alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Kerjasama Arutmin Senakin-De’ Papuyu Farm, Gelar Pelatihan Budidaya Perikanan Dengan Sistem Bioflok

KOTABARU – Pengembangan kegiatan budidaya perikanan menjadi salah satu prioritas PT Arutmin Indonesia (Arutmin) tambang Senakin guna meningkatkan perekonomian masyakat. 

Karena itu, selain menggalakkan berbagai inovasi program bagi masyarakat lingkar tambang, juga aktif menggelar berbagai pelatihan hingga percontohan penyuluhan untuk menyokong sektor budidaya.

Teranyar, Arutmin tambang Senakin menggelar pelatihan budidaya perikanan dengan sistem bioflok dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dengan sistem bioflok di wisma Garuda Dugan Camp Senakin, Selasa (29/12) tadi.

Pelatihan dengan sistem bioflok untuk budidaya ikan air tawar diselenggarakan melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di lingkar Arutmin tambang Senakin, bekerja sama dengan sekolah saudagar De’ Papuyu Farm dari Banjarbaru.

Dalam sambutannya Kepala Teknik Tambang Arutmin Senakin Dedi Heriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program PPM Arutmin untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.

“Program ini salah satunya. Mudah-mudahan bisa berhasil agar nantinya masyarakat yang ada di lingkar tambang ini tidak lagi selalu tergantung dengan perusahaan saja tapi bisa mandiri secara perekonomian,” ujarnya.

Dengan teknologi baru bioflok ini bisa menjadi potensi besar untuk masyarakat yang ada di lingkar tambang untuk lebih maju dan berkembang secara mandiri. Namun tentunya, Arutmin tetap mendampingi hingga masyarakat bisa maju dan sukses.

“Kami tetap akan melihat antusias dari masyarakat, kalau dibantu dari segi pendanaan tapi motivasi dan keuletannya kurang ya sayang juga. Kami akan mereview masyarakat yang benar-benar berminat sekali atau yang serius untuk menggarap bioflok ini baru akan di berikan bantuan dan itupun tidak sekaligus tapi secara bertahap agar ada proses pembelajarannya,” ujarnya.

Sistem bioflok ini sangat bagus untuk dikembangkan karena lebih efisien dari sisi lahan, air dan pakan. Bagi yang masih pemula, masih nol pengatahuannya, tentunya sangat bagus bisa berhadir dan mengikuti pelatihan ini.

Pasalnya kelebihan sistem bioflok ini memang lebih mudah dari sisi pengelolaan. Tentunya, yang akan menjadi tantangan ke depan nanti yaitu dari segi pemasaran sehingga perlu di kembangkan kelompok-kelompok di masing- masing Desa.

Kelompok perikanan tersebut bisa saling menguatkan ditambah dari pendampingan penyuluh dan fasilitas pendampingan. Pada tahap awal ini sengaja dilakukan sementara di area sekitar tambang agar warga bisa mempelajari lebih dulu dengan datang ke lokasi percontohan dan melihat langsung, sehingga sebelum nantinya diberikan bantuan bisa sesuai dengan kebutuhan dan antusiasme masyarakat.

“Harapan kami tentunya ada ke sungguhan dari rekan- rekam masyakarat bahwa ingin mengembangkan perikanan dengan sistem bioflok,” kata Pak Dedi Heriyanto lagi.

Sementara itu Owner De’Papayu Farm, Hilmi Arifin mengatakan, budidaya ikan dengan sistem Bioflok itu ada tiga hal penting agar bisa berhasil. Pertama adalah SDM pelaku budidaya bioflok. Kedua adalah probiotik yang digunakan, ketiga benih yang digunakan.

“Selama ini petani measumsikan kalau kolam Bioflok itu bisa sembarang semua ukuran benih, sedangkan benih yang harus digunakan di dalam sistem Bioflok harus yang besar dan sehat,” ujarnya. (mat/ema)

KOTABARU – Pengembangan kegiatan budidaya perikanan menjadi salah satu prioritas PT Arutmin Indonesia (Arutmin) tambang Senakin guna meningkatkan perekonomian masyakat. 

Karena itu, selain menggalakkan berbagai inovasi program bagi masyarakat lingkar tambang, juga aktif menggelar berbagai pelatihan hingga percontohan penyuluhan untuk menyokong sektor budidaya.

Teranyar, Arutmin tambang Senakin menggelar pelatihan budidaya perikanan dengan sistem bioflok dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dengan sistem bioflok di wisma Garuda Dugan Camp Senakin, Selasa (29/12) tadi.

Pelatihan dengan sistem bioflok untuk budidaya ikan air tawar diselenggarakan melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di lingkar Arutmin tambang Senakin, bekerja sama dengan sekolah saudagar De’ Papuyu Farm dari Banjarbaru.

Dalam sambutannya Kepala Teknik Tambang Arutmin Senakin Dedi Heriyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program PPM Arutmin untuk meningkatkan perekonomian bagi masyarakat.

“Program ini salah satunya. Mudah-mudahan bisa berhasil agar nantinya masyarakat yang ada di lingkar tambang ini tidak lagi selalu tergantung dengan perusahaan saja tapi bisa mandiri secara perekonomian,” ujarnya.

Dengan teknologi baru bioflok ini bisa menjadi potensi besar untuk masyarakat yang ada di lingkar tambang untuk lebih maju dan berkembang secara mandiri. Namun tentunya, Arutmin tetap mendampingi hingga masyarakat bisa maju dan sukses.

“Kami tetap akan melihat antusias dari masyarakat, kalau dibantu dari segi pendanaan tapi motivasi dan keuletannya kurang ya sayang juga. Kami akan mereview masyarakat yang benar-benar berminat sekali atau yang serius untuk menggarap bioflok ini baru akan di berikan bantuan dan itupun tidak sekaligus tapi secara bertahap agar ada proses pembelajarannya,” ujarnya.

Sistem bioflok ini sangat bagus untuk dikembangkan karena lebih efisien dari sisi lahan, air dan pakan. Bagi yang masih pemula, masih nol pengatahuannya, tentunya sangat bagus bisa berhadir dan mengikuti pelatihan ini.

Pasalnya kelebihan sistem bioflok ini memang lebih mudah dari sisi pengelolaan. Tentunya, yang akan menjadi tantangan ke depan nanti yaitu dari segi pemasaran sehingga perlu di kembangkan kelompok-kelompok di masing- masing Desa.

Kelompok perikanan tersebut bisa saling menguatkan ditambah dari pendampingan penyuluh dan fasilitas pendampingan. Pada tahap awal ini sengaja dilakukan sementara di area sekitar tambang agar warga bisa mempelajari lebih dulu dengan datang ke lokasi percontohan dan melihat langsung, sehingga sebelum nantinya diberikan bantuan bisa sesuai dengan kebutuhan dan antusiasme masyarakat.

“Harapan kami tentunya ada ke sungguhan dari rekan- rekam masyakarat bahwa ingin mengembangkan perikanan dengan sistem bioflok,” kata Pak Dedi Heriyanto lagi.

Sementara itu Owner De’Papayu Farm, Hilmi Arifin mengatakan, budidaya ikan dengan sistem Bioflok itu ada tiga hal penting agar bisa berhasil. Pertama adalah SDM pelaku budidaya bioflok. Kedua adalah probiotik yang digunakan, ketiga benih yang digunakan.

“Selama ini petani measumsikan kalau kolam Bioflok itu bisa sembarang semua ukuran benih, sedangkan benih yang harus digunakan di dalam sistem Bioflok harus yang besar dan sehat,” ujarnya. (mat/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/