alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Perusahaan Sawit Janji akan Memperbaiki

MARABAHAN – Banyak warga yang mengeluh rusaknya jalan Kutabamara dari Pal 10 Anjir Talaran hingga perkantoran PT Barito Putera Plantation (BPP).

Setiap hari jalan ini dilewati truk bermuatan sawit perusahaan tersebut. Apalagi musim hujan ini lubang-lubang jalan penghubung Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan dan Desa Balukung Kecamatan Bakumpai itu makin parah beceknya. “Jalan yang rusak sekitar 1 km. Dari kebun plasma sampai lokasi perkantoran PT BPP,” ujar Lidya, guru di Desa Balukung.

Lidya mengatakan rusaknya jalan ini itu tentu mengganggu kenyamanan di perjalanan. Selain terkena percikan lumpur, bahaya jatuh dari motor selalu membayangi, “Warga memang banyak melintasi jalan ini, tapi tidak seberat truk pengangkut sawit. Jalan yang basah dengan seketika menjadi becek saat dilindas beban berat,” ungkapnya. Namun, Lidya tak menampik bahwa pihak perusahaan juga selalu melakukan pengurukan batu di ruas jalan yang rusak.

Pihak perusahaan tidak menutup mata berkaitan dengan keluhan ketidaknyamanan warga sekitar. “Musim hujan memang menjadi masalah rusaknya jalan ketika dilewati truk pengangkut sawit,” ujar Manajer Kebun PT BPP, Bentar Eka.

Bentar menegaskan bahwa pihaknya selalu berkomitmen memperbaikinya. “Sudah beberapa hari ini ruas jalan yang rusak kami perbaiki,” ujarnya. Namun hujan terus terjadi dan menggenangi jalan. “Intensitas hujan membuat jalan yang sudah diperbaiki rusak kembali,” tambahnya.

Bentar mengungkapkan jalan yang rusak sebenarnya sekitar 3 km. Tapi tidak semuanya. Hanya ada beberapa titik saja. “Karena jalan rawa, saat ditimbun batu, batu masuk ke dalam dan lumpur yang keluar. Kami akan gunakan kayu galam dan batu di atasnya sebagai pengunci agar tidak berlumpur,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Humas PT BPP, Abidin Noor. Menurut Abidin, sebelum warga mengeluh pun pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan yang rusak. “Sebagi pengguna jalan, kami selalu bertanggung jawab memelihara. Sebelum keluhan warga sampai ke kami, kami sudah melakukan pengurukan batu di beberapa titik. Kami juga mengurangi angkutan truk. Sekarang hanya sekitar 6-7 ton saja,” ungkapnya.

Abidin menceritakan pihak BPP memang hampir setiap tahun ikut berperan aktif memperbaiki jalan ini ketika intensitas hujan meningkat. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, dana yang digelontorkan untuk perbaikan lebih dari satu miliar rupiah. “Jalan ini memang sudah diregistrasi menjadi jalan kabupaten sejak 1990. Dulu hanya hutan galam, pihak perusahaan pada tahun 2010 memperoleh izin HGU. Sejak saat itu, hampir sekitar 8 kilometer dari depan Km 10 Desa Antar Raya hingga kantor BPP, jalan dibuat pihak perusahaan,” ceritanya. “Sejak dulu kami sudah ikut membangun jalan ini. Sudah menjadi komitmen kami memperbaiki jalan untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Abidin menambahkan sesuai dengan statusnya, walaupun dibangun perusahaan, jalan ini tetap merupakan jalan kabupaten. Sebelum masuknya perusahaan, jalan ini masih belum ada. Namun sudah ditetapkan sebagai jalan penghubung Marabahan-Bakumpai. Pihak perusahaanlah yang membangunnya. Sesuai perkembangan zaman, jalan yang mulanya memang dibangun perusahaan untuk kepentingan sendiri juga digunakan warga sekitar. “Dengan masuknya program pemerintah terkait pembangunan jalan Kutabamara, jalan yang dulunya kami bangun juga menjadi jalan poros yang dilakukan pengerasan,” runutnya.(bar/dye/ema)

MARABAHAN – Banyak warga yang mengeluh rusaknya jalan Kutabamara dari Pal 10 Anjir Talaran hingga perkantoran PT Barito Putera Plantation (BPP).

Setiap hari jalan ini dilewati truk bermuatan sawit perusahaan tersebut. Apalagi musim hujan ini lubang-lubang jalan penghubung Desa Antar Raya Kecamatan Marabahan dan Desa Balukung Kecamatan Bakumpai itu makin parah beceknya. “Jalan yang rusak sekitar 1 km. Dari kebun plasma sampai lokasi perkantoran PT BPP,” ujar Lidya, guru di Desa Balukung.

Lidya mengatakan rusaknya jalan ini itu tentu mengganggu kenyamanan di perjalanan. Selain terkena percikan lumpur, bahaya jatuh dari motor selalu membayangi, “Warga memang banyak melintasi jalan ini, tapi tidak seberat truk pengangkut sawit. Jalan yang basah dengan seketika menjadi becek saat dilindas beban berat,” ungkapnya. Namun, Lidya tak menampik bahwa pihak perusahaan juga selalu melakukan pengurukan batu di ruas jalan yang rusak.

Pihak perusahaan tidak menutup mata berkaitan dengan keluhan ketidaknyamanan warga sekitar. “Musim hujan memang menjadi masalah rusaknya jalan ketika dilewati truk pengangkut sawit,” ujar Manajer Kebun PT BPP, Bentar Eka.

Bentar menegaskan bahwa pihaknya selalu berkomitmen memperbaikinya. “Sudah beberapa hari ini ruas jalan yang rusak kami perbaiki,” ujarnya. Namun hujan terus terjadi dan menggenangi jalan. “Intensitas hujan membuat jalan yang sudah diperbaiki rusak kembali,” tambahnya.

Bentar mengungkapkan jalan yang rusak sebenarnya sekitar 3 km. Tapi tidak semuanya. Hanya ada beberapa titik saja. “Karena jalan rawa, saat ditimbun batu, batu masuk ke dalam dan lumpur yang keluar. Kami akan gunakan kayu galam dan batu di atasnya sebagai pengunci agar tidak berlumpur,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Humas PT BPP, Abidin Noor. Menurut Abidin, sebelum warga mengeluh pun pihaknya sudah melakukan perbaikan jalan yang rusak. “Sebagi pengguna jalan, kami selalu bertanggung jawab memelihara. Sebelum keluhan warga sampai ke kami, kami sudah melakukan pengurukan batu di beberapa titik. Kami juga mengurangi angkutan truk. Sekarang hanya sekitar 6-7 ton saja,” ungkapnya.

Abidin menceritakan pihak BPP memang hampir setiap tahun ikut berperan aktif memperbaiki jalan ini ketika intensitas hujan meningkat. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, dana yang digelontorkan untuk perbaikan lebih dari satu miliar rupiah. “Jalan ini memang sudah diregistrasi menjadi jalan kabupaten sejak 1990. Dulu hanya hutan galam, pihak perusahaan pada tahun 2010 memperoleh izin HGU. Sejak saat itu, hampir sekitar 8 kilometer dari depan Km 10 Desa Antar Raya hingga kantor BPP, jalan dibuat pihak perusahaan,” ceritanya. “Sejak dulu kami sudah ikut membangun jalan ini. Sudah menjadi komitmen kami memperbaiki jalan untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Abidin menambahkan sesuai dengan statusnya, walaupun dibangun perusahaan, jalan ini tetap merupakan jalan kabupaten. Sebelum masuknya perusahaan, jalan ini masih belum ada. Namun sudah ditetapkan sebagai jalan penghubung Marabahan-Bakumpai. Pihak perusahaanlah yang membangunnya. Sesuai perkembangan zaman, jalan yang mulanya memang dibangun perusahaan untuk kepentingan sendiri juga digunakan warga sekitar. “Dengan masuknya program pemerintah terkait pembangunan jalan Kutabamara, jalan yang dulunya kami bangun juga menjadi jalan poros yang dilakukan pengerasan,” runutnya.(bar/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/