palam, SDN 1 Guntung Manggis, SDN 1 Landasan Ulin Barat, SDN 1 Landasan Ulin Utara. “Lalu SDIT Nurul Fikri dan SDIT Bina Insani. Kalau yang SMP bisa ditanyakan ke Kabid Bina SMP,” ungkap Edy.

Hal senada disampaikan Kabid Bina SMP Disdik Banjarbaru, Alamsyah. Dia menyampaikan, saat ini pihaknya tinggal menunggu keputusan terkait pelaksanaan belajar tatap muka. “Kalau SMP ada dua yang diverifikasi. Yakni, SMPN 1 Banjarbaru dan SMPN 2 Banjarbaru,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Banjarbaru M Aswan menuturkan, pihaknya bersama Komite Sekolah dan perkumpulan orang tua siswa sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan sekolah tatap muka.

“Dalam rapat itu kami sampaikan syarat-syarat untuk belajar tatap muka. Seperti zonasi Covid-19 dan protokol kesehatan yang harus diterapkan,” paparnya.

Dikatakannya, pada rakor itu para orang tua murid bersedia membantu memberikan kontribusi untuk realisasi kelancaran sekolah tatap muka. “Begitu pula Komite Sekolah, mereka siap untuk menggelar belajar tatap muka,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

BANJARBARU – Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru telah menyelesaikan verifikasi terhadap 20 SD dan dua SMP yang akan melaksanakan belajar tatap muka. Saat ini, sekolah tinggal menunggu hasil verifikasi tersebut.

Kabid Bina SD Disdik Banjarbaru, Edy Yuana Pribadi mengatakan, setelah selesai melakukan verifikasi, Disdik Banjarbaru selanjutnya merekomendasikan sekolah yang layak melaksanakan PTM ke Wali Kota Banjarbaru. “Yang menjadi pertimbangan ialah kesiapan sekolah, maupun warga sekolah serta kondisi zonasi Covid-19 di daerah sekolah berada,” katanya.

Kalau daerahnya masih zona merah Covid-19, dikatakan Edy, Disdik Banjarbaru tidak akan merekomendasikan sekolah melaksanakan PTM.  “Karena izin PTM masing-masing sekolah juga melalui pertimbangan Satgas Covid-19,” paparnya.

Dia mengungkapkan, puluhan SD yang sudah diverifikasi yakni, SDN 2 Cempaka, SDN 3 Cempaka, SDN 1 Landasan Ulin Timur, SDN 2 Syamsudin Noor, SDN 2 Loktabat Selatan, SDN 1 Guntung Paikat, SDN 1 Loktabat Utara, SDN 5 Loktabat Utara, SDN 1 Komet dan SDN 3 Komet.

Kemudian, SDN 2 Sungai Besar, SDN 4 Sungai Ulin, SDN 1 Bangkal, SDN 1 Palam, SDN 3 Palam, SDN 1 Guntung Manggis, SDN 1 Landasan Ulin Barat, SDN 1 Landasan Ulin Utara. “Lalu SDIT Nurul Fikri dan SDIT Bina Insani. Kalau yang SMP bisa ditanyakan ke Kabid Bina SMP,” ungkap Edy.

Hal senada disampaikan Kabid Bina SMP Disdik Banjarbaru, Alamsyah. Dia menyampaikan, saat ini pihaknya tinggal menunggu keputusan terkait pelaksanaan belajar tatap muka. “Kalau SMP ada dua yang diverifikasi. Yakni, SMPN 1 Banjarbaru dan SMPN 2 Banjarbaru,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Disdik Kota Banjarbaru M Aswan menuturkan, pihaknya bersama Komite Sekolah dan perkumpulan orang tua siswa sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi terkait persiapan sekolah tatap muka.

“Dalam rapat itu kami sampaikan syarat-syarat untuk belajar tatap muka. Seperti zonasi Covid-19 dan protokol kesehatan yang harus diterapkan,” paparnya.

Dikatakannya, pada rakor itu para orang tua murid bersedia membantu memberikan kontribusi untuk realisasi kelancaran sekolah tatap muka. “Begitu pula Komite Sekolah, mereka siap untuk menggelar belajar tatap muka,” pungkasnya. (ris/bin/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

PKS Gaet Para Mantan

Retak yang Bikin Khawatir

Rob Sampai 24 Mei

Pemekaran Kecamatan Tergesa-gesa

/