alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Janjikan Tuntas Maret 2021, Pekerja Jembatan Alalak Cemaskan Faktor Cuaca

BANJARMASIN – Jembatan Sungai Alalak atau Jembatan Kayu Tangi Ujung bakal rampung Bulan Maret tahun depan. Jembatan dengan model cable stayed lengkung yang disebut pertama di Indonesia ini tinggal merampungkan sebagian lantai utama dan tiang penyangga utama jembatan (pylon). 

Daru tinggi tiang penyangga utama 42,4 meter kini tersisa 2 meter di bagian puncak. “Bagian ini yang paling sulit membangun jembatan model cable stayed lengkung ini. posisi melengkungnya butuh teknik pekerjaan. Tapi kami yakin jembatan akan tuntas sesuai jadwal,” yakin Deputi Proyek Manajer Jembatan Sungai Alalak, Fajrin.

Penyangga utama tersisa 2 meter itu sebutnya akan tuntas tahun ini. Sehingga tahun depan fokusnya adalah memasang kabel yang dikaitkan dengan lantai utama jembatan.

Dari sebanyak 24 kabel yang terpasang di penyangga lantai utama, saat ini baru terpasang tiga. Kabel belum bisa dipasang sekaligus, karena merampungkan dulu pekerjaan tiang peyangga. “Pekerjaannya bertahap. Apalagi sekarang ngecor bagian atas tiang ada kendala di cuaca yang tiba-tiba hujan,” tuturnya.

Disebutkannya, jumlah kabel yang dikaitkan ke lantai utama jembatan jumlahnya berbeda antara sisi Kabupaten Batola dan Kota Banjarmasin. Untuk arah Banjarmasin ada sebanyak 14 buah, sementara arah Batola hanya 10 kabel “Perbedaan jumlah ini karena beda tumpuan. Arah Banjarmasin lebih panjang karena berada tepat di atas air,” papar Fajrin.

Untuk pemasangan kabel ke sisi jembatan di atas sungai atau ke arah Banjarmasin, polanya akan dibuat bertahap, yakni satu kabel dipasang bersamaan lantai jembatan tengahnya, kemudian akan bergeser bertahap sehingga tersambung ke semua lantai utama.

Faktor cuaca yang saat ini kurang bersahabat diakuinya menjadi tantangan dan membuat sedikit kesulitan melakukan pekerjaan. Para pekerja pun sebutnya tak maksimal ketika bekerja di atas ketinggian.

“Kadan hujan datang tiba-tiba. Pekerja langsung turun takut ada kejadian yang tak diinginkan. Kami berharap, jika cuaca normal akhir sampai awal tahun, jembatan utama di sisi Banjarmasin mulai digarap seiring pylon dan cable tuntas,” harapnya.

Jembatan Alalak sendiri merupakan jembatan yang menggunakan kabel-kabel berkekuatan tinggi sebagai penggantung yang menghubungkan gelagar dengan menara. Jembatan ini diklaim dapat menahan beban kendaran dengan tonase maksimal 10 ton. Lebih kuat dari jembatan lama Kayutangi 1 yang hanya menahan beban kurang dari 8 ton.

Dibangun dengan konstruksi tahan gempa, jembatan yang dibangun dengan menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp278 miliar tersebut, juga diklaim dapat bertahan hingga 1 abad. (mof/ran/ema)

BANJARMASIN – Jembatan Sungai Alalak atau Jembatan Kayu Tangi Ujung bakal rampung Bulan Maret tahun depan. Jembatan dengan model cable stayed lengkung yang disebut pertama di Indonesia ini tinggal merampungkan sebagian lantai utama dan tiang penyangga utama jembatan (pylon). 

Daru tinggi tiang penyangga utama 42,4 meter kini tersisa 2 meter di bagian puncak. “Bagian ini yang paling sulit membangun jembatan model cable stayed lengkung ini. posisi melengkungnya butuh teknik pekerjaan. Tapi kami yakin jembatan akan tuntas sesuai jadwal,” yakin Deputi Proyek Manajer Jembatan Sungai Alalak, Fajrin.

Penyangga utama tersisa 2 meter itu sebutnya akan tuntas tahun ini. Sehingga tahun depan fokusnya adalah memasang kabel yang dikaitkan dengan lantai utama jembatan.

Dari sebanyak 24 kabel yang terpasang di penyangga lantai utama, saat ini baru terpasang tiga. Kabel belum bisa dipasang sekaligus, karena merampungkan dulu pekerjaan tiang peyangga. “Pekerjaannya bertahap. Apalagi sekarang ngecor bagian atas tiang ada kendala di cuaca yang tiba-tiba hujan,” tuturnya.

Disebutkannya, jumlah kabel yang dikaitkan ke lantai utama jembatan jumlahnya berbeda antara sisi Kabupaten Batola dan Kota Banjarmasin. Untuk arah Banjarmasin ada sebanyak 14 buah, sementara arah Batola hanya 10 kabel “Perbedaan jumlah ini karena beda tumpuan. Arah Banjarmasin lebih panjang karena berada tepat di atas air,” papar Fajrin.

Untuk pemasangan kabel ke sisi jembatan di atas sungai atau ke arah Banjarmasin, polanya akan dibuat bertahap, yakni satu kabel dipasang bersamaan lantai jembatan tengahnya, kemudian akan bergeser bertahap sehingga tersambung ke semua lantai utama.

Faktor cuaca yang saat ini kurang bersahabat diakuinya menjadi tantangan dan membuat sedikit kesulitan melakukan pekerjaan. Para pekerja pun sebutnya tak maksimal ketika bekerja di atas ketinggian.

“Kadan hujan datang tiba-tiba. Pekerja langsung turun takut ada kejadian yang tak diinginkan. Kami berharap, jika cuaca normal akhir sampai awal tahun, jembatan utama di sisi Banjarmasin mulai digarap seiring pylon dan cable tuntas,” harapnya.

Jembatan Alalak sendiri merupakan jembatan yang menggunakan kabel-kabel berkekuatan tinggi sebagai penggantung yang menghubungkan gelagar dengan menara. Jembatan ini diklaim dapat menahan beban kendaran dengan tonase maksimal 10 ton. Lebih kuat dari jembatan lama Kayutangi 1 yang hanya menahan beban kurang dari 8 ton.

Dibangun dengan konstruksi tahan gempa, jembatan yang dibangun dengan menggunakan dana dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp278 miliar tersebut, juga diklaim dapat bertahan hingga 1 abad. (mof/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/