alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Corona Meningkat Lagi, RS Ulin Siap Panggil Nakes Kembali

BANJARMASIN – Penularan virus Corona di Kalsel masih terus terjadi. Mengutip data Diskominfo Kalsel 24 Desember, jumlah pasien positif naik 95 kasus baru dalam 24 jam terakhir. 

Melihat lonjakan yang mungkin bisa terjadi secara mendadak di Kalsel, bagaimana kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19?

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati menyatakan, ruang perawatan khusus pasien COVID-19 masih tersedia.“Ruang kita sudah siaga, jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan,” ujarnya.

Ada tiga ruangan yang disiapkan. Ruang Mawar lima lantai, Angrek empat lantai dan satu lantai di ruang Bougenville. Jika ditotal, kapasitas ketiga ruangan mampu manampung 206 pasien.

Menurut Suci, sebulan lalu, jumlah pasien COVID-19 yang ditangani terus berkurang sampai tersisa 19 orang. Tertinggi dalam minggu ini 78 orang. “Untuk hari ini turun sih, tersisa 57 pasien, fluktuasinya tidak menentu, turun naik,” jelasnya.

Tidak hanya kesiapan ruangan, menurut Suci, relawan tenaga kesehatan (Nakes) yang direkrut oleh pemerintah daerah juga masih standby. Mereka tetap bertugas sampai akhir Desember 2020. Hanya nakes dari kabupaten/kota yang diperbantukan sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Meski begitu, mereka tetap dapat dipanggil kembali untuk membantu menangani pasien COVID-19 di RSUD Ulin.“Saya sudah berkirim surat kepada gubernur, agar nakes kontrak dari pemerintah daerah dapat diperpanjang sampai Februari,” bebernya.

Permintaan perpanjangan kontrak relawan nakes tersebut, jelas Suci, untuk antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien COVID-19 di Kalsel.

Menurut Suci, orang yang terserang virus Corona, gejalanya tidak hanya batuk, suhu tubuh tinggi panas dan sesak nafas saja, tapi berkembang menyerang lambung. “Nakes kami ada yang mual, muntah dan mencret seminggu enggak sembuh-sembuh, sebelum kita rawat di swab, ternyata hasilnya positif COVID-19,” cerita Suci.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, setiap aktivitas harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Gunakan masker, rajin mencuci tangan hindari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

“Jika merasakan gejala sakit dan tak kunjung sembuh, agar segera membawa ke rumah sakit, sehingga bisa segera ditangani secara medis,” pungkasnya. (gmp/ran/ema)

BANJARMASIN – Penularan virus Corona di Kalsel masih terus terjadi. Mengutip data Diskominfo Kalsel 24 Desember, jumlah pasien positif naik 95 kasus baru dalam 24 jam terakhir. 

Melihat lonjakan yang mungkin bisa terjadi secara mendadak di Kalsel, bagaimana kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin yang menjadi salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19?

Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, Suciati menyatakan, ruang perawatan khusus pasien COVID-19 masih tersedia.“Ruang kita sudah siaga, jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan,” ujarnya.

Ada tiga ruangan yang disiapkan. Ruang Mawar lima lantai, Angrek empat lantai dan satu lantai di ruang Bougenville. Jika ditotal, kapasitas ketiga ruangan mampu manampung 206 pasien.

Menurut Suci, sebulan lalu, jumlah pasien COVID-19 yang ditangani terus berkurang sampai tersisa 19 orang. Tertinggi dalam minggu ini 78 orang. “Untuk hari ini turun sih, tersisa 57 pasien, fluktuasinya tidak menentu, turun naik,” jelasnya.

Tidak hanya kesiapan ruangan, menurut Suci, relawan tenaga kesehatan (Nakes) yang direkrut oleh pemerintah daerah juga masih standby. Mereka tetap bertugas sampai akhir Desember 2020. Hanya nakes dari kabupaten/kota yang diperbantukan sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Meski begitu, mereka tetap dapat dipanggil kembali untuk membantu menangani pasien COVID-19 di RSUD Ulin.“Saya sudah berkirim surat kepada gubernur, agar nakes kontrak dari pemerintah daerah dapat diperpanjang sampai Februari,” bebernya.

Permintaan perpanjangan kontrak relawan nakes tersebut, jelas Suci, untuk antisipasi, jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan pasien COVID-19 di Kalsel.

Menurut Suci, orang yang terserang virus Corona, gejalanya tidak hanya batuk, suhu tubuh tinggi panas dan sesak nafas saja, tapi berkembang menyerang lambung. “Nakes kami ada yang mual, muntah dan mencret seminggu enggak sembuh-sembuh, sebelum kita rawat di swab, ternyata hasilnya positif COVID-19,” cerita Suci.

Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat, setiap aktivitas harus menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Gunakan masker, rajin mencuci tangan hindari kerumunan dan tetap menjaga jarak.

“Jika merasakan gejala sakit dan tak kunjung sembuh, agar segera membawa ke rumah sakit, sehingga bisa segera ditangani secara medis,” pungkasnya. (gmp/ran/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/