alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Bawaslu Sudah Panggil 150 Saksi, Ananda Gandeng Mantan Waket KPK ke MK

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin memproses dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan pasangan calon Ananda dan Mushaffa Zakir.

Sudah ratusan saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh Bawaslu.

“Sampai kemarin, sudah 150 orang, belum terhitung hari ini,” kata Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani, kemarin (22/12) sore.

Dari pleno rekapitulasi suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kandidat petahana, yakni pasangan Ibnu Sina dan Arifin Noor sebagai pemenang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Namun, salah satu penantang, mencurigai banyak pelanggaran pada hari pencoblosan 9 Desember lalu. Laporan itulah yang sedang diusut Bawaslu.

Ditanya berapa banyak lagi saksi yang diperiksa, Subhani enggan merincikan. “Masih berjalan,” ujarnya.

Banyaknya saksi yang diperiksa, lantaran barang bukti dari tim hukum Ananda-Mushaffa mencakup 70 tempat pemungutan suara (TPS).

Artinya, menyangkut KPPS, saksi, dan pengawas TPS. Kalau dihitung-hitung, jumlah saksi bisa tembus hingga 210 orang. Sementara Bawaslu hanya punya waktu bekerja selama lima hari.

Ditekankan Subhani, yang disoal bukan hasil perhitungan suara KPU, tapi perkara penyelanggaran pemungutan suara. Diduga melabrak PKPU Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pilkada.

Mantan Waket KPK Kawal Ananda

Pilkada 2020 memang ramai gugatan. Paslon Ananda-Mushaffa tampaknya tak main-main. Mereka ikut melayangkan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejumlah pengacara beken ikut mendampingi kandidat nomor urut dua ini. Salah satunya ada nama Bambang Widjojanto.

Akrab disapa BW, dia dikenal publik saat menjadi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.

BW juga pendiri Komisi Orang Hilang (Kontras) bersama almarhum Munir. Lalu ikut membangun Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ketika pertama kali bertemu BW, Ananda mengaku langsung cocok. “Ngobrolnya enak, serasa ngobrol dengan bapak sendiri,” kata mantan Ketua DPRD Banjarmasin tersebut.

“Intinya beliau pengin Pilkada tanpa kecurangan,” tambahnya.

Ananda pun tak ragu memilih BW. Apalagi setelah mendapat rekomendasi dari anggota tim hukumnya. “Saya mendapat rekomendasi dari tim hukum di Banjarmasin,” tutup Ananda. (gmp/fud/ema)

BANJARMASIN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarmasin memproses dugaan pelanggaran pemilu yang dilaporkan pasangan calon Ananda dan Mushaffa Zakir.

Sudah ratusan saksi yang dipanggil dan dimintai keterangan oleh Bawaslu.

“Sampai kemarin, sudah 150 orang, belum terhitung hari ini,” kata Komisioner Bawaslu Banjarmasin, Subhani, kemarin (22/12) sore.

Dari pleno rekapitulasi suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyatakan kandidat petahana, yakni pasangan Ibnu Sina dan Arifin Noor sebagai pemenang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarmasin.

Namun, salah satu penantang, mencurigai banyak pelanggaran pada hari pencoblosan 9 Desember lalu. Laporan itulah yang sedang diusut Bawaslu.

Ditanya berapa banyak lagi saksi yang diperiksa, Subhani enggan merincikan. “Masih berjalan,” ujarnya.

Banyaknya saksi yang diperiksa, lantaran barang bukti dari tim hukum Ananda-Mushaffa mencakup 70 tempat pemungutan suara (TPS).

Artinya, menyangkut KPPS, saksi, dan pengawas TPS. Kalau dihitung-hitung, jumlah saksi bisa tembus hingga 210 orang. Sementara Bawaslu hanya punya waktu bekerja selama lima hari.

Ditekankan Subhani, yang disoal bukan hasil perhitungan suara KPU, tapi perkara penyelanggaran pemungutan suara. Diduga melabrak PKPU Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pilkada.

Mantan Waket KPK Kawal Ananda

Pilkada 2020 memang ramai gugatan. Paslon Ananda-Mushaffa tampaknya tak main-main. Mereka ikut melayangkan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejumlah pengacara beken ikut mendampingi kandidat nomor urut dua ini. Salah satunya ada nama Bambang Widjojanto.

Akrab disapa BW, dia dikenal publik saat menjadi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015.

BW juga pendiri Komisi Orang Hilang (Kontras) bersama almarhum Munir. Lalu ikut membangun Indonesia Corruption Watch (ICW).

Ketika pertama kali bertemu BW, Ananda mengaku langsung cocok. “Ngobrolnya enak, serasa ngobrol dengan bapak sendiri,” kata mantan Ketua DPRD Banjarmasin tersebut.

“Intinya beliau pengin Pilkada tanpa kecurangan,” tambahnya.

Ananda pun tak ragu memilih BW. Apalagi setelah mendapat rekomendasi dari anggota tim hukumnya. “Saya mendapat rekomendasi dari tim hukum di Banjarmasin,” tutup Ananda. (gmp/fud/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/