alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Tenteng Mandau, Tyson Menyerbu BPK Seorang Diri

BANJARMASIN – Tyson berulah. Ahad (27/12) sore di Jalan Benua Anyar, dia menenteng mandau dan memasuki posko BPK (barisan pemadam kebakaran) Puba.

Nama sebenarnya pria 34 tahun itu Syahrul. Dia rupanya sedang mabuk. Wajar, warga panik dan berhamburan dibuatnya.

Lima anggota dari Polsek Banjarmasin Timur dengan senjata lengkap pun menuju lokasi. Siap dengan kemungkinan terburuk.

Ternyata, Tyson malah sudah kembali ke rumahnya di Jalan 9 November RT 11 Kelurahan Benua Anyar.

Salah seorang saksi mata, Amat, mengaku tak tahu apa yang memicu kemarahan Tyson. “Tiba-tiba saja memasuki posko. Semua orang di posko berlarian. Takut menjadi sasaran mandaunya,” kata pria 34 tahun itu.

Syukur, tak ada korban luka. “Tak ada yang mau meladeninya. Semua menjauh,” tambahnya.

Tinggal persis di belakang Tugu 9 November, dikejar polisi ke rumahnya, dia tengah duduk santai di teras rumahnya.

Tyson yang sehari-harinya mencari nafkah dengan meronda pun pasrah dibawa polisi. Kepada polisi, akhirnya ia bercerita mengapa marah-marah.

“Ada yang mengambil sepeda saya. Orangnya sedang mabuk ngelem. Rumahnya di sekitar situ. Saya sedang mencari-carinya,” kisahnya ngawur.

Apapun alasannya, dia harus menghadapi polisi. “Iya pak, saya sehabis mabuk tadi,” akunya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur Iptu Timur Yono mengatakan, polisi tak menemukan sajam tersebut. “Dia membantah sudah mengamuk pakai sajam. Sementara kami amankan dulu. Mengantisipasi hal di luar dugaan,” ujarnya. (lan/at/fud)

BANJARMASIN – Tyson berulah. Ahad (27/12) sore di Jalan Benua Anyar, dia menenteng mandau dan memasuki posko BPK (barisan pemadam kebakaran) Puba.

Nama sebenarnya pria 34 tahun itu Syahrul. Dia rupanya sedang mabuk. Wajar, warga panik dan berhamburan dibuatnya.

Lima anggota dari Polsek Banjarmasin Timur dengan senjata lengkap pun menuju lokasi. Siap dengan kemungkinan terburuk.

Ternyata, Tyson malah sudah kembali ke rumahnya di Jalan 9 November RT 11 Kelurahan Benua Anyar.

Salah seorang saksi mata, Amat, mengaku tak tahu apa yang memicu kemarahan Tyson. “Tiba-tiba saja memasuki posko. Semua orang di posko berlarian. Takut menjadi sasaran mandaunya,” kata pria 34 tahun itu.

Syukur, tak ada korban luka. “Tak ada yang mau meladeninya. Semua menjauh,” tambahnya.

Tinggal persis di belakang Tugu 9 November, dikejar polisi ke rumahnya, dia tengah duduk santai di teras rumahnya.

Tyson yang sehari-harinya mencari nafkah dengan meronda pun pasrah dibawa polisi. Kepada polisi, akhirnya ia bercerita mengapa marah-marah.

“Ada yang mengambil sepeda saya. Orangnya sedang mabuk ngelem. Rumahnya di sekitar situ. Saya sedang mencari-carinya,” kisahnya ngawur.

Apapun alasannya, dia harus menghadapi polisi. “Iya pak, saya sehabis mabuk tadi,” akunya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Timur Iptu Timur Yono mengatakan, polisi tak menemukan sajam tersebut. “Dia membantah sudah mengamuk pakai sajam. Sementara kami amankan dulu. Mengantisipasi hal di luar dugaan,” ujarnya. (lan/at/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/