alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Hobi di Tengah Pandemi, Ada Kontesnya, Warga Amuntai Antusias Pelihara Ikan Cupang

 

Hobi memelihara ikan cupang makin diminati di Kota Amuntai belakangan ini. Penjualnya pun ketiban rezeki.

— Oleh: Muhammad Akbar, Amuntai —

Orang kini lebih banyak di rumah selama pandemi Covid-19. Beragam hobi dilakukan untuk mengisi waktu agar tidak bosan di rumah terus. Warna menarik dan minim perawatan membuat hobi memelihara ikan cupang merebak di tanah air. Termasuk di Kota Amuntai.

Ikan yang banyak ditemui di perairan rawa itu dikenal masyarakat Banjar dengan sebutan iwak kalatau. Namun itu jenis cupang liar yang warnanya tidak begitu mencolok. Ikan dari keluarga Osphronemidae dan Genus Osphronemu yang hidup di air tawar itu bernama latin Betta Splendes.

Tentu berbeda dengan ikan cupang yang ramai dijual itu. Kondisinya berwarna-warni. Hasil kawin silang.
Yusril terpikat ikan cupang karena keindahan warna dan bentuk tubuhnya. “Gampang, tidak repot harus gonti-ganti air. Pakannya mudah, bisa jentik atau pakan jadi,” ungkap pemuda dari Kecamatan Banjang tersebut.

Jimmy Setiawan mengaku awal memelihara cupang karena ingin menghilangkan kebosanan. Berhubung peminatnya makin banyak malah muncul inisiatif bersama teman untuk menjalankan bisnis ikan cupang.

“Awalnya iseng memelihara ikan cupang di rumah. Terus melihat peminatnya di HSU cukup ramai, sedangkan penjualnya masih sedikit, maka ada niat untuk buka usaha jual ikan cupang. Akhirnya keterusan” ucap Jimmy.

Memulai bisnis ini tidak perlu modal besar. Hanya uang sekitar Rp2 juta. Tidak perlu tempat atau lahan yang besar. “Bahkan perawatan ikan cupang cukup terbilang mudah. Misalnya mengganti air cukup dua kali dalam seminggu. Sedangkan makannya pun cukup memberi makan dua kali sehari” tuturnya.

Cupang mulai digandrungi sejak virus Covid-19 mewabah. Antusiasnya makin tinggi karena adanya kontes ikan cupang. Penilaiannya mulai dari bentuk fisik, hingga keindahan warna menjadi penilaian utama dewan juri. Tidak hanya trofi dan piagam, pemelihara ikan cupang terbaik juga diganjar uang tunai.

Kategori yang dilombakan mulai dari kelas Crowntail, Halfmoon, dan Plakat Bebas. Penonton yang hadir juga bisa membeli ikan cupang di lokasi ini dengan harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp500 ribu. Tergantung motif dan warna pada ikan.(dye/ema)

 

Hobi memelihara ikan cupang makin diminati di Kota Amuntai belakangan ini. Penjualnya pun ketiban rezeki.

— Oleh: Muhammad Akbar, Amuntai —

Orang kini lebih banyak di rumah selama pandemi Covid-19. Beragam hobi dilakukan untuk mengisi waktu agar tidak bosan di rumah terus. Warna menarik dan minim perawatan membuat hobi memelihara ikan cupang merebak di tanah air. Termasuk di Kota Amuntai.

Ikan yang banyak ditemui di perairan rawa itu dikenal masyarakat Banjar dengan sebutan iwak kalatau. Namun itu jenis cupang liar yang warnanya tidak begitu mencolok. Ikan dari keluarga Osphronemidae dan Genus Osphronemu yang hidup di air tawar itu bernama latin Betta Splendes.

Tentu berbeda dengan ikan cupang yang ramai dijual itu. Kondisinya berwarna-warni. Hasil kawin silang.
Yusril terpikat ikan cupang karena keindahan warna dan bentuk tubuhnya. “Gampang, tidak repot harus gonti-ganti air. Pakannya mudah, bisa jentik atau pakan jadi,” ungkap pemuda dari Kecamatan Banjang tersebut.

Jimmy Setiawan mengaku awal memelihara cupang karena ingin menghilangkan kebosanan. Berhubung peminatnya makin banyak malah muncul inisiatif bersama teman untuk menjalankan bisnis ikan cupang.

“Awalnya iseng memelihara ikan cupang di rumah. Terus melihat peminatnya di HSU cukup ramai, sedangkan penjualnya masih sedikit, maka ada niat untuk buka usaha jual ikan cupang. Akhirnya keterusan” ucap Jimmy.

Memulai bisnis ini tidak perlu modal besar. Hanya uang sekitar Rp2 juta. Tidak perlu tempat atau lahan yang besar. “Bahkan perawatan ikan cupang cukup terbilang mudah. Misalnya mengganti air cukup dua kali dalam seminggu. Sedangkan makannya pun cukup memberi makan dua kali sehari” tuturnya.

Cupang mulai digandrungi sejak virus Covid-19 mewabah. Antusiasnya makin tinggi karena adanya kontes ikan cupang. Penilaiannya mulai dari bentuk fisik, hingga keindahan warna menjadi penilaian utama dewan juri. Tidak hanya trofi dan piagam, pemelihara ikan cupang terbaik juga diganjar uang tunai.

Kategori yang dilombakan mulai dari kelas Crowntail, Halfmoon, dan Plakat Bebas. Penonton yang hadir juga bisa membeli ikan cupang di lokasi ini dengan harga mulai dari Rp20 ribu hingga Rp500 ribu. Tergantung motif dan warna pada ikan.(dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/