alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Pesan Tegas Kepada FPI, Kapolda dan Danrem Beri Peringatan

BANJARMASIN – Front Pembela Islam (FPI) ditetapkan pemerintah sebagai organisasi terlarang. Bagaimana nasib cabangnya di Banjarmasin?

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, takkan ada tindakan spesial. Tapi bukan berarti aktivis FPI di sini tak diawasi.

“Jika ada sedikit saja potensi kegaduhan, akan kami netralisir. Jangan sampai menjadi gangguan nyata,” ujarnya, kemarin (30/12).

Diingatkannya, tak boleh ada ormas yang mencoba-coba berlagak sebagai polisi dengan mengatasnamakan kemaslahatan umat. Apalagi pada perayaan tahun baru ini.

“Ormas mana pun, termasuk FPI. Harus digaris bawahi, jangan main polisi-polisian. Biarkan kami dan TNI yang berpatroli mengamankan,” tegasnya.

“Sudah jelas, itu bukan tugas ormas. Kami akan pantau. Sedari awal harus dicegah, tak perlu menunggu kerusuhan dulu,” tambah mantan Kapolda Maluku tersebut.

Danrem 101/Antasari Brigen TNI Firmansyah menambahkan, Kalsel harus tetap kondusif. “Kita negara hukum. Kalau organisasi itu tidak terima, silakan tempuh jalur hukum. Jangan mengerahkan massa ke jalan,” tegasnya. (lan/fud/ema)

BANJARMASIN – Front Pembela Islam (FPI) ditetapkan pemerintah sebagai organisasi terlarang. Bagaimana nasib cabangnya di Banjarmasin?

Kapolda Kalsel Irjen Pol Rikwanto mengatakan, takkan ada tindakan spesial. Tapi bukan berarti aktivis FPI di sini tak diawasi.

“Jika ada sedikit saja potensi kegaduhan, akan kami netralisir. Jangan sampai menjadi gangguan nyata,” ujarnya, kemarin (30/12).

Diingatkannya, tak boleh ada ormas yang mencoba-coba berlagak sebagai polisi dengan mengatasnamakan kemaslahatan umat. Apalagi pada perayaan tahun baru ini.

“Ormas mana pun, termasuk FPI. Harus digaris bawahi, jangan main polisi-polisian. Biarkan kami dan TNI yang berpatroli mengamankan,” tegasnya.

“Sudah jelas, itu bukan tugas ormas. Kami akan pantau. Sedari awal harus dicegah, tak perlu menunggu kerusuhan dulu,” tambah mantan Kapolda Maluku tersebut.

Danrem 101/Antasari Brigen TNI Firmansyah menambahkan, Kalsel harus tetap kondusif. “Kita negara hukum. Kalau organisasi itu tidak terima, silakan tempuh jalur hukum. Jangan mengerahkan massa ke jalan,” tegasnya. (lan/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/