alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Si Lana Memang Hebat Mengendus

Ini sebenarnya tugas rutin menjelang Natal. Mengendus ancaman bom dari gereja-gereja. Dalam tugas ini, polisi mengandalkan kombinasi anjing pelacak dan detektor metal.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

KEMARIN (24/12) sekitar jam 2 siang, tim sterilisasi tiba di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha di kawasan Antasan Besar, Banjarmasin Tengah.

Tim ini kebagian tugas di enam gereja di Banjarmasin: Gereja Pantekosta, GKE Efata, Santa Maria, HKBP Samudra, Katedral dan GPIB.

Berkeliling dengan dua mobil. Satu unit membawa 10 personel Unit K9 bersama anjing pelacaknya. Unit kedua membawa 15 personel penjinak bom.

Tugas mereka sama. Mendeteksi bahan peledak di luar dan dalam gereja. Bedanya cuma, K9 mengandalkan penciuman anjing pelacak. Sedangkan Gegana menggunakan detektor metal.

Salah satu anjing pelacak, Lana, menyisir lantai, pagar dan kursi jemaat.

PS Kasubnit Pelacakan dan Penangkalan Polda Kalsel, Bripka Samosir mengatakan, anjing jenis herder ini memang hebat dalam urusan mengendus.

“Si Lana ini memang dilatih khusus untuk melacak segala jenis bahan peledak,” ujarnya. K9 menurunkan sedikitnya tiga ekor.

Katim Jibom Gegana, Iptu Joko Triono menambahkan, tugas ini bertujuan memberikan rasa aman kepada jemaat gereja yang hendak melaksanakan misa.

“Semata-mata untuk menciptakan rasa aman bagi yang merayakan Natal,” ujarnya.

Setelah menyisir semua area, Samosir dan Joko sepakat, tak ada benda-benda mencurigakan. Bersih dan aman.

Joko berpesan kepada pengelola gereja untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat. (fud/ema)

Ini sebenarnya tugas rutin menjelang Natal. Mengendus ancaman bom dari gereja-gereja. Dalam tugas ini, polisi mengandalkan kombinasi anjing pelacak dan detektor metal.

— Oleh: ENDANG, Banjarmasin —

KEMARIN (24/12) sekitar jam 2 siang, tim sterilisasi tiba di Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Maranatha di kawasan Antasan Besar, Banjarmasin Tengah.

Tim ini kebagian tugas di enam gereja di Banjarmasin: Gereja Pantekosta, GKE Efata, Santa Maria, HKBP Samudra, Katedral dan GPIB.

Berkeliling dengan dua mobil. Satu unit membawa 10 personel Unit K9 bersama anjing pelacaknya. Unit kedua membawa 15 personel penjinak bom.

Tugas mereka sama. Mendeteksi bahan peledak di luar dan dalam gereja. Bedanya cuma, K9 mengandalkan penciuman anjing pelacak. Sedangkan Gegana menggunakan detektor metal.

Salah satu anjing pelacak, Lana, menyisir lantai, pagar dan kursi jemaat.

PS Kasubnit Pelacakan dan Penangkalan Polda Kalsel, Bripka Samosir mengatakan, anjing jenis herder ini memang hebat dalam urusan mengendus.

“Si Lana ini memang dilatih khusus untuk melacak segala jenis bahan peledak,” ujarnya. K9 menurunkan sedikitnya tiga ekor.

Katim Jibom Gegana, Iptu Joko Triono menambahkan, tugas ini bertujuan memberikan rasa aman kepada jemaat gereja yang hendak melaksanakan misa.

“Semata-mata untuk menciptakan rasa aman bagi yang merayakan Natal,” ujarnya.

Setelah menyisir semua area, Samosir dan Joko sepakat, tak ada benda-benda mencurigakan. Bersih dan aman.

Joko berpesan kepada pengelola gereja untuk menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dengan ketat. (fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/