alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Tahun ini, Banjir di Kab Banjar Makin Mengkhawatirkan

MARTAPURA – Banjir di Kabupaten Banjar diprediksi makin meluas dari tahun sebelumnya. Siklus tiap empat tahun diperkirakan terjadi di akhir tahun ini. Dari data yang berhasil dihimpun, air menggenang makin tinggi dan terjadi di lima kecamatan.

Musibah banjir terpantau di lima wilayah. Yaitu Martapura Kota yang merendam 215 rumah warga. Desa yang terendam Tunggul Irang Ulu dan Tunggul Irang Ilir, Labuan Tabu, Bincau Muara, dan Kelurahan Keraton, serta Kelurahan Sungai Sipai.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Pingaran Ulu Kecamatan Astambul. Kemudian di Martapura Timur, yaitu Desa Malayu, Pekauman, Keramat, dan Dalam Pagar. Warga juga melaporkan 38 rumah terendam di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman. Kemudian, Jingah Habang di Kecamatan Karang Intan.

Sedangkan daerah yang berpotensi tanah longsor ada di Pengaron, Belimbing, Sambung Makmur, Simpang Empat, dan Aranio. Adapun potensi musibah puting beliung di Martapura Barat, Sungai Tabuk, Gambut. Kertak Hanyar. Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah akhir tahun ini.

Abdurrahman, salah satu warga Tunggul Irang mengatakan, banjir tahun ini makin mengkhawatirkan. Selama 8 tahun tinggal di sana, baru kali ini air masuk ke teras rumah. Padahal, posisinya tinggi dari rumah warga lain. Ketinggian air bervariasi. Bahkan makin hari terus meningkat.

”Makin tinggi airnya. Ketinggian selutut orang. Tetangga kami mengungsi ke rumah saudaranya, karena tidak bisa dipakai tidur akibat seluruh rumah terendam,” ungkapnya.

Dampak banjir juga dimanfaatkan anak-anak di Pekauman, Martapura Timur. Jalan aspal di tepi sungai Martapura yang terendam tersebut digunakan arena mandi air. Bahkan setiap sore selalu ramai dipenuhi anak-anak dan orang tua. “Di sini biasa, anak-anak kalau main air tiap banjir atau air tergenang setelah hujan turun,” tukasnya.

Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi  meminta warga berhati-hati dengan aliran listrik saat banjir masuk ke dalam rumah. Rasa khawatir itu sangat beralasan. Sebab, kebanyakan rumah menggunakan colokan listrik di bagian bawah atau lantai. ”Saya sudah minta kepada PLN memperhatikan kondisi banjir. Warga juga harus aktif melapor,” pungkasnya.(mam/ema)

MARTAPURA – Banjir di Kabupaten Banjar diprediksi makin meluas dari tahun sebelumnya. Siklus tiap empat tahun diperkirakan terjadi di akhir tahun ini. Dari data yang berhasil dihimpun, air menggenang makin tinggi dan terjadi di lima kecamatan.

Musibah banjir terpantau di lima wilayah. Yaitu Martapura Kota yang merendam 215 rumah warga. Desa yang terendam Tunggul Irang Ulu dan Tunggul Irang Ilir, Labuan Tabu, Bincau Muara, dan Kelurahan Keraton, serta Kelurahan Sungai Sipai.

Selanjutnya, banjir juga terjadi di Pingaran Ulu Kecamatan Astambul. Kemudian di Martapura Timur, yaitu Desa Malayu, Pekauman, Keramat, dan Dalam Pagar. Warga juga melaporkan 38 rumah terendam di Desa Tanah Abang, Kecamatan Mataraman. Kemudian, Jingah Habang di Kecamatan Karang Intan.

Sedangkan daerah yang berpotensi tanah longsor ada di Pengaron, Belimbing, Sambung Makmur, Simpang Empat, dan Aranio. Adapun potensi musibah puting beliung di Martapura Barat, Sungai Tabuk, Gambut. Kertak Hanyar. Syukurnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah akhir tahun ini.

Abdurrahman, salah satu warga Tunggul Irang mengatakan, banjir tahun ini makin mengkhawatirkan. Selama 8 tahun tinggal di sana, baru kali ini air masuk ke teras rumah. Padahal, posisinya tinggi dari rumah warga lain. Ketinggian air bervariasi. Bahkan makin hari terus meningkat.

”Makin tinggi airnya. Ketinggian selutut orang. Tetangga kami mengungsi ke rumah saudaranya, karena tidak bisa dipakai tidur akibat seluruh rumah terendam,” ungkapnya.

Dampak banjir juga dimanfaatkan anak-anak di Pekauman, Martapura Timur. Jalan aspal di tepi sungai Martapura yang terendam tersebut digunakan arena mandi air. Bahkan setiap sore selalu ramai dipenuhi anak-anak dan orang tua. “Di sini biasa, anak-anak kalau main air tiap banjir atau air tergenang setelah hujan turun,” tukasnya.

Ketua DPRD Banjar HM Rofiqi  meminta warga berhati-hati dengan aliran listrik saat banjir masuk ke dalam rumah. Rasa khawatir itu sangat beralasan. Sebab, kebanyakan rumah menggunakan colokan listrik di bagian bawah atau lantai. ”Saya sudah minta kepada PLN memperhatikan kondisi banjir. Warga juga harus aktif melapor,” pungkasnya.(mam/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/