alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 24 May 2022

Studi Banding, KONI Kalsel Serap Ilmu ke Provinsi Kaltim

BANJARMASIN – KONI Kalsel mengakhiri program tahun 2020 ini dengan kegiatan studi banding. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke KONI Kaltim, 22-24 Desember tadi. Sejumlah pengurus KONI Kalsel diutus ke KONI provinsi tetangga tersebut untuk menggali informasi dan ilmu mengenai cara memanajemen para atlet cabang olahraga (cabor) prestasi.

Ketua rombongan KONI Kalsel, Chandra Bayu menuturkan pihaknya penasaran dengan strategi KONI Kaltim yang selalu masuk peringkat teratas di tiap ajang PON. “Kaltim satu-satunya provinsi di luar pulau Jawa yang selalu masuk peringkat lima besar di PON. Pada PON XIX 2016 Jabar, Kaltim menempati peringkat kelima dengan perolehan 24 medali emas. Tentu sangat layak KONI Kalsel belajar ke Kaltim,” ungkap pria yang akrab disapa Cacan ini.

Salah satu strategi jitu KONI Kaltim dalam melejitkan potensi para atlet binaannya ternyata dengan memperhatikan kesejahteraannya. “Selain diberikan insentif memadai tiap bulannya, para atlet Kaltim juga diberikan kemudahan dalam mencari pekerjaan dan pendidikan. Misalnya, para atlet yang berprestasi diberikan kemudahan masuk seleksi menjadi anggota TNI atau kepolisian, atau bekerja di lembaga pemerintahan,” sebutnya.

Di bidang pendidikan, KONI Kaltim menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kaltim. “Para atlet binaan KONI Kaltim bisa masuk kuliah di fakultas yang mereka pilih dengan mudah. Memang untuk masuk ke perguruan tinggi tersebut melalui mekanisme tes, namun pasti diterima dan diluluskan. Nah, inilah yang coba kami terapkan di Kalsel,” sebutnya.

Sekretaris Umum KONI Kaltim, Afiat Mirsyam Rasyid menuturkan untuk melejitkan potensi atlet menuju prestasi ditentukan oleh faktor teknis dan non teknis. “Kalau faktor teknis, itu sama semuanya. Berupa latihan dan motivasi. Namun, faktor non teknis juga perlu diperhatikan, terutama terkait kesejahteraan para atlet. Apabila atlet sudah merasa sejahtera, maka mereka akan semakin semangat latihan dan tak akan merasa terbebani apabila dipatok target medali emas,” sebutnya.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19 ini, KONI Kaltim tetap mengupayakan kesejahteraan sekitar 300 orang atlet binaannya yang diproyeksikan ke PON XX 2021 Papua. “Insentif tetap kami berikan secara penuh. Selain itu, mereka juga kami berikan kelonggaran berlatih secara mandiri di rumah masing-masing. Namun tetap harus wajib menginformasikan perkembangan latihannya secara daring,” tuntasnya.(oza/dye/ema)

BANJARMASIN – KONI Kalsel mengakhiri program tahun 2020 ini dengan kegiatan studi banding. Salah satunya dengan melakukan kunjungan ke KONI Kaltim, 22-24 Desember tadi. Sejumlah pengurus KONI Kalsel diutus ke KONI provinsi tetangga tersebut untuk menggali informasi dan ilmu mengenai cara memanajemen para atlet cabang olahraga (cabor) prestasi.

Ketua rombongan KONI Kalsel, Chandra Bayu menuturkan pihaknya penasaran dengan strategi KONI Kaltim yang selalu masuk peringkat teratas di tiap ajang PON. “Kaltim satu-satunya provinsi di luar pulau Jawa yang selalu masuk peringkat lima besar di PON. Pada PON XIX 2016 Jabar, Kaltim menempati peringkat kelima dengan perolehan 24 medali emas. Tentu sangat layak KONI Kalsel belajar ke Kaltim,” ungkap pria yang akrab disapa Cacan ini.

Salah satu strategi jitu KONI Kaltim dalam melejitkan potensi para atlet binaannya ternyata dengan memperhatikan kesejahteraannya. “Selain diberikan insentif memadai tiap bulannya, para atlet Kaltim juga diberikan kemudahan dalam mencari pekerjaan dan pendidikan. Misalnya, para atlet yang berprestasi diberikan kemudahan masuk seleksi menjadi anggota TNI atau kepolisian, atau bekerja di lembaga pemerintahan,” sebutnya.

Di bidang pendidikan, KONI Kaltim menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Kaltim. “Para atlet binaan KONI Kaltim bisa masuk kuliah di fakultas yang mereka pilih dengan mudah. Memang untuk masuk ke perguruan tinggi tersebut melalui mekanisme tes, namun pasti diterima dan diluluskan. Nah, inilah yang coba kami terapkan di Kalsel,” sebutnya.

Sekretaris Umum KONI Kaltim, Afiat Mirsyam Rasyid menuturkan untuk melejitkan potensi atlet menuju prestasi ditentukan oleh faktor teknis dan non teknis. “Kalau faktor teknis, itu sama semuanya. Berupa latihan dan motivasi. Namun, faktor non teknis juga perlu diperhatikan, terutama terkait kesejahteraan para atlet. Apabila atlet sudah merasa sejahtera, maka mereka akan semakin semangat latihan dan tak akan merasa terbebani apabila dipatok target medali emas,” sebutnya.

Bahkan, di masa pandemi Covid-19 ini, KONI Kaltim tetap mengupayakan kesejahteraan sekitar 300 orang atlet binaannya yang diproyeksikan ke PON XX 2021 Papua. “Insentif tetap kami berikan secara penuh. Selain itu, mereka juga kami berikan kelonggaran berlatih secara mandiri di rumah masing-masing. Namun tetap harus wajib menginformasikan perkembangan latihannya secara daring,” tuntasnya.(oza/dye/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

GOR Hasanuddin Memerah

Kejurprov Atletik Dihelat Agustus

/