alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Gereja Bantu Marbot Masjid

BANJARMASIN – Pandemi membuat orang-orang harus menjaga jarak secara fisik. Namun, bukan berarti tali persaudaraan dan kemanusiaan juga harus merenggang.

Kemarin (28/12) siang, rombongan pengurus dari Gereja Katedral Keluarga Kudus menyambangi pengurus Masjid Agung Miftahul Ihsan.

Selain menjalin tali silaturahmi, juga untuk menyalurkan bantuan sembako. Ditujukan kepada marbot masjid.

Pastor Gereja Batu, Krispinus Cosmas Boli Tukan menyampaikan, jemaat menyadari betul dampak wabah corona yang menimpa semua kalangan.

“Kami datang sebagai saudara,” ujarnya. “Kita belum punya obat atau vaksin, tapi bagaimana pun rasa kemanusiaan harus terus dipupuk,” tambahnya.

Bukan hanya tempat ibadah umat Islam, tempat ibadah lainnya juga dibantu. Seperti vihara.

Diceritakan Cosmas, sejak 2018 lalu, mereka menjalin kerja sama dengan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3).

Program itu menggalang donasi, lalu menyalurkannya kepada yang berhak. “Berbagi dengan penyandang disabilitas dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, ketua bidang idarah (sarana) masjid di Jalan Pangeran Antasari itu, Agus Salim menyambut baik bantuan gereja.

Diakuinya, pengurus masjid juga terkena imbas pandemi. “Terlebih, masjid ini berada di tengah kota,” ujarnya.

“Kami pastikan yang menerima adalah orang-orang yang memang tidak mampu. Tidak berdaya dalam hal pekerjaan,” lanjut Salim. (war/fud/ema)

BANJARMASIN – Pandemi membuat orang-orang harus menjaga jarak secara fisik. Namun, bukan berarti tali persaudaraan dan kemanusiaan juga harus merenggang.

Kemarin (28/12) siang, rombongan pengurus dari Gereja Katedral Keluarga Kudus menyambangi pengurus Masjid Agung Miftahul Ihsan.

Selain menjalin tali silaturahmi, juga untuk menyalurkan bantuan sembako. Ditujukan kepada marbot masjid.

Pastor Gereja Batu, Krispinus Cosmas Boli Tukan menyampaikan, jemaat menyadari betul dampak wabah corona yang menimpa semua kalangan.

“Kami datang sebagai saudara,” ujarnya. “Kita belum punya obat atau vaksin, tapi bagaimana pun rasa kemanusiaan harus terus dipupuk,” tambahnya.

Bukan hanya tempat ibadah umat Islam, tempat ibadah lainnya juga dibantu. Seperti vihara.

Diceritakan Cosmas, sejak 2018 lalu, mereka menjalin kerja sama dengan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3).

Program itu menggalang donasi, lalu menyalurkannya kepada yang berhak. “Berbagi dengan penyandang disabilitas dan lainnya,” sebutnya.

Sementara itu, ketua bidang idarah (sarana) masjid di Jalan Pangeran Antasari itu, Agus Salim menyambut baik bantuan gereja.

Diakuinya, pengurus masjid juga terkena imbas pandemi. “Terlebih, masjid ini berada di tengah kota,” ujarnya.

“Kami pastikan yang menerima adalah orang-orang yang memang tidak mampu. Tidak berdaya dalam hal pekerjaan,” lanjut Salim. (war/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/