alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

SMPN Dibuka 11 Januari, Simulasi SDN Menyusul 18 Januari

BANJARMASIN – Kemunculan zona merah di Kelurahan Pemurus Dalam dan Kelurahan Pelambuan tak menghentikan Pemko Banjarmasin dari rencana pembukaan sekolah.

Diputuskan, untuk SMP negeri, akan kembali belajar tatap muka sejak 11 Januari 2021 mendatang.

Sementara SD negeri, memulai simulasi pembukaan sekolah sepekan kemudian, 18 Januari. Simulasi akan digelar di 10 SDN, plus untuk kelas IV, V dan VI saja. Sesuai saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Sekali lagi, pembelajaran tatap muka wajib menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat.

Pembukaan-Sekolah-Banjarmasin

“Sesuai surat keputusan bersama empat menteri, kepala daerah berwenang memutuskan. Jadi demikian keputusan saya,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina seusai rapat bersama Satgas COVID-19 Banjarmasin, kemarin (29/12) siang di Balai Kota.

Apakah Ibnu tak khawatir? Dia mengklaim, keputusan ini sudah sesuai dengan masukan mayoritas orang tua siswa yang meminta sekolah kembali dibuka. Berbulan-bulan belajar daring di rumah, dirasa kurang efektif.

Diakuinya, tak mudah mengambil langkah ini. Tapi setelah evaluasi panjang, maka pilihan ini dianggap yang terbaik.

“Ke depan, setiap enam hari akan dievaluasi. Begitu muncul kasus positif kami hentikan,” tegasnya.

“Sebagai tambahan, di sekolah juga akan dibentuk satgas COVID-19. Nanti juga ada visitasi terlebih dulu dari Dinas Kesehatan,” tekannya.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menambahkan, kebijakan ini tidak berlaku untuk sekolah atau siswa yang tinggal di zona merah.

Artinya, sekolah cuma dibuka di zona hijau dan kuning.

“Di zona merah tetap belajar daring. Baik sekolah atau siswa yang beralamat di zona merah,” jelasnya.

Soal teknis, antar kursi siswa akan diberi jarak 1,5 meter. Belajar di kelas juga dibatasi selama empat jam saja.

“Selain adanya sarana cuci tangan dan masker, kami juga meminta guru mengawasi perilaku anak selama di sekolah,” pungkas Totok. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Kemunculan zona merah di Kelurahan Pemurus Dalam dan Kelurahan Pelambuan tak menghentikan Pemko Banjarmasin dari rencana pembukaan sekolah.

Diputuskan, untuk SMP negeri, akan kembali belajar tatap muka sejak 11 Januari 2021 mendatang.

Sementara SD negeri, memulai simulasi pembukaan sekolah sepekan kemudian, 18 Januari. Simulasi akan digelar di 10 SDN, plus untuk kelas IV, V dan VI saja. Sesuai saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Sekali lagi, pembelajaran tatap muka wajib menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat.

Pembukaan-Sekolah-Banjarmasin

“Sesuai surat keputusan bersama empat menteri, kepala daerah berwenang memutuskan. Jadi demikian keputusan saya,” kata Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina seusai rapat bersama Satgas COVID-19 Banjarmasin, kemarin (29/12) siang di Balai Kota.

Apakah Ibnu tak khawatir? Dia mengklaim, keputusan ini sudah sesuai dengan masukan mayoritas orang tua siswa yang meminta sekolah kembali dibuka. Berbulan-bulan belajar daring di rumah, dirasa kurang efektif.

Diakuinya, tak mudah mengambil langkah ini. Tapi setelah evaluasi panjang, maka pilihan ini dianggap yang terbaik.

“Ke depan, setiap enam hari akan dievaluasi. Begitu muncul kasus positif kami hentikan,” tegasnya.

“Sebagai tambahan, di sekolah juga akan dibentuk satgas COVID-19. Nanti juga ada visitasi terlebih dulu dari Dinas Kesehatan,” tekannya.

Kepala Disdik Banjarmasin, Totok Agus Daryanto menambahkan, kebijakan ini tidak berlaku untuk sekolah atau siswa yang tinggal di zona merah.

Artinya, sekolah cuma dibuka di zona hijau dan kuning.

“Di zona merah tetap belajar daring. Baik sekolah atau siswa yang beralamat di zona merah,” jelasnya.

Soal teknis, antar kursi siswa akan diberi jarak 1,5 meter. Belajar di kelas juga dibatasi selama empat jam saja.

“Selain adanya sarana cuci tangan dan masker, kami juga meminta guru mengawasi perilaku anak selama di sekolah,” pungkas Totok. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/